01 May

Menikmati Mengarang Lagu. Lagu Berjudul “Surgaku”

Wiihhh..Β Dari judulnya aja udah heboh hanz.

Mengarang lagu! πŸ˜€

Apalagi judulnya yang fenomenal, “Surgaku”.

Waahhh..Β By the way, itulah ekspresi hatiku saat itu kawan πŸ™‚

Ya memang aku sudah create lagu ini beberapa waktu yang lalu. Baru kali ini aja aku share.

Yah.. Itu ekspresi keindahanku akan musik, dan secara alami mengalir dalam sanubari *widih* jadilah karya sederhana ini.

Aku yakin aku masih belajar kok, sob..

So just enjoy art πŸ™‚

Just simple, so simple πŸ™‚
IMG_20151130_152145-1Dari lirik dan chord-nya yang sederhana, bisa dibayangin lah ya kalau karyanya masih amatiran, hehe..

Well.. Gimanapun aku mencoba berbagi makna dan ekspresiku, kawan..

Dari lagu ini..

Aku merasakan dan melihat, kita, manusia, telah dikenalkan dengan Surga.

Para Pembimbing umat manusia, selalu membimbing kita akan Surga.

Kita, manusia, memahaminya dengan sangat beragam. Tapi ada kesamaan dari kita semua memahami akan Surga.

Ya.. Surga adalah kebahagiaan.

Kebahagiaan yang seperti apa?Β Nah, ini akan kembali lagi pada beragam versi pemahaman kita akan Surga itu πŸ˜€

Well.. Di lagu itu, kuekspresikan bagaimana kita, umat manusia, sedang berusaha menggapai Surga.

Usaha keras, tulus dan murni.

Hingga kita merasakan Surga yang sebenarnya berada sangat dekat di dalam kita.

Di dalam mana?

Aku sendiri, kamu, kawan.. Kita sendiri lah yang bisa rasakan.

Surga itu lebih dekat daripada urat nadi.

Perjalanan hidup kita lah yang akan terus renungkan dan cari makna ini.

Well..Β Itu ungkapan ekspresiku πŸ˜€

By the way, versi audio-nya belum aku rilis ya *berasa artis aja πŸ˜€ *

Maaf belum siap mental, kawan.. Karena suaraku yang standart-nya level vokal kamar mandi 😁

Thanks guys!

“Ekspresi menikmati seni, dengan menikmati mengarang lagu, yang semoga bisa beri arti.” lukmanhanz

26 Apr

Nggambar Terinspirasi dari Sangkar

Sobat!

Saatnya menikmati berkarya seni hari ini!

Kali ini aku mau menikmati seni β€˜nggambar’, kawan.

Yah, kalau bagi β€˜arek Suroboyo’ menggambar disebut β€˜nggambar’ πŸ˜€

Inilah karya sederhanaku, kawan..

12633696_10209082552723605_206410264113074365_o

Silahkan deh, langsung diinterpretasikan sesuai versi kalian masing-masing, sobat! πŸ™‚

Aku terbuka dengan setiap pandangan dan setiap masukan πŸ™‚

Ya karena seni itu untuk dinikmati, dipelajari, dan semoga bisa menginspirasi πŸ™‚

Karya sederhana ini berasal saat aku terinspirasi dengan tema β€˜batasan kebahagiaan’.

Itu tergambar dari simbol sangkar yang aku ibaratkan sebagai batasan. Dan tawa riang gembira dan hati bersayap terbang bebas yang kuibaratkan sebagai kebahagiaan.

Dari situ, mulai jelas ya.. gimana maksud dari yang aku gambarkan πŸ˜€

Ya, kawan..

Sangkar sebelah kiri, yang mana masih tertutup rapat, menandakan keterbatasan suatu kondisi. Bahagia memang dirasa. Tawa tampak nyata. Itu kumaksudkan tentang kebahagiaan yang bersumber dari dunia materi, kawan. Dunia materi ini terbatas. Ya terbatas pada yang ada di dunia ini saja. Saat kita mempunyai dunia materi ini. Bahagia rasanya. Ya memang benar adanya πŸ™‚

Sangkar kanan, yang telah terbuka, menunjukkan keterlepasan dari batasan yang mengikatnya. Bahagianya berada di standart yang berbeda. Bahagia yang hakikat. Bahagia yang bersumber dari jiwa. Hal ini aku maksudkan sebagai hati yang terlepas dan terbang bebas meninggalkan sangkar yang membatasinya. Saat jiwa kita tak terikat pada dunia materi, jiwa merasakan kebebasan dan kebahagiaan. Dan itu juga benar adanya πŸ™‚

Aku di sini bukan untuk membenarkan yang satu atau menyalahkan yang lain, kawan..

Tapi, berkarya seni untuk berbagi perspektif. Bahwa kebahagiaan itu ada beberapa perspektif. Mungkin kalian bisa juga berbagi perspektif yang lainnya, sobat!

