21 Jun

Puisi: Senja yang Sederhana

_20160629_203609

senja yang sederhana..

kududuk menghadap bintang kejora..

kunikmati riuh suara alam..

kesederhanaan membalut perasaan syukur yang tak dapat diungkap secara sederhana ini..

sadarkanku akan makna hidup, yang mana bahwasanya hidup untuk berguna dan bermakna..

ya.. sesederhana itu hidup kita..

kita saja rumitkannya hingga berbelit-belit seisi kepala..

sederhana saja.. seperti nikmati senja saat ini…

12 May

Puisi: Doa di Hutan Pinus

_20160629_204502

hembusan dingin angin senja

menembus sela pepohonan pinus

menerpaku

sadarkanku akan kerinduan

kehendak yang harus dihadapi

kehendak akan diri

dan kehendak lepaskan diri.

sungguh..

wewangian harum tebaran hutan segarkan jiwa

belaian lembut tanah berbukit bangkitkan perasaan

rona jingga pancaran langit tenangkan pikiran

oh.

seketika kedamaian karunia hutan semakin mendesakku

tak biarkanku pejamkan mata rebahkan raga, jiwa pun meronta.

Pulang lah raih mimpimu engkau pejuang asa!

lambai dedaunan gemulai.

Lanjutkan penjelajahanmu wahai jiwa musafir muda!

bisik angin yang semakin berisik.

Baiklah.

dalam tentram jemariku kan bangkitkan keluhuran impian.

dalam damai keyakinanku kan selalu berjalan di jalan yang lurus.

Baiklah hutan pinus.

11 Mar

Puisi ‘ku’ dan Mulai #PlankChallange!

Hati serasa sedih hari ini, kawan. Tantangan hari ini. Ya, seperti petualangan hari ini. Tantangan pun datang hari demi hari.

Tapi bagaimanapun, aku berusaha untuk hadapinya dengan senyuman 🙂

Kesenduan hari ini, kucoba ekspresikan dalam karya. Berpuisi. Kuberi judul ‘ku’.

_20160324_154851

..Kekasihku

masih pantaskah.

hingga ku tak mampu tau.

cinta sejati cinta semu.

hasratku kemarin.

mengundang kelemahanku. kebodohanku.

kuatnya juangku.

tak berdaya juga olehku.

saat ingin kubuang jauh-jauh aku.

kupungut lagi kehinaanku.

muncul jaya sombongku.

ternistakan lah aku.

bagaimana kah ini.

selalu.

bayanganku.

menghasutku. menjauhi..

kusadar. tak ada jalan lain.

teruslah ku berjalan.

lebih lurus. lebih jauh.

hingga ku mencapai..

Itu kawan.. Karya sederhana yang iringi kesedihanku 🙂

Tapi tak harus berhenti di sini hari ini. Cukup sedihnya. 😀

Aku temukan cara untuk segera merubah moody-ku hari ini. Olahraga!

Yeah! Aku akan coba ini, kawan..

30 Days #PlankChallange

Tantangan Plank selama 30 hari. 😀

Ya.. Untuk hari ini, dimulai dengan beberapa kali push-up dan 20 detik Plank dulu. Aku akan berusaha komitmen dan konsisten jalani #PlankChallange ini! 🙂

Aku pilih ini karena olahraganya simple, dan bisa dilakukan kapanpun dimanapun. Cocok banget buatku yang sering kali mobile dan melakukan perjalanan untuk tugas pengabdian di masyarakat.

Plank ini akan membentuk otot bahu, tangan, dan perut. Cocok untuk kondisiku yang perlu melatih otot tubuh. Memulai dari yang simple dulu.

Anyway, olahraga sangat efektif buat moodbooster hari ini. Setelah agak melow karena tantangan hidup 😀

So guys! Kesedihan memang akan selalu jadi tantangan hidup. Tapi bangkit untuk berbahagia dan ceria lagi adalah keharusan untuk hadapi tantangan itu! 😉

30 Aug

Kata Hati untuk Banyuwangi

Kanapi..

Mas Api-Api..

Begitu sebutanku..

Dari saudara-saudari..

Yang kenaliku..

Di Banyuwangi…

Sungguh..

Banyuwangi melekat di hatiku!

Aku belajar bahagia, rendah hati,

Dan teguh!

Meski tak seberapa waktuku di Tanah Blambangan..

Dan kini saatnya kulanjutkan petualangan!

Petualangan matangkan kehidupan!

Hei kawan..

Biarkan aku sedikit bercerita padamu..

Melalui kata-kata apa adanya dari hatiku..

Tentang Banyuwangi..

Semenjak bertemu pertama kali..

Hingga saat ini akan pergi..

Banyuwangi..

Pertama kali kujumpa denganmu..

Saat aku berumur termanisku..

17!

Masih sangat aku teringat..

Ke Banyuwangi..

Mendatangi momen bahagia salah satu sahabat baikku..

Saat dia menikah dengan gadis impiannya..

Di tanah kelahirannya, Banyuwangi..

Kesan pertama begitu manis ke Banyuwangi..

