04 Aug

Tulisan Tangan

Tulisan tangan (hand writing) lebih memunculkan rasa dalam berkarya saat proses kreatif menulis.

IMG_20170804_111620_652

Rasanya nikmat. Menyenangkan. Bagi pecinta kopi, menyeruput kopi adalah saat ternikmat. Bagi yang suka es krim, hari serasa menyenangkan saat menikmatinya.

Dalam prosesnya memang tetap perlu memanfaatkan teknologi. Setelah tulisan tangan sudah jadi, baru diketik dan diterbitkan. Tapi bagiku, proses menciptakan karya akan memiliki cita rasa saat tangan menggenggam pensil dan mulai mengalirkan rangkaian kata menjadi suatu kisah di atas lembar demi lembar kertas.

Di sini lah proses menikmati proses. Proses kreatif menulis. Ada kalanya aliran kata begitu mengalir lancar, deras bahkan. Ada kalanya juga melakukan kesalahan atau ketakcocokan kata atau frasa, itu kenapa menggunakan pensil sangat ideal karena bisa dihapus. Dan, bisa juga aliran yang sebelumnya mengalir lancar, tiba-tiba tersendat. Buntu.

Ya.. Semua proses dinikmati. Dan saat setiap proses ditekuni, kapasitas meningkat.

25 Apr

Ngantor di Perpustakaan

Sobat! Selama ini kan memang aku berusaha menulis karyaku maupun proyek-proyek menulis kapan pun dan di mana pun, karena memang itu idealnya para penulis yang berhasrat menulis. Kapan? Kapan pun. Di mana? Di mana pun.

Semacam random banget ya? 😁 Tapi makna dari ‘kapan pun dan di mana pun’ sebenarnya adalah, konsistensi menulis dalam kondisi apapun. Aku sedang terus belajar menerapkan standart itu, kawan. Tidak mudah memang. Menantang. Dan tantangan paling utama adalah, diri sendiri.

Nah, selain berupaya konsisten menulis dalam kondisi apapun, perlu juga langkah yang sistematis. Terkadang perlu juga menentukan waktu dan tempat.

Dan setelah bertualang mencari tempat yang cocok untuk melanjutkan berkarya di ibu kota ini, aku menemukan tempat yang bikin nyaman di hati, adem di kepala, sama ramah di kantong 😁

Yes! Perpustakaan Nasional!

IMG_20170502_103023_206

Selain akses untuk membaca banyak literatur, di sini aku juga mulai bertemu dan berkenalan dengan orang-orang baru, belajar dan berbagi dengan mereka. Serta, aku juga merasa enjoy banget berkarya dan berimajinasi di ruangan yang tenang dan beraroma buku.

So.. Yang selama ini aku menulisnya/ngantornya di perjalanan (bus, kereta, pesawat), di taman, di cafe, di kosanku juga, nah sekarang baru ketemu kantor yang agak mendekati suasana kantor lah 😁

Yaa.. memang kesukaanku juga sih, ngantor sambil bertualang..

Jadi begitu guys, sekilas tentang cara ngantorku dan kantor baruku..

02 Mar

Penulis yang Moody atau … ?

Sobat! Aku mau sedikit share nih. 😀

Kali ini tentang petualangan menulis.

IMG_20170302_113350_802

Menurutku ya.. Sejauh mana sampai saat ini kunikmati proses dalam dunia kepenulisan, ada dua tipe penulis.

Penulis yang menulis di kala sedang moody, dan penulis yang berusaha menulis setiap hari.

Standar penulis, yang memang benar-benar berhasrat menulis, seyogyanya menerapkan tipe yang kedua.

Bagiku saat ini, yang sedang terus berusaha untuk konsisten menulis, pilihan pertama masih tetap mengujiku, moody masih menghantuiku dalam proses kreatif menulis. Saat semangat, semangat sekali. Saat mager, ya pensil pun ikut mager, haha!

Padahal imajinasi sudah menari-nari, kerangka karya fiksi sudah jadi. Nah, selanjutnya harus konsisten gerakkan jemari.

Well, ini kali ya yang namanya passion pun harus diuji untuk benar-benar menjadi passion.

Gimana dengan petualanganmu, sobat?
Apa passion-mu? Dan apa yang menguji passion-mu?

Yuk saling share dan meningkatkan passion sama-sama 😀

09 Dec

Menulis dan Menghapus..

Hi kawan! 😀

Gimana kabar harimu? Semoga tetap sehat dan bergembira ya! 😉

Iya sobat, menurutku (dan aku yakin menurut banyak orang juga sih, hehe) sehat dan gembira itu adalah dua anugrah terindah dalam hidup ini 🙂

Nah kali ini aku mau share tentang proses kreatifku dalam menulis, kawan..

img_20161124_162443

Yass!

Aku menulis karyaku dengan tangan menggunakan pensil di atas kertas. Menurutku, hal itu jelas memiliki karakter khas sejatinya penulis: tulisan tangan dengan pensil/pena di atas kertas.

Kenapa aku sebut karakter khas penulis? Karena sejak dahulu kala, asal mulanya penulis ada, adalah menulis di atas kertas dengan tangan menggunakan pensil, pena, atau bahkan bulu angsa yang diberi tinta, itulah karakter khas penulis.

Aku share seperti ini karena karakter menulis mengalami perubahan pada zaman sekarang dengan kemajuan teknologinya. Saat ini, proses menulis dipermudah dan dipercepat dengan menggunakan komputer ataupun gadget.

Ulasanku di sini bukan berarti aku menentang atau menolak kemajuan teknologi untuk digunakan para penulis, lho. 😀 Toh buktinya aku juga memanfaatkan teknologi (ya blog ini) untuk berbagi karya-karyaku. 😀

Poin utama yang mau aku bagikan adalah, bagaimana aku menikmati proses kreatifku dengan menulis karya-karyaku sesuai karakter khas penulis 🙂

Yaa mungkin memang seperti agak ribet karena harus bekerja dua kali (menulis tangan dan mengetik), tapi bagiku itulah proses kreatif yang sangat kunikmati.. 😀

Dan setelah kuselesaikan karyaku dengan tulisan tangan, lalu kuabadikan dengan mengetiknya, dan kubagikan di blog ini, proses selanjutnya adalah menghapus tulisan itu.

img_20161205_162551

Ini adalah juga bagian dari proses, kawan..

Proses menghapus tulisan pun, seperti menghapus kisah yang telah lalu, untuk melanjutkan menulis di lembaran-lembaran yang kembali kosong untuk kisah masa depan.

Ya, baru terpikir sih, seharusnya sayang juga kalau hasil karya orisinal harus dihapus 😀

Sebenarnya sih karena saat ini menulis masih terbatas di satu buku tulis saja, hehe.. Ya nanti kalau sudah bisa mengumpulkan buku-buku tulis, bisa juga disimpan untuk kumpulan tulisan tangan 😀

*Iya, bisa jadi tuh.. Ini benar-benar ide baru terpikirkan saat aku menulis ini lho! 😀

Jadi, nantinya gak perlu proses menghapus lagi ya! 😀

Baiklah, aku akan mulai mengumpulkan sedikit demi sedikit buku tulisnya!

Well, sobat..

Itu sekilas proses kreatif yang aku bagikan dalam prosesku berkarya 🙂

Kuharap kalian semua menikmati harimu, dan tetap sehat dan berbahagia! 😀