Dan dari perspektif itu, selanjutnya adalah pilihan, dan kita sendiri lah yang tentukan. Pilih kebahagiaan yang mana untuk hidup kita. Sebagaimana hidup itu pilihan kita πŸ™‚

Ya.. itulah pandanganku, kawan. Yuk, silahkan yang mau berbagi pandangannya.. untuk kita saling memperkaya pandangan dan pemahaman πŸ˜€

β€œMenikmati seni dengan nggambar perspektif tentang kebahagiaan. Kebahagiaan yang mana yang dipilih dalam kehidupan, itu pilihan kita, kawan!” lukmanhanz

19 Apr

Bergembiralah.. Seperti Bimbingan Abdul-Baha

Hi kawan! πŸ˜€

Hari ini saatnya berekspresi seni untuk menikmati seni πŸ™‚

Kali ini aku mau share sebuah lagu sederhana hasil karyaku yang masih sederhana juga πŸ˜€

Lagu ini terinspirasi dari Bimbingan Abdul-Baha, kawan πŸ™‚ Ya, Abdul-Baha adalah seorang Suri Tauladan bagi kita manusia. Seorang yang benar-benar menerapkan Ajaran Baha’u’llah tentang cinta, kesatuan, kerohanian, keluasan wawasan dan kearifan πŸ™‚

Di lagu ini aku terinspirasi akan Bimbingan Abdul-Baha tentang kegembiraan, kawan πŸ™‚ Bergembiralah.. πŸ˜€

_20160217_183403

Yaa.. Meskipun in English πŸ˜€ aku yakin sobat semua bisa memahaminya, ya kan.. πŸ˜€

Yaa.. Nadanya juga sederhana sih, chordnya juga sederhana toh.

Tapi kalau minta versi audionya, kapan-kapan aja ya, hehe..

Yaahh, suatu saat kalau aku sudah siap lahir batin πŸ˜€ aku bakal share versi audio lagu ini kawan πŸ™‚

Jadiii… Ayo sobat! Bergembiralah! πŸ˜€

Karena seperti Bimbingan Abdul-Baha.. Kegembiraan kita, bisa sebabkan kegembiraan orang-orang di sekitar kita πŸ˜€

03 Feb

Menikmati Musik Memainkan Harmonika

Kawan!

Hari ini aku mau share tentang menikmati musik πŸ™‚

Yea.. aku bukanlah seorang yang ahli bermusik, sobat! Tahapku masih benar-benar menikmati musik πŸ™‚

Pernah (sering bahkan), kapasitasku bermain musik diejek πŸ˜› β€œjelek banget mainnya bro!”

Haha.. dulu sih sempet jadi minder.

Tapi, itu tak kupedulikan lagi, kawan πŸ™‚ Karena aku hanya mau memainkan musik dan menikmatinya πŸ™‚ Itu saja.

Karena saat aku memainkan dan menikmati musik, aku merasakan daya imaginasiku mengalir. Nikmat sekali rasanya. Rasa ini dulu tak kurasakan. Itu makanya aku baru sadar baru-baru ini saja πŸ˜€

Sekarang ini, baru beberapa alat musik saja sih yang bisa aku mainkan dan nikmati.. gitar, keyboard (kalau pas di rumah temen ada keyboard πŸ˜€ ), sama harmonika *wah berasa koboi*.

IMG_20150228_071937

Nah aku mau share tentang menikmati bermain harmonika, kawan πŸ™‚

Harmonika ini salah satu alat musik yang baru-baru ini saja aku mainkan, kawan. Dari dulu aku belum pernah memainkan alat musik tiup ini. Jadinya, aku masih newbie nih πŸ˜€

Tapi.. karena berprinsip β€˜menikmati musik’ πŸ™‚ jadi lah, aku mencobanya, menikmati memainkannya. Ini motivasi utama, sobat!

Lalu, alasan selanjutnya.. karena harmonika itu praktis, kecil, gampang dibawa kema-mana πŸ˜€ Yah aku yang selalu bertualang kemana-mana, masih bisa lah menikmati bermain musik tanpa harus membawa alat musik yang ribet πŸ˜€

Jadi bener-bener berasa jadi koboi, sobat. Kalau lagi di perjalanan gitu, sedang menikmati berimaginasi, kumainkan harmonika, tiup dan hisap udara melewati lubang-lubang harmonika.

Apa aku langsung bisa? Langsung jago? Jelas enggak! πŸ˜€ Hukum semesta yang tak bisa dipungkiri, kawan.. Kalau mau ahli, harus terus belajar dan berlatih!

Tapi, saat aku menikmati bermain harmonika, secara alami aku juga belajar dan berlatih, kawan πŸ™‚ Ya.. meskipun harus intens untuk jadi ahli.

Karena menikmati musik dan daya imaginasi lah.. aku sedikit bisa memainkan alunan nada sederhana, seperti nada mengheningkan cipta, sampai selamat ulang tahun πŸ˜€ Yah masih bisa yang gampang-gampang aja, sobat. Hehe!

Aku akan coba untuk menikmati dan belajar lebih lagi, kawan πŸ™‚ So, ada kah kalian yang sudah ahli dan mau menemaniku belajar? πŸ˜€

β€œVersiku menikmati bermain harmonika, berhasrat menikmati musik dan daya imaginasi saja modal awalnya. Selebihnya.. harus belajar, harus berlatih!” lukmanhanz