10 Aug

Wednesday Forum CRCS UGM dan Harmoni dalam Berdoa Bersama

Sobat!

Petualangan hari ini berlanjut! 😀

Hari ini aku ke gedung Pasca Sarjana UGM..

_20160810_224220

Aku menghadiri Wednesday Forum yang diadakan program Pasca Sarjana CRCS (Center for Religious and Cross-cultural Studies). Aