29 Dec

Junior Youth Camp – Jakarta

Hi kawan!

Aku mau share tentang program Camp Kelompok Remaja yang diadakan di Jakarta! Wah di wilayah perkotaan saja kita bisa melakukan Camp ya! 😀 Nanti aku share, sobat..

Jadi.. Program pemberdayaan rohani remaja memang sudah berjalan dan berkembang di Jakarta. Program ini ditujukan untuk para remaja usia 11-15 tahun, yang bertujuan untuk menggali dan mengembangkan potensi dan kapasitas para remaja secara intelektual maupun spiritual.

Program ini terinspirasi dari ajaran agama Baha’i yang mana agama Baha’i mengajarkan tentang keesaan Tuhan, percaya bahwa semua agama adalah satu dan benar karena bersumber dari Sumber yang satu, serta ajaran tentang kesatuan umat manusia. Dan program remaja ini juga terbuka untuk siapa saja apapun latar belakangnya 🙂

Nah program Camp yang aku ikuti ini ada di 2 tempat, kawan.. Di wilayah Fatmawati tanggal 21-23 Desember dan di Bandengan Jakarta Utara tanggal 26-28 Desember, yang memang masa liburan anak sekolah. Itu salah satu alasan kenapa Camp ini diadakan, dan Camp ini sudah beberapa kali diadakan di Jakarta. Jadi konsep Camp itu digunakan karena program diadakan secara full dalam 3 hari. Nah karena belum memungkinkan untuk Camp di alam pakai tenda (ya suatu saat akan dilakukan 🙂 ), kali ini kita masih mengadakannya di rumah dan taman kota. 😀

Program-program yang dilakukan adalah pembelajaran materi, games dan olahraga, dan juga penampilan seni.

Setiap program yang dilakukan bertujuan untuk mengembangkan persepsi rohani para remaja, kekuatan ekspresi, serta struktur moral yang kuat, sebagaimana tujuan pengembangan kapasitas spiritual dan intelektual para remaja. 🙂

Pembelajaran materi, Camp kali ini para remaja belajar bersama buku Tiupan-Tiupan Penguatan, menceritakan tentang Musonda, remaja putri yang mulai memikirkan tentang masa depannya dan akan menjadi apa dia di masa depan. Di buku itu para remaja saling belajar dan mengeksplorasi konsep-konsep harapan, impian, usaha, dan di dalam setiap usaha akan selalu ada penguatan dari Tuhan. Sistem pembelajaran adalah diskusi yang ditemani animator, yaitu para muda-mudi yang lebih dewasa dari para remaja, yang berperan sebagai sahabat mereka dalam proses belajar.

_20161226_135334

Materi “Tiupan-Tiupan Penguatan”

Suasana diskusi yang interaktif

Suasana diskusi yang interaktif

Diskusi dalam kelompok-kelompok kecil

Diskusi dalam kelompok-kelompok kecil

Kegiatan games dan olahraga, dilakukan bersama dengan suasana ceria. Ada berbagai games untuk mengembangkan kepekaan remaja tentang konsentrasi, kerja sama, dan kreativitas.

Games kelompok untuk keceriaan bersama

Games kelompok untuk keceriaan bersama

Games untuk membangun kebersamaan dan persahabatan

Games untuk membangun kebersamaan dan persahabatan

Dan untuk penampilan seni, para remaja belajar mengekspresikan potensi-potensinya melalui berbagai bentuk seni, yang mana seni itu dapat menyumbang pada kesatuan dan kebaikan dalam masyarakat.

_20170111_125649

Belajar mengekspresikan dan mengapresiasi

Ekspresi seni untuk menyumbang pada kebaikan masyarakat

Ekspresi seni untuk menyumbang pada kebaikan masyarakat

Itulah kawan, salah satu kegiatan yang sedang dilakukan untuk membangun pemahaman dan upaya tentang kesatuan di masyarakat. Masyarakat Baha’i sedang menyumbang dan juga dengan terbuka siap bekerja sama dengan setiap orang dari berbagai latar belakang untuk bersama membangun kesatuan di masyarakat.

🙂

What a joyful moment in the end of 2016 😀

07 Mar

Bertualang di UnDip Semarang dan Berdiskusi dengan Sahabat Unnes

Sobat!

