01 Mar

Puasa Hari #1

Kawan-kawanku! 🙂

Aku mau share petualangan hari ini. Petualangan spiritual, kawan! 🙂

Salah satu Tulisan Suci untuk perenungan puasa hari ini :)
Salah satu Tulisan Suci untuk perenungan puasa hari ini 🙂

Aku berusaha menerapkan Ajaran yang aku yakini, kawan.. Ajaran dari Sang Baha’u’llah. Agama Baha’i 🙂 Mungkin kalian ada yang pernah tau, atau mungkin ada yang belum tau juga 😀 it’s okey, kita saling share di sini..

Nah, berusaha menerapkan apa yang kuyakini ini, berkaitan dengan hari ini adalah hari pertama bagi umat Baha’i sedunia untuk menjalankan ibadah puasa.

Iya.. Dalam agama Baha’i pun ada Hukum berpuasa, sobat! 🙂 Puasa yang dilakukan selama sebulan penuh. Yang mana bulan Baha’i terdiri atas 19 hari. Jadi, puasanya 19 hari 🙂

Berpuasa.. Sebagaimana Ajaran Ilahi ajarkan untuk umat manusia, punya makna jasmaniah maupun rohaniah. Dalam Ajaran Baha’i juga begitu, sobat..

Makna jasmaniahnya, adalah saat kita menahan makan dan minum sejak matahari terbit sampai matahari terbenam.

Makna rohaninya, adalah saat-saat dimana kita berusaha meningkatkan kekuatan rohani kita, menjadi terlepas dari keakuan dan hawa nafsu, berusaha mendekatkan diri pada Tuhan Yang Maha Esa dan Maha Suci.

🙂

Puasa memang dianugerahkan pada manusia, supaya manusia mampu mengeluarkan potensi-potensi dan kekuatan-kekuatan rohaninya sebagai makhluk yang mulia, kawan.. 🙂

Kekuatan-kekuatan rohani seperti cinta, kasih sayang, kejujuran, kehormatan, kerendahan hati, kegembiraan, kemurnian, kedermawanan, memunculkan keluhuran dan kemuliaan manusia 🙂

Itu sekilas aku berbagi refleksi kerohanian hari ini, sobat! 😀

Aku sangat terbuka untuk kita saling berdiskusi. Aku merasa bahagia kalau kita bisa saling belajar 🙂

Anyway.. Masih hari pertama puasa 😀

Petualangan spiritual 18 hari ke depan pasti akan membahagiakan dan penuh makna 😀

Semoga aku pribadi menjadi pribadi yang baru, menjadi lebih rohani, menjadi manusia yang menerapkan kerohanian ke dalam perbuatan nyata untuk kebaikan bersama 🙂

Hmm.. Ini tadi sempet buka puasa bersama sama 3 teman Baha’i yang lain nih 😀

Kita di Jogja ada beberapa teman Baha’i. Yah selain kita juga bahagia kalau ketemu teman Baha’i, kita juga sama-sama berusaha berkontribusi untuk menyumbang pada kesatuan di masyarakat sekitar kita 🙂 karena itulah yang divisikan Baha’u’llah 🙂 yang Ajaran-Nya kita yakini dan berusaha menerapkannya.

Well.. Selamat beristirahat, sobat!

Besok petualangan akan lebih seru lagi 😀

11 Feb

Bedah Buku Agama Baha’i Unnes Semarang

Petualangan spiritual berlanjut hari ini, kawan! 🙂

IMG_20160211_102307

Di Universitas Negeri Semarang (Uness), aku mengikuti Bedah Buku Agama Baha’i dalam Lintasan Sejarah di Jawa Tengah karya Dr. Moh. Rosyid Dosen STAIN Kudus..

