08 Sep

Jalan-Jalan Jogja

Temans..

What’s up? 🙂

Yah semoga semua dalam kondisi sehat dan bahagia ya 😀

Oya.. Pagi hari.. sempurna banget kalo jalan-jalan nikmati pagi 😀 PicsArt_1441689115286Yaa sambil kemanapun kaki melangkah..

Bertualang itu bukan hanya soal seberapa jauh langkahkan kaki, tapi juga soal menikmati langkah kaki setiap hari 😀

Okeh.. Hari ini aku sama sobatku, Ririk dari Lampung, yang mau kelar kuliah S1 nya di UKDW Jogja, mau go out, nyari mesin..

Mesin? Mesin apaan hanz?

Mesin pembuat susu kedelai. 😀 Yah kita mau buka usaha kawan 🙂 Di Jogja, mau usaha jual susu kedelai.

Eh ini bukannya malah foto dapet mesinnya, tapi foto ini.. IMG_20150908_134721-2Seniman Jalanan di pinggir lampu lalu lintas di Jogja 😀

Aku apresiasi karya mereka kawan 🙂 keren! Selamat berjuang sobat! Tetap jaga kreativitas, tetap jaga ketertiban umum 🙂

Btw, mesinnya belom dapet nih 😀 masih nyari!

Naahh.. trus kita mampir ke rumah Ibu Sri.. Bu Sri ini adalah anak dari Almarhum Bapak Yudi. IMG_20150908_143642-1Bapak Yudi adalah salah satu orang Baha’i asli Jogja sejak tahun 1954. Begitu kata Bu Sri, anaknya.

Pak Yudi meninggal pada tahun 2005. Bu Sri sekilas menceritakan tentang sosok Ayahnya kawan 🙂

Pak Yudi adalah sosok yang sederhana dan lemah lembut. Beliau selalu menunjukkan kasih sayang pada keluarga dan masyarakat.

Menarik.. share tentang kisah orang-orang Baha’i pertama di tanah Jogja 🙂

Then… Sorenya.. hari masih panjang.. kita sekumpulan sobat di sini sepakat mau main billiard. Waahh mantap 😀 PicsArt_1441774500315Aku lamaaa bgt nggak main billiard sobat 😀 kayaknya sejak SMA, yaa 7-8 tahun yang lalu laahh 😀

Jadi deh aku cupu banget pas main billiard, hahaha.. Tapi overall.. have fun banget 😀

Aku jadi tertarik lagi sama salah satu olahraga yang mengandalkan insting dan akurasi ini..

Well done for today!

Happy day yaa.. See you!

29 Aug

Belajar dari Seniman Jalanan

Kawan..

Apa kabar hari ini? 😀

Hari ini aku mau share tentang Seniman Jalanan..

Sobatku, mas Agus, mengapresiasi Seniman Jalanan yang ada di belakangnya dengan memberinya uang dan meminjam gitarnya untuk bernyanyi

Sobatku, mas Agus, mengapresiasi Seniman Jalanan yang ada di belakangnya dengan memberinya uang dan meminjam gitarnya untuk bernyanyi

Biasanya mereka disebut ‘pengamen’.

Tapi aku lebih suka sebut mereka Seniman Jalanan 🙂

Kreasi mereka perlu kita apreasi..

Karena tak ada wadah atau tak ada kesempatan untuk mengembangkan kapasitas mereka saja, sehingga mereka turun di jalan.

Terlepas dari niat mereka, yang mana sebagian besar memang mencari uang, di masa ekonomi yang sulit, lowongan pekerjaan yang semakin sempit.

Mereka memang salah satu dampak ketidakadilan zaman. Selain itu juga dampak dari upaya mereka. Mungkin juga upaya keras belum mereka keluarkan sepenuhnya.

Jadi.. menurutku, baik faktor eksternal (lingkungan dan masyarakat) maupun internal (diri sendiri) itulah yang menyebabkan Seniman Jalanan terus berkarya mencari nafkah.

Bagi aku sendiri kawan..

Selama perjalananku, yang jelas memang sering ketemu Seniman Jalanan, aku tetap mengapresiasi mereka..

Pengalamanku gini.. 🙂

Kalau aku ketemu Seniman Jalanan yang memainkan musik yang biasa saja, sudah umum, dan nggak ada ciri khas atau daya tariknya.. biasanya aku nggak beri apa-apa, cukup senyuman dan bilang sopan “maaf mas”. Semoga apresiasiku cukup untuk membuatnya berkarya lebih keren lagi 🙂

Nah kalau aku ketemu Seniman Jalanan yang unik, asik, menghibur, dan ada ciri khasnya.. entah suaranya, alat musiknya, atau lagunya.. Aku apresiasi dengan beri beberapa uang, seadanya secukupnya kupunya 😀 atau juga pernah kuberi snack atau minuman buat mereka kalau pas aku bawa, sambil bilang “keren mas, terus berkarya!”

Di samping semua itu sobat, ada yang bisa aku pelajari..

Bahwa apapun kondisi orang lain, walau Seniman Jalanan dipandang sebelah mata, kita belajar apresiasi mereka.

Selain apresiasi mereka, kita juga bisa mendukung untuk mengembangkan kapasitasnya. Mendukung itu banyak hal, nggak hanya soal dukungan materi. Kita bisa jadi teman mereka untuk sharing, saling memotivasi untuk maju.

Itu menurutku kawan..

Yang mana aku sedang terus belajar menerapkan semangat persahabatan universal. Sekali lagi, sedang berusaha 🙂

“Seniman Jalanan ada, untuk diapresiasi dan didukung untuk lebih meningkatkan kapasitasnya! 🙂 ” lukmanhanz