15 Mar

Belajar Lebih Sistematis dan Konsisten

Kawan!

Gimana harimu? 🙂

Kalau hariku tetap penuh petualangan, sobat! 😀 Meskipun aku hanya duduk di depan meja karyaku, meja tempatku berkarya..

_20160315_104646

Hmm.. Aku belajar hal penting kali ini, kawan! Saat aku sedang terus belajar berkarya..

Lebih sistematis. Lebih konsisten.

Aku belajar hal itu sangat penting, karena.. Itu ‘gue banget’! Begitu kata-kata populer untuk memperjelas dan mempersingkat sesuatu yang sangat sesuai sama diri sendiri.. ‘Gue banget!’

Belajar hal penting ini karena sumbernya ya dari diri sendiri, mengalami sendiri. Dan disini maksudnya adalah TANTANGAN 😀

Tantangan yang ‘gue banget!’ ini bagiku, kawan.. Sangat sesuai karakterku.

Hal yang kukenal dari diriku adalah, aku seorang yang perfeksionis, berusaha melakukan yang terbaik, sebagus mungkin, sedetail mungkin. Sepertinya aura melankolis dan koleris mengalir dalam diriku.

Hasrat memang kupunya selama ini. Baik hasrat saat bertualang menjelajah yang memang belum terlalu jauh kemana-mana, hehe.. Juga hasrat saat berimaginasi yang memang banyak sekali ide di dunia antah-berantah.. *idealis ya? 😀 semoga masih bisa terkontrol dan bisa bermanfaat lah..

Tapi anehnya, aku juga seorang yang santai banget, let it flow, make it fun.. Yah begitulah 😀 Berkebalikan banget kan, hehe.. Aku merasa juga punya jiwa sanguin dan plegmatis yang mendominasi dalam diri.

Sering banget imaginasiku hanya sebatas angan. Karya banyak yang masih konsep. Hmm.. ‘Ntar dulu lah, nanti pasti kukerjakan karyanya.. Sekarang berimaginasi dulu…’ Bla..bla..blaaa.. Gini deh kalo penyakit terlalu menikmati hidup kebablasan..

Aku sadar, setiap karakter itu punya kekuatan yang sangat besar untuk mengembangkan kapasitas diri kita. 🙂

Tantangan utamaku adalah bagaimana mengontrol dan mengelola keempat potensi dalam diri itu supaya bisa saling erat merajut hasrat dalam berkarya, kawan.

Yeah.. Itu kenapa belajar sistematis dan konsisten sangat penting bagiku. 🙂

Okeh! Siap lanjutkan petualangan hari ini dengan lebih lagi belajar sistematis dan konsisten.

Dengan begitu aku yakin potensi diri dalam berkarya akan lebih maksimal..

Yaitu, sistematiskan intuisi jiwa melankolis, konsistensikan dengan hasrat koleris, serta sistematisnya aura sanguin untuk daya imaginasi, juga tak lupa semangat plegmatis untuk kapanpun dimanapun selalu nikmati hidup! 🙂

So.. Yuk ah lanjut berkarya dan bertualang…

20 Mar

Bekerja Cepat! Kinerja yang Kupelajari

Bekerja Cepat

Bekerja Cepat

Kawan!!! Apa kabar harimu? 🙂 Ayo kita semangat! By the way aku mau berbagi pelajaran yang kualami tentang ‘Bekerja Cepat’. Ya sobat.. aku sedang terus belajar menerapkan kinerja efektif dan efisien dengan bekerja cepat!

Efektif dan efisien!

Nah, ayo kita sama-sama refleksi kinerja kita..

Apakah sudah bekerja optimal hari ini? Apa pekerjaan kalian menyenangkan hari ini sobat? 🙂

Iya, memang kita semua mesti menikmati pekerjaan kita.. jadinya pekerjaan itu menyenangkan, dan bisa optimal!

Tapi, selain menikmati pekerjaan.. aku dapat ide juga untuk mempercepat pekerjaan!

Yes… Pekerjaan apapun itu, kita berusaha melakukannya dengan cepat!

Tapi, ada dua hal mendasar dalam hal ini..

Nah ini yang mau aku bagikan, kawan.. 🙂

Pertama, memang kita berusaha melakukan dan menyelesaikan pekerjaan secepat mungkin, seefisien mungkin.. Baik efisiensi waktu, tenaga, pikiran, dan sumber daya lainnya. Prinsipnya, semakin cepat semakin efisien! 🙂

Kedua, otomatis.. pekerjaan yang dipercepat juga butuh konsentrasi tinggi. Nah, tantangannya dengan konsentrasi tinggi itu kita harus mengoptimalkan kinerja kita.. Jadinya kinerja kita efektif, tepat sasaran! 🙂

Misalnya begini kawan..

Kita rencanakan pekerjaan itu selesai dalam waktu 3 jam, dari jam 8 pagi sampai jam 11. Kita berusaha secepat mungkin, dengan kondisi masih fresh di pagi hari. Karena kita bekerja dengan cepat, pekerjaan selesai jam 10.30. Jadinya waktu tersisa bisa kita alokasikan untuk pekerjaan atau keperluan lainnya 🙂

Dan.. efisiensi yang seperti itu, juga konsentrasi yang tinggi, membutuhkan kinerja yang tepat sasaran, efektif! Selama 2,5 jam itu, ‘fokuskan hanya dengan apa yang akan kita kerjakan’. Jadi, pekerjaan bisa efektif, tepat sasaran.. 🙂

Sebenarnya simple kan kawan, hehe.. Iya sebagian besar orang memang sering mengalami kesulitan untuk melakukan itu.. Bekerja cepat dengan efisien dan efektif.. Dan, untuk bisa melakukan itu, perlu kebiasaan.. 🙂

Dan.. untuk membiasakan diri bekerja cepat, kita harus terus belajar melakukannya. Konsisten!

Itu kuncinya kawan.. 😀

Jadi, ayo kawan mulai dibiasakan bekerja cepat, supaya terbiasa!

Siap? 😀

“Bekerja cepat, dengan kinerja efisien dan efektif! 🙂 ” hanz