Acara ini seperti Bedah Buku yang aku ikuti di dua Universitas sebelumnya, kawan.. Di UIN Yogyakarta dan IAIN Surakarta. Berarti ini keikutsertaanku yang ketiga 😀

Memang semangat juang Pak Rosyid sebagai akademisi luar biasa. Buku ini memang mengulas tentang Agama Baha’i, tetapi Pak Rosyid sebagai akademisi juga meneliti Agama dan Kepercayaan yang lainnya, seperti Konghu Chu, Samin, dan lainnya. Pejuang keadilan dalam berkeyakinan, begitu prinsip beliau 🙂

Well di acara kali ini aku nggak terlalu ambil banyak foto kawan 😀

Suasana dialog Bedah Buku Agama Baha'i dalam Lintasan Sejarah di Jawa Tengah
Suasana dialog Bedah Buku Agama Baha’i dalam Lintasan Sejarah di Jawa Tengah

Aku lebih menikmati dialog yang dilakukan Bedah Buku kali ini, karena ada perspektif hukum dalam membedah buku ini, sebagaimana acara diselenggarakan oleh Fakultas Hukum Universitas Negeri Semarang 🙂

Aku pribadi belum terlalu memahami hukum seutuhnya, sobat.. Makanya aku tertarik 😀 Yaa sedang terus belajar!

Jadi memang fenomena Agama Baha’i beberapa waktu lalu memang tak lepas dari ranah hukum dan Undang-Undang, karenanya Kementrian Agama menyatakan suatu pernyataan bahwa Agama Baha’i adalah agama yang independen dan bukan aliran dari agama manapun, sehingga keberadaannya dilindungi konstitusi. Nah dibalik pernyataan itu kan jelas ada landasan hukumnya 🙂

Landasan hukumnya adalah dari PNPS pasal 1 ayat 1 1965 tentang keberadaan Agama-agama di Indonesia dan masyarakat sebagai pemeluk tiap-tiap Agama, jadi bukan soal status Agama diakui atau tidak diakui. Sehingga negara menjamin setiap orang tanpa terkecuali dilindungi konstitusi 🙂

Juga dari dasar hukum UU 1945 pasal 29 tentang bahwa setiap warga negara memiliki kebebasan dalam memeluk Agama sesuai keyakinannya 🙂

Wah membahas soal hukum jadinya berat dan dalam ya topiknya 😀 Yaa kita kan mesti belajar juga sobat, biar nggak buta hukum 😀

Tapi ternyata ada perspektif-perspektif hukum lainnya saat dialog ini. Yang mana pakar hukum, para dosen dan mahasiswa hukum di ruangan itu pasti paham 😀 sedangkan aku dan beberapa orang yang masih awam masih belum paham 😀

Well.. Menarik pembelajaran hari ini!

Belajar lebih lagi.. Petualangan itu untuk belajar lebih dan lebih lagi 🙂

30 Jan

Bertualang di Taman Kota dan Berdoa Bersama

Hari ini, yang mana aku masih ada di kota asalku, sobat.. Surabaya! Aku mencoba bernostalgia 😀

Kan petualang yang jarang pulang tuh, hehe..

Yah, mumpung masih di Surabaya, aku coba napak tilas masa lalu *halah berasa sejarah aja 😛

Nostalgia lah lebih tepatnya..

Salah satu yang bikin kangen dari Surabaya ini, selain ketemu keluarga dan sobat-sobat, juga bertualang ke taman kotanya 🙂

Jujur, sob! Dulu aku lebih sering ke taman kota dari pada ke mall 😀

Yah, sama-sama ademnya sih. Tapi ademnya beda. Adem alami dan adem buatan 😀

Dan memang karena aku lebih menikmati suasana alam dan ruang terbuka. Ya sesekali aja bertualang ke mol 😀

Sore ini aku sempatkan mampir dan menjelajah ke taman kota Kebun Bibit I Surabaya, yang berada di daerah Bratang. Kenapa namanya Kebun Bibit I? Karena ada juga Kebun Bibit II 😀 di daerah Wonorejo, kawan. Tapi aku belum pernah ke sana, haha.

By the way.. belom ada foto ya.. belum beli HP lagi, hehe..

Jadi, bayangkan dan imaginasikan saja ceritaku ini, kawan 😀

Waahh.. Saat aku bertualang di Kebun Bibit I ini, rasa kangenku terbayar saat menikmati suasananya. Adem rasanya pikiran, hati, dan mata.

Mengenang masa lalu..masa SMA dan masa kuliah, kan aku sering banget ke sini.

Saat seru-seruan bareng sobat-sobatku. Have fun bareng. Nongkrong dan becanda, belajar dan diskusi, main games outbond, seru deh.