Hari yang cerah pagi ini di Semarang, kawan! 🙂 Dan aku sedang diii…

_20160307_163434

Yeah, Universitas Diponegoro Semarang! 😀 Menjelajah dunia kampus tema petualangan hari ini sobat..

_20160307_174058

Dan menjelajahinya dengan berjalan kaki. Motor petualang titipkan dulu di parkiran 😀

Keliling kampus, jelas aku menuju public space di lingkungan universitas.. yaitu perpustakaan!

_20160307_174113

Sobat! Niatku bertualang di Universitas Diponegoro kali ini ya untuk mencari inspirasi dalam berimaginasi, juga untuk menambah sahabat baru dengan para mahasiswa. Perpustakaan jadi tujuan yang logis bagiku yang sudah jadi mantan mahasiswa 😀 dan belum punya kawan di UnDip.

_20160307_174129

By the way, fasilitas di perpus UnDip ini cukup bagus kawan. Selain itu, untuk umum dikenakan biaya administrasi yang sangat murah, Rp. 2 ribu saja! Sangat sangat terjangkau dibandingkan investasi ilmu dari buku-buku di dalamnya 🙂

Eh ternyata perpustakaan masih sepi 😀 Yah baca-baca sendiri deh.

IMG_20160307_093524

Jadi aku ambil 3 buku ini, kawan!

IMG_20160307_113400

Buku dari Paulo Coelho, buku kumpulan Esai dan Cerpen, juga tips menciptakan Cerpen yang hebat. 😀

Ya sobat! Dari buku-buku itu memang sudah jelas sangat terkait dengan tujuanku yang sedang mengarang karya-karya fiksi. Yah dari buku-buku itu aku mendapat wawasan yang sangat menarik! 🙂

Berikut ini aku sedikit share apa saja yang aku dapatkan yaa…

  • Aku harus beli buku karya Pramoedya Ananta Toer dan Paulo Coelho! 😀 dari bacaan itu, aku perlu belajar dari mereka, kawan.. 🙂 aku akan nikmati karya mereka, seperti aku akan nikmati prosesku berkarya..
  • Dari tips yang kudapatkan, ada 3 hal simple tapi powerful! Adalah : write – write some more – keep on writing! Ya.. Inilah berkarya 🙂
  • Aku belajar, kawan.. Bahwa memang sangat perlu ke perpustakaan. Nikmati suasana keheningannya, alami pengalaman berinteraksi dengan buku, dan hanyutlah dalam samudra kata-kata. Aku akan coba secara konsisten untuk ke perpustakaan! 😉

Yeah itu sobat!

Dan petualangan belum berakhir hari ini! 😀

Setelah baca-baca di perpustakaan dan aku belum dapat kesempatan untuk berkenalan dengan mahasiswa di sini, aku putuskan lanjutkan jalan-jalan..

Eh ternyata ada taman kampus 🙂 lumayan asri, tapi agak kurang terawat.. *semoga pihak universitas lebih merawatnya, bahkan menjadikannya lebih indah.. Nih gambar-gambarnya..

_20160307_174238

_20160307_174313

_20160307_174221

Setelah dari UnDip! Sorenya aku menuju ke Universitas Negeri Semarang, sobat!

Di Unnes ini aku sudah punya kawan.. 🙂 sore ini kita lanjutkan diskusi tentang agama Baha’i, pengabdian di masyarakat, dan perspektif Hukum, karena sahabat-sahabatku di sini adalah mahasiswa dan dosen Fakultas Hukum. 🙂

_20160308_162930

_20160308_163001

Diskusinya menarik sekali, kawan! 😀 panjang lebar kita berdiskusi, dengan semangat persahabatan tentunya! 🙂

Beberapa hal yang kita diskusikan aku bagikan deh..

Kita saling belajar memahami perspektif masing-masing. Teman-teman yang bidangnya Hukum ini juga sedang mencoba memahami tentang agama Baha’i, karena mereka juga ada yang baru tau tentang Baha’i.. Aku pun belajar perspektif Hukum dari mereka. 🙂 Mereka di bidang Hukum Tata Negara.

Dan, kita saling diskusi tentang kesatuan umat manusia, yang mana memang itu adalah tujuan utama agama Baha’i, juga kaitannya dengan Hukum Tata Negara. Bagaimana penerapan hukum di Indonesia terhadap mukmin Baha’i.

