15 May

Pengemis, Perempuan, dan Pendidikan

Seorang gadis desa biasa. Dengan wajah tertunduk lesu, dia duduk termenung di halte menunggu bus yang akan mengantarkannya ke sekolah pagi ini. Dan seketika itu juga datang seorang nenek pengemis menghampiri gadis yang duduk sendirian itu, mengulurkan tangannya dan berharap rasa iba.

Si gadis hanya diam. Berharap nenek pengemis segera pergi meninggalkan dia yang sedang sibuk dalam kesedihannya.

“Izinkan mbah menemani kesedihanmu, ya Nduk?” Uluran tangan meminta-minta berubah menjadi belaian kasih sayang pada bahu si gadis. Jelas saja si gadis menatap curiga nenek itu, dan segera duduk agak menjauh. Read More