Pernah juga kisah cinta masa muda kulalui di sini, haha *jadi malu* yah karena aku suka suasana alam, dia yang aku sayangi selalu aku ajak menjelajah taman kota. Yah, biar nggak cuman belanja di mall doang lah *katanya, hemat beb 😀

Dan juga, saat aku pengen meluangkan waktuku sendiri dan menikmati alam, aku sering ke taman kota. Merasakan kesejukan dan bisa mencari inspirasi.

Yah begitu lah nostalgia 🙂

Setelah secara jasmani terasa tersegarkan. Aku lanjutkan petualangan hari ini dengan bergabung sama kawan-kawanku para pemuda-pemudi yang mengadakan doa bersama. Nice, saatnya menyegarkan jiwa.

Aku ikut berdoa bersama dengan beberapa pemuda. Nggak terlalu banyak yang hadir hari ini. Tapi aku tetap merasakan kebahagiaan yang bersumber dari hati, karena memang doa adalah makanan rohani, kawan 🙂 Jadinya roh tersegarkan karena anugrah doa.

Setelah berdoa bersama, kita beberapa pemuda, juga bermusyawarah tentang bagaimana peran dan upaya kita untuk mengabdikan diri di masyarakat kita. Mengabdikan diri untuk secara berproses menyumbang pada kemajuan spiritual dan material masyarakat.

Very nice for adventure today!

Petualangan taman kota yang segarkan raga, dan petualangan spiritual yang segarkan jiwa.

Hope you guys can try it 🙂

19 Jan

Banyuwangi – Memahami Makna Kemauan dan Pengorbanan

Hari ini jalani petualangan yang mencari makna, sobat!

Masih belum ada foto ya 😀 belum beli HP lagi, yang hasil fotonya layak lah di post di blog 😀

Anyway, setiap hari kita selalu menjalani hari untuk mencari makna, bukan?

Bukan? Oh mungkin Anda termasuk orang yang sudah menemukan makna dari hidup 🙂

Kalau saya sih, masih terus mencari, hehe..

Aku rasa, ini salah satu cara menikmati hidup, kawan.. dengan bertualang mencari makna.

Nah, hari ini aku masih di Banyuwangi. Tepatnya di desa Yosomulyo. Aku bersama beberapa sahabat-sahabatku, mulai dari yang muda sampai orang dewasa dan orang tua, laki-laki dan perempuan, sama-sama belajar dan berdiskusi. Mendiskusikan makna dan penerapan.

Makna akan kehidupan spiritual, kawan 🙂 Jadi ini tentang petualangan spiritual 😀

Mendiskusikan tentang kekuatan dari kemauan.

Kita bisa melakukan sesuatu itu karena suatu dorongan. Ada motif atau pendorong, yaitu sesuatu yang membuat (mendorong) kita melakukan suatu hal tertentu.

Apa sesuatu itu?

Sesuatu itu ada di dalam diri kita, bersumber dari lubuk hati. Kemauan. Kemauan adalah wujud dari keyakinan yang mulai diterapkan. Penerapan dimulai. Keyakinan tak hanya di dalam jiwa. Kemauan mulai terapkan keyakinan dalam jiwa menjadi kenyataan tindakan.

Apapun keyakinan kita, kawan. Keyakinan dalam hidup ini selalu ada dalam hati setiap orang. Kekuatan kemauan lah yang mengeluarkan keyakinan itu menjadi tindakan.

Semakin besar kemauan, semakin besar juga upaya untuk menerapkan keyakinan, kawan. Jadi.. cara terbaik menguji keyakinan kita adalah dengan mengeluarkan kekuatan kemauan hingga terealisasi menjadi tindakan nyata.

Dalam hal ini, konteksnya adalah tentang spiritual, kawan. Saat kita yakin pada kesatuan umat manusia, maka keyakinan itu harus diterapkan. Kemauan untuk mengabdi pada sesama adalah dasar untuk memunculkan langkah-langkah selanjutnya untuk kebaikan umat manusia 🙂

Selanjutnya, mendiskusikan tentang makna dari pengorbanan.

Kawan. Setiap upaya itu perjuangan. Kenapa mau berjuang, pasti ada suatu dasar yang sangat kuat. Dasar yang sangat kuat itu adalah cinta. Itulah Anugrah Sang Pancipta kepada kita. Cinta menjadi dasar utama kita melalukan sesuatu, sesuatu yang sangat kita cintai.