Lalu, kita juga sepakat bahwa diskusi kita adalah bagian dari proses berkelanjutan, proses yang akan bersama-sama meningkatkan kapasitas dan juga menerapkannya dalam pengabdian pada masyarakat kita 🙂

Ya.. Kita akan terus belajar dan berusaha, kawan! 😀

Wah it’s beautiful day!

02 Jan

Doa Bersama Sebagai Ruang Pembentuk Kesatuan dan Keharmonisan Masyarakat

Kawan..

Aku mau berbagi tentang pengabdian yang aku pelajari dan terapkan di masyarakat 🙂

Kesatuan dan keharmonisan dalam masyarakat yang beragam

Kesatuan dan keharmonisan dalam masyarakat yang beragam

Masyarakat itu beragam. Latar belakangnya bervariasi. Mulai dari jenis kelamin, usia, suku, ras, agama, pendidikan, bahasa, budaya, dan beragam realita lainnya.

Tenang kawan, aku bukan mau membahas hal yang sensitif yang mengarah pada perdebatan dan perselisihan, misal terkait isu SARA 🙂

Aku di sini mau berbagi opini dan gagasan sesuai apa yang kupelajari dan alami, dan hal ini berkaitan dengan pengabdian di dalam masyarakat.

Ya.. Dengan beraneka ragamnya latar belakang masyarakat, tentu sangat mempengaruhi kehidupan. Pengaruh keragaman masyarakat itu, kalau kita melihat realitanya, ada yang menimbulkan bentrokkan dan perselisihan, tapi tidak sedikit juga bentuk-bentuk keharmonisan.

Perselisihan, bentrokkan, perdebatan yang menimbulkan perpecahan dalam masyarakat bersumber dari prasangka. Dan, prasangka itu sangat besar faktornya dikarenakan ketidaktahuan. Benih prasangka muncul, dan dikuatkan menjadi rasa kebencian. Mencuatlah perselisihan.

Tapi ada juga upaya-upaya di dalam masyarakat yang bertujuan untuk membangun keharmonisan dan kerukunan. Upaya-upaya itu didasarkan pada kesadaran bahwa kita semua hidup berdampingan sebagai manusia. Toh akan lebih baik dan bermartabat saat kita saling berbagi kasih dan hidup dengan semangat persaudaraan.

Well.. Aku melihat dan belajar realita-realita itu, kawan.. Saat aku sedang dan terus belajar menerapkan pengabdian untuk masyarakat 🙂

Yang aku pelajari dan terapkan, bahwa sesungguhnya manusia adalah makhluk spiritual, makhluk rohani, yang mempunyai derajat kemuliaan yang luhur. Manusia adalah makhluk yang mulia.

Aku percaya semua Agama mempercayai hal ini, dan juga mengajarkannya untuk setiap umatnya, bahwa manusia itu mulia 🙂

Untuk itu, manusia mempunyai potensi-potensi kerohanian yang luar biasa. Karena itulah derajat manusia, berkah manusia dari Sang Pencipta.

Doa, adalah salah satu sumber kekuatan potensi rohani itu kawan 🙂 Ya, selain itu juga, sumber kekuatan rohani adalah berusaha menerapkan dan mentaati Bimbingan Sang Pencipta 🙂 melalui Ajaran sesuai keyakinan masing-masing.

Kali ini aku mau mendiskusikan tentang doa, kawan.

Kekuatan doa akan memunculkan potensi kekuatan rohani dalam diri manusia. Berkah Sang Pencipta akan menaungi kekuatan rohani untuk manusia.

Semua manusia, tak dibedakan asal usulnya, derajatnya, suku dan rasnya, agamanya, semua sederajat dalam pandangan Sang Kuasa. Semua manusia mempunyai potensi kekuatan rohani itu.

Saat potensi kekuatan rohani itu dicurahkan di masyarakat kita, bukannya berkah yang luhur akan menaungi masyarakat?

Saat semua anggota masyarakat, apapun perbedaan realita fisiknya, yang mana di Hadapan Tuhan semua adalah sederajat, turut berdoa bersama, menciptakan harmoni dan bersatu dalam doa, apapun keyakinannya dan sesuai agamanya, bukankah akan menciptakan semangat cinta dan kesatuan dalam masyarakat?