Mulai kukenali dan kusayangi kerabat di sini..

Tak terpikir sama sekali, di usia itu..

Ku sudah melanglang jauh, sendiri..

Saat malam teman seusiaku nyaman di ranjang..

Kupulang berdesakan dalam bus penumpang..

Ya.. Ke Banyuwangi.. pertama kali..

Lalu.. petualangan hidupku tentang Banyuwangi tak terhenti..

Kesempatanku untuk ikut menyumbang..

Menyumbang pada kebaikan masyarakat..

Masyarakat Banyuwangi..

Anak, Remaja, Pemuda, Dewasa..

Semua menjadi mitraku..

Semua menjadi sahabatku..

Semua menjadi keluargaku..

Kurasakan kebahagiaan, kepedihan, dan perjuangan mereka..

Dan tak hanya kurasakan.. aku berusaha terlibat dalam kehidupan mereka..

Ya.. banyak sekali kisah bahagia, sedih yang hanya sementara karna hanya bahagia yang sejatinya..

Kuterkesan dengan budaya makan!

Yang terinspirasi dari leluhur mereka, Minak Jinggo..

Kuterkesan dengan keramahan!

Yang kudapatkan dari saudara yang sudah kukenal maupun baru kukenal..

Kuterkesan dengan kerohanian!

Yang sedang terus ditumbuhkan masyarakat ini menjadi masyarakat yang lebih rohani..

Ya.. kuterkesan dengan Banyuwangi..

Dan.. perjalanan hidup harus berlanjut..

Tapi tenanglah kawan..

Aku masih akan terus kembali..

Ke tanah Banyuwangi..

Tanah yang mengajarkanku..

Kebahagiaan, kerendahan hati, dan keteguhan!

Tenanglah..

Kanapi akan kembali..

Ke Banyuwangi…

18:23 – 30 Agustus 2015, Stasiun Sumber Wadung Banyuwangi

16 Feb

Sebarkan Cinta.. Melalui Puisi Cinta

Sebarkan cinta

Kawan, sudahkah kita sebarkan cinta hari ini? Kepada siapa saja kita sebarkan cinta? 🙂 dan apakah kita merasakan kebahagiaan dari cinta itu.. 🙂

Sebarkan cinta

Salam cinta dari kita semua.. semua untuk cinta..

 

Aku mau menyebarkan cinta melalui untaian kata..

Berpuisi, berimaginasi dalam kata..

Sebarkan cinta…

Rindukah kita pada derajat yang untuk mana kita diciptakan..

Derajat yang mana kita benar-benar seorang manusia..

Derajat dasar manusia, adalah cinta..

Apa itu cinta..

Bagaimana, kenapa, kapan, dimana, cinta itu ada..

Semua kita hilang arah akan cinta..

Kehilangan arah akan asal dan tujuan kita..

Asal kita, cinta..

Tujuan kita, cinta..

Saat sadar asal dan tujuan cinta, hidup kan penuh cinta..

Oh, ini rupanya..

Sebab kita manusia hilang arah akan cinta..

Kita manusia lupa..

Melenceng dari jalur sebenarnya..

Akan asal, dan tujuan cinta..

Pantas saja, hidup tak penuh cinta!

Asal kita manusia, cinta..

Kau dan aku tau!

Bapak dan ibu bertemu..

Jadilah kau dan aku..

Dan itu bentuk sederhana cinta..

Karna cinta memang sederhana..

Kita yang melenceng lah, yang buatnya nestapa..

Asal kita manusia, cinta..

Kita manusia, sadar atau tak!

Dicipta oleh Sang Pencipta..

Sadar atau tak!

Sama saja..

Sang Pencipta mencipta semua..

Yang sadar atau tak..

Dengan cinta..

Asal kita manusia, itu cinta..

Sudah menjelaskan semua!

Dan tujuan kita manusia, cinta..

Kau dan aku tau, atau tak!

Kita manusia, dicipta..

Dengan cinta..

Tak hanya hidup begini..

Begitu..

Begini begitu saja..

Dicipta dengan cinta..

Sang ciptaan membawa pesan cinta..

Yang harus disampaikan..

Selama masa hidupnya..

Sang ciptaan lah, pengantar pesan cinta!

Sebarkan cinta, menjadi hidupnya..

Dan saat..

Sang ciptaan berasal dari cinta,

Bertugas tuk menyebarkan cinta,

Hidupnya tak dipenuhi cinta?

Tak!

Hidupnya penuh cinta!

Itu kawan! Puisi, imaginasi dalam kata yang sederhana..

Karyaku yang terinspirasi cinta 🙂

Cinta apa, bagaimana, kenapa, kapan, dan dimana..

Menurutmu, ku, kalian, kita semua?

Cinta universal 🙂

Itulah cinta yang paling dasar..

Yuk kita sama-sama diskusi, pelajari, pahami, dan terapkan cinta universal 🙂

Dan, sebarkan cinta universal! 🙂

“Cinta.. asal, tujuan kita manusia cinta. Jadilah manusia, penyebar cinta!” hanz