Saat kita mencintai sesuatu yang sangat kita cintai, adalah sejatinya kita mengorbankan hal lainnya, melepaskan hal lainnya (ini menarik, melepaskan bukan berarti secara ekstrim sama sekali melupakan dunia, tapi bermakna ketidakterikatan pada dunia), untuk sesuatu yang sangat kita cintai. Itu makna cinta sejati, kawan. Dan cinta sejati sejatinya tertuju kepada Sumber Cinta Sejati, Yang Maha Cinta dan Maha Pengasih.

Membuktikan cinta kita kepada Sang Kekasih Sejati membutuhkan pengorbanan, keterlepasan, ketidakterikatan pada dunia materi. Karena hati manusia memang ditetapkan untuk mencintai Kekasih Sejatinya.

Jadi.. sedang terus belajar, kawan 🙂

Petualangan penuh makna hari ini!

Semoga hari kita selalu dinaungi Anugrah dari Sang Kekasih Sejati, kawan..

19 Dec

Mengundang Beberapa Kawanku Berdoa Bersama

Hari ini kunikmati petualangan spiritual, kawan 🙂

Anyway, gimana kabar kalian? Semoga selalu gembira ya 😀 gembira itu kekuatan rohani, kekuatan dari jiwa kita, kawan 🙂

Kenapa kusebut petualangan spiritual untuk hari ini? Karena kita, aku dkk (dan kawan-kawan) mengadakan pertemuan untuk berdoa bersama 🙂

Doa adalah sumber kekuatan spiritual 🙂 aku yakin banyak dari kalian yang setuju. Kalau nggak setuju ya boleh kok, sobat 😀

Dan, doa-doa yang kita panjatkan, bertujuan untuk kebaikan umat manusia, supaya umat manusia dapat hidup dalam cinta dan kesatuan 🙂 juga untuk lingkungan sekitar kita, juga untuk pribadi-pribadi kita, supaya jadi lebih baik lagi. 🙂

Dimulai dari Doa Pagi, kawan..
Teman-teman sepakat untuk berdoa bersama di UGM, di sekitar taman UGM.
Suasana pagi yang baru saja diguyur hujan gerimis membuat suasana jadi semakin sejuk..

Sejuknya udara pagi sesejuk jiwa kita yang telah berdoa pada Sang Pencipta Yang Maha Cinta.
IMG_20151219_061550-1IMG_20151219_061232-1IMG_20151219_061051-2-1Pagi yang indah.🌻

Dan, sorenya..

Petualangan spiritual berlanjut..

Menjemput sahabat-sahabatku
Menjemput sahabat-sahabatku

Aku undang beberapa sahabatku untuk datang ke tempatku dan kita berdoa bersama.

Doa bersama ini terbuka untuk siapa saja sahabatku dari berbagai keyakinan. Ada sahabatku yang Muslim, Kristiani, dan Baha’i. Beberapa aku undang. Karena aku yakin, saat kita berdoa bersama dalam kesatuan dan kerukunan, suasana juga akan sangat harmonis 🙂

Bukankah Sang Pencipta Yang Maha Cinta menghendaki suasana harmonis penuh cinta dari hamba-hambanya yang seperti ini? 🙂 Bisa kita renungkan, kawan..

Aku undang sekitar 15-an sahabat, ada laki-laki dan perempuan. Mereka semua para mahasiswa dari UGM, UPY, dan UIN Yogyakarta.

Berdoa bersama. Bergembira bersama.
Berdoa bersama. Bergembira bersama.

Tapi beberapa teman nggak bisa datang, so it’s okey 🙂 karena rencanaku juga akan adakan doa bersama secara rutin. Tentunya akan aku undang dan ajak diskusi kawan-kawanku.

Ya, kawan.. Doa bersama adalah salah satu ruang untuk membangun keharmonisan dan kesatuan antar umat beragama, keyakinan dan tindakan yang berusaha membangun kesatuan di tengah-tengah masyarakat kita 🙂

Kita sedang terus berusaha. Jadi, ayo berpartisipasi dan berkontribusi untuk masyarakat yang lebih baik, lebih bersatu.

It’s a beautiful day. I feel so happy 🙂

Jiwaku gembira, wajahku cerah.

Semoga kita selalu berbahagia dan terinspirasi oleh kekuatan doa, kawan..