Dan bukankah cinta dan kesatuan itulah, dasar Ajaran dan Bimbingan setiap Agama?

Lalu, bukankah Sang Kuasa Yang Maha Cinta berkehendak agar para hambanya menciptakan keharmonisan dan kesatuan yang penuh cinta?

Hal ini semua untuk kita renungkan dan upayakan, kawan 🙂

“Doa bersama sebagai ruang menciptakan keharmonisan dan kesatuan, karena Berkah Sang Maha Kuasa dicurahkan pada masyarakat yang bersatu penuh cinta” lukmanhanz

04 Feb

Pengabdian Masyarakat di Jawa Tengah

HEEEYYY KAWAN!!! 😀

Antusias banget hanz?

Yes! Jadikan harimu antusias, kawan! 😉

Well, aku akan lanjutin cerita tentang ‘Masa Pengabdian‘.

Seperti yang aku bilang dari cerita Masa Pengabdian itu, tugas dan kesempatanku untuk melakukan pengabdian masyarakat berada di wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Bali.

1381277_171020466426999_1865141621_n-1

Nah, sekarang aku mau cerita pengalaman dan pembelajaran yang aku dapatkan selama melakukan pengabdian masyarakat di Jawa Tengah. 🙂

Di Jawa Tengah, aku bekerja sama dengan beberapa rekan kerja di beberapa kota, antara lain: Pati, Semarang, Solo, Karang Anyar, Klaten, Magelang, Bantul, Sleman, dan Jogjakarta.

Apa yang kita semua lakukan?

Ya.. bersama-sama, siapapun kita, apapun latar belakangnya, membangun kesatuan, baik pikiran dan tindakan, untuk berpartisipasi dalam pengabdian masyarakat untuk membangun kesatuan masyarakat. 🙂

1402465338604Misalnya yang kita lakukan di Pati, Klaten, Karang Anyar, Bantul dan Magelang.. bersama-sama dengan orang-orang dewasa dan pemuda di sana, kita bermusyawarah, menganalisa realita masyarakat untuk menentukan pengabdian masyarakat apa yang bisa kita lakukan di masyarakat tersebut, untuk kebaikan bersama. Ya, kita bermusyawarah dan bertindak bersama, karena kita yakin semua orang yang ada di dalam masyarakat bisa mengambil peranan penting dalam pengabdian.

SAM_4426Dan pengalaman di Semarang, Solo, Sleman, dan Jogja.. kita bersama-sama pemuda, para mahasiswa, dan juga orang dewasa, belajar bersama, bermusyawarah, dan juga bertindak melakukan pengabdian masyarakat untuk membangun kesatuan masyarakat.

Meskipun yang kita lakukan masih langkah awal dan tentunya belum meluas dan mempengaruhi perbaikan secara besar-besaran, tapi keyakinan dari usaha kita adalah bahwa kita sedang menyumbang ke kesatuan masyarakat, dan kita berusaha bersama-sama para anggota masyarakat sekitar untuk melakukan pengabdian masyarakat itu.

Perjuangan untuk mengabdikan diri ke masyarakat membutuhkan proses panjang dan konsistensi untuk terus berusaha berkelanjutan, untuk mewujudkan kesatuan masyarakat.

Melalui musyawarah, bertindak, dan refleksi bersama dari tindakan itu untuk belajar lebih lagi, kita sedang terus berupaya.. 🙂

Gimana menurut kalian sobat? Ada pendapat tentang pengabdian masyarakat dan upaya membangun kesatuan masyarakat? 🙂

Yes! Bagi kita semua yang pasti peduli pada masyarakat kita, dan mengharapkan perbaikan pada masyarakat 🙂

Let’s discuss…

“Ayo kawan bersama-sama belajar dan melakukan pengabdian masyarakat di Jawa Tengah, untuk kesatuan masyarakat! 🙂 ” hanz

26 Jan

Anggota-Anggota Masyarakat dalam Pengabdian

Guys,

Apa kabar? Kabar baik? 🙂

Ayo kita diskusi.. aku mau sharing tentang salah satu aspek yang aku pelajari dari pengabdian di dalam masyarakat.

Aspek dalam masyarakat yang kita bahas ini adalah tentang anggota-anggota yang ada di masyarakat, ada anak-anak, para remaja, pemuda-pemudi, dan para orang dewasa.. Read More