21 Sep

Mengabdi dalam Kelompok Remaja

Sobat.. Gimana kabarmu hari ini? 🙂

Semoga hari kita secerah harapan kita! 🙂

Nah, terkait tentang harapan.. aku mau share tentang generasi yang penuh harapan kawan 🙂

Ya.. generasi ini adalah generasi remaja.

Para remaja belajar berkontribusi pada kebaikan masyarakat
Para remaja belajar berkontribusi pada kebaikan masyarakat

Masa remaja, di kehidupan manusia itu sekitar usia 11-15 tahun kawan. Ya seusia SD kelas 6 sampai SMP. Memang usia-usia itu sedang mengalami masa transisi, dari anak-anak ke masa muda.

Mereka memiliki potensi sifat-sifat rohani seperti kejujuran, cinta kasih dan mencari kebenaran. Pikiran kritis mereka mulai muncul, rasa keingintahuan mereka akan banyak hal, dan energi mereka yang besar juga tak bisa dipungkiri.

Dan saat semua potensi itu diarahkan ke hal yang bermanfaat untuk kebaikan masyarakat, manfaatnya sungguh besar kawan 🙂

Kelompok remaja salah satu temanku. Mereka belajar materi "Tiupan-Tiupan Penguatan" yang mempelajari bahwa ketika kita berusaha, Tuhan akan memberi penguatan.
Kelompok remaja salah satu temanku. Mereka belajar materi “Tiupan-Tiupan Penguatan” yang mempelajari bahwa ketika kita berusaha, Tuhan akan memberi penguatan.

Kelompok remaja adalah ruang untuk memberdayakan semua potensi yang dimiliki para remaja, baik potensi spiritual maupun intelektual, untuk bisa mengabdi dan berkontribusi pada lingkungan masyarakat sekitarnya 🙂

Dalam kelompok remaja itu ada elemen materi, proyek pengabdian, dan kegiatan pelengkap seperti seni dan olahraga.

Aku dan kawanku, Ririk, juga akan membentuk kelompok remaja di Lempuyangan, Jogjakarta. Kita sudah mulai bersahabat dengan para remaja setempat :)
Aku dan kawanku, Ririk, juga akan membentuk kelompok remaja di Lempuyangan, Jogjakarta. Kita sudah mulai bersahabat dengan para remaja setempat 🙂

Upaya itu dilakukan atas dasar keyakinan bahwa para remaja memiliki potensi spiritual maupun intelektual yang sangat besar, yang bila diberdayakan akan mampu berkontribusi pada kebaikan bersama 🙂

Itu sebabnya program ini disebut Program Pemberdayaan Rohani Remaja.
Program ini memang terinspirasi dari Ajaran Agama Baha’i kawan 🙂

Masyarakat Baha’i di seluruh dunia menerapkan program ini sebagai bentuk pengabdiannya pada masyarakat dan pada kesatuan dan persatuan di masyarakat, hal yang menjadi tujuan masyarakat Baha’i seluruh dunia 🙂

Yang pada dasarnya, tujuan semua Agama adalah itu kawan 🙂 tujuan semua Agama Tuhan adalah cinta dan kesatuan. Itulah tujuan Agama Tuhan, yang mana Agama Tuhan adalah satu, karena semua Agama bersumber dari Satu Sumber Ilahi, Yang Maha Kuasa.

05 Dec

Masa Remaja Seorang lukmanhanz dan Keunikannya

masa remajaSobat! Aku mau curhat! 😀 Tentang masa remaja. Masa remaja berlalu tidak terlalu spesial bagiku.. *kasihan amat! Ada cerita, kisah pilu dalam masa-masa kelam yang juga tak akan terlupakan itu! *lho kok malah kayak sinetron 😛

Baru sekarang-sekarang ini aku sadar, meskipun tidak spesial ternyata masa remaja itu sangat penting bagi masa transisiku, dari anak-anak menjadi seorang pemuda..

Ya.. masa remaja sekitar umurku 11-15 tahun atau sekitar masa-masa SMP.

Percaya atau tidak, hanz kecil yang banyak tingkah seperti ceritaku itu berubah drastis menjadi remaja yang sangat-sangat aneh unik 😛

Hanz kecil yang punya banyak teman, kemana pun dia pergi selalu ramah dan supel ke semua orang.. Nah kok tiba-tiba jadi misterius (ceileh, haha) dan nggak punya banyak teman saat remaja..

Ada sih, teman atau sahabat yang kompak banget, itu pun bisa dihitung jari. Kita menyebut geng kita ‘F4’ (kan masih jaman tuh serial Meteor Garden 😀 ), yaitu 4 cowok cupu yang mencoba jadi keren dengan membuat band..

Jamanku SMP yang namanya cowok keren itu harus punya band. Nah kita F4? Ya band gak jelas yang kalau latihan pada gak bisa kompak, bahkan 1 lagu pun gak bisa dikelarin (ampun deh, payah amat.. hehehe).

Apalagi mau manggung? Toh meskipun tampil di sekolah yang notabene event kecil, kita gak pernah tampil! Emang ada gitu yang kenal sama F4 band alias cupu band?hahaha..

Ada cerita unik lainnya saat masa remajaku yang kelam itu *sedih kalau ingat masa itu..

Selama SMP itu, hampir selama 3 tahun aku habiskan jam istirahat cuman diam duduk manis di kelas! Entah kenapa ya.. aku sepertinya lebih enjoy diam di kelas, daripada keluar sekedar jajan atau ngobrol sama teman-teman lainnya..

Alhasil, bisa ditebak kan.. uang saku sering masih utuh! Bahkan saat kukumpulkan semua waktu mau perpisahan kelas 3, tabunganku ada 1 juta lebih. Wiihhh… Aku kaget! Bapak, ibuk, dan kakakku juga kaget! 😀

Gimana bisa coba, uang sakuku saat itu cuman 2 ribu sehari. Ya benar-benar karena puasa jajan selama 3 tahun.. 😀

Hmmm.. saat aku mau masuk SMA, aku jadi berpikir.. “Kok aku seperti ini ya? Kenapa aku bisa seperti ini?” Pertanyaan-pertanyaan itu berputar-putar di kepalaku.

Dan, aku sadar.. bahwa memang masa remaja itu adalah masa transisi bagiku. Saat belajar mengenali diri sendiri, mencari jati diri!

Saat itu, aku melihat sosok kakakku yang cerdas, pintar dan pendiam menjadi panutanku. Jadi aku berpikir, “Ah.. aku harus bisa seperti mas Ari-kakakku..” Aku pun berusaha menjadi seperti dia.

Akhirnya.. aku jadi gak nyaman. Itu bukan aku! Aku yang sebenarnya adalah seperti masa kecilku, yang ceria, senang berteman dengan siapa saja, dan suka sekali bertualang 🙂

Itulah masa remaja yang kualami dengan penuh keunikan dan keanehan, hehehe..

Tapi aku bersyukur, karena masa remaja seperti itu, aku benar-benar belajar, kawan.. untuk benar-benar mencari jati diriku yang sebenarnya!

Gimana masa remaja kalian sobat? 🙂

“Vitalnya masa remaja, masa transisi.. untuk mengenali jati diri..”