12 Oct

Rekonseptualisasi Hubungan Manusia dengan Alam

Sebenarnya sudah lama aku berpikir tentang hal ini kawan..

Tentang alam, tentang bagaimana hubungan kita, para manusia, dengan alam! 🙂

Nah, aku terinspirasi lagi, dan mau berbagi dengan sobat semua, setelah sekilas melihat Expo yang diselenggarakan UGM Yogyakarta.
IMG_20150928_144429-1-1Dalam Expo itu aku melihat banyak foto tentang alam dan lingkungan hidup (meski tidak banyak yang aku foto, kawan) ini beberapa fotonya..

Saat sebagian manusia mengeruk keuntungan alam, sebagian manusia menderita karena kerusakan alam
Saat sebagian manusia mengeruk keuntungan alam, sebagian manusia menderita karena kerusakan alam
Kerugian, kerusakan, ancaman, sudah tak bisa disembunyikan lagi dari mata dunia. Inikah awal dari kengerian masa depan? Atau peringatan agar kita segera berubah untuk masa depan lebih bahagia?
Kerugian, kerusakan, ancaman, sudah tak bisa disembunyikan lagi dari mata dunia. Inikah awal dari kengerian masa depan? Atau peringatan agar kita segera berubah untuk masa depan lebih bahagia?
Sang matahari yang selama ini memberikan kasih sayangnya pada dunia keberadaan, kini berubah menjadi bola raksasa ganas yang perlahan-lahan membakar dunia.
Sang matahari yang selama ini memberikan kasih sayangnya pada dunia keberadaan, kini berubah menjadi bola raksasa ganas yang perlahan-lahan membakar dunia.

Dari foto itu bisa kita lihat dan refleksikan kondisi alam saat ini.

Terlebih lagi saat ini banyak sekali berita tentang tindakan yang sangat merusak dan merugikan alam dan kehidupan, seperti penambangan liar, kebakaran hutan yang tak jelas sebabnya, dan berbagai eksploitasi pada alam yang punya beragam motif dan berbagai bentuk eksploitasi.

Lantas, pertanyaan besarnya. Ada apa, umat manusia, kenapa kita melakukan semua hal yang sebenarnya hanya merugikan kita sendiri?

Sudah banyak penjelasan panjang lebar tentang dampak eksploitasi dan kerusakan alam kawan 🙂 aku tidak fokus bahas itu di sini..

Yang mau aku diskusikan bersama kalian, sobat.. tentang dasar kita semua melakukan semua ini.

Konsep dasar yang dimiliki umat manusia saat ini.

Okey.. coba kita refleksikan, bagaimana kira-kira konsep dasar dari hubungan manusia dengan alam?

Konsep saat ini..

Manusia adalah penguasa alam. Ini dalam konteks bahwa manusia adalah makhluk yang derajatnya paling tinggi di dunia ini. Ya, aku setuju. Manusia adalah makhluk yang punya derajat paling tinggi di alam keberadaan ini. Lebih tinggi dari setiap makhluk tumbuhan, lebih tinggi dari setiap makhluk hewan.

Konsep dasar seperti ini tercermin dari setiap hal yang kita, umat manusia lakukan pada alam. Kita mengeksploitasi, merusak, menjarah, memanfaatkan kekayaan alam untuk kepentingan sesaat.

Ya.. memang konsep dasar dari hubungan manusia dengan alam saat ini seperti itu.

Kita, umat manusia, merasa bahwa, alam dan kekayaan seluruh isinya itu dianugerahkan pada kita, jadi ya harus kita manfaatkan.. wajar, kan? Toh kalau tidak dimanfaatkan, lalu untuk apa semua kekayaan ini?

Ya.. itu semua pemikiran dan tindakan yang berdasarkan konsep dasar bahwa manusia adalah penguasa alam, manusia diberi anugerah kekayaan alam.

Namun, dengan konsep dasar, pemikiran, maupun tindakan yang seperti itu, apa yang kita dapatkan saat ini?

Kerugian, kerusakan, ancaman, yang justru membahayakan kehidupan umat manusia.

Jelas, konsep dasar itu tidak tepat!

Sangat perlu merubah konsep dasar itu! Perlu rekonseptualisasi menyeluruh terkait hubungan manusia dengan alam.

Tidak kah kita pernah merenung..
Apa makna dan hikmah di balik kita, umat manusia, diberi berkah dan kekayaan alam yang melimpah?

Dan, kita coba refleksikan, bahwa kita adalah makhluk yang memiliki derajat tertinggi di alam keberadaan ini.

Bukankah, derajat yang tinggi dan berkah yang diberikan, memberi suatu tanggung jawab yang besar? Yang ditujukan untuk umat manusia? 🙂

Jawaban atas persoalan umat manusia itu juga sedang terus kita semua, umat manusia, cari dan jawab seiring kondisi kritisnya dunia kita.

Tanggung jawab yang diberikan kepada kita, umat manusia, untuk mampu menjaga alam, melindungi alam.

Ya.. sangat perlu proses rekonseptualisasi menyeluruh pada semua umat manusia, bahwa kita umat manusia sebagai makhluk derajat tertinggi dan mengemban tanggung jawab untuk dunia.

Dan proses itu sangat panjang kawan 🙂 proses peradaban.

Ayo kita mulai..

Menerapkan konsep dasar, pemikiran, dan tindakan, yang mencerminkan, bahwa kita adalah manusia pelindung alam, pelestari alam 🙂

Itu kawan.. ide yang aku sangat ingin bagikan ke kita semua 🙂

Ayo! Kita semua harus berkontribusi!

Akupun sedang terus belajar menerapkan konsep dasar, pemikiran, dan tindakan itu.
SAM_5358Benih ini adalah awal dari komitmenku, sebagai bentuk kontribusi menjaga dan melestarikan alam untuk masa depan dunia yang lebih baik 🙂

“Rekonseptualisasi hubungan manusia dengan alam, bahwa kita, umat, manusia, adalah pelindung, pelestari alam!” lukmanhanz

03 Mar

Bersahabat dengan Hutan

sang petualang versi lukmanhanz

Kawan, aku mau berbagi opini tentang hutan, tentang bersahabat dengan hutan! Bukan berarti aku ahli kehutanan. Aku sedang terus belajar 🙂

Hutan..

Bersahabat dengan hutan

Apa yang kita tau tentang hutan?

Rumah bagi flora dan fauna yang hidup di alam bebas, sumber oksigen dunia-makanya hutan disebut paru-paru dunia, sumber mineral yang kaya, hutan melindungi ekosistem, dan hutan melestarikan alam untuk generasi-generasi masa depan.

Hutan sangat penting fungsinya bagi kehidupan kita, baik sekarang maupun di masa depan. Jadi, ayo kawan! Lestarikan hutan, bersahabat dengan hutan! 🙂

Gimana caranya untuk bersahabat dengan hutan? Ini aku ada beberapa opini!

Bertualang lah ke hutan!

Dengan bertualang ke hutan, sobat akan merasakan sendiri kesejukan, kedamaian, dan ketakjuban akan panorama alam yang luar biasa itu.

Sunyi, sejuk, segar, hijau, suara alam, itulah yang menyebabkan rasa takjub pada diri kita.

Tegakah kita merusak semua itu?

Tegakah kita menghancurkan keindahan alam hanya untuk keuntungan sesaat?

Semoga siapapun, termasuk aku.. tak tergoda keuntungan semata, hingga merugikan hutan tercinta! 🙂

Jagalah hutan dengan sikap kita!

Saat kita bertualang atau mengunjungi hutan, jagalah sikap kita kawan! Selalu menjaga kelestarian, tidak merusak alam, atau bahkan mencemari alam. Bawa kembali sampah yang kita bawa!

Dan yang terpenting, jangan merusak ekosistem dengan mengambil flora atau fauna sembarangan atau tanpa seizin pihak yang bertanggung jawab. Kita lah manusia pelestari alam, jadi ayo jaga bersama hutan kita 🙂

Ikut aktif melestarikan hutan!

Cari informasi dari Cagar Alam atau Taman Nasional terdekat. Tawarkan diri untuk ikut berpartisipasi dalam proyek pelestarian alam. Apa saja yang dibutuhkan, tenaga dan waktu sebagai relawan, itu akan jadi kesempatan emas kawan!

Selain kesempatan untuk ikut aktif dalam proyek pelestarian alam, kita akan belajar dan praktek lebih banyak lagi ilmu dan penerapan tentang lingkungan, hutan, dan alam.

Kita sering dengar istilah ini kawan..

Jika kita ramah pada alam, alam akan menunjukkan keramahannya.

Tapi jika kita tidak ramah pada alam, alam akan menunjukkan kemarahannya.

“Mengabdi untuk melestarikan hutan, itulah cara terbaik untuk bersahabat dengan hutan.” hanz

09 Dec

Kesatuan Individu – Masyarakat – Lembaga

Kawan-kawanku tercinta, aku melihat keceriaan di wajah kalian semua 🙂

Ayo kita bagikan keceriaan itu di sekitar kita 🙂

Very nice.. What a day!

Okey, aku mau sharing tentang ‘Kesatuan di Masyarakat’ guys.. Nah kan sering banget tuh aku ngomong tentang mengabdi ‘Membangun Kesatuan di Masyarakat’..

Membangun kesatuan yang bagaimana? Masyarakat yang mana? *pasti tanya seperti itu, hehehe..

Siap, begini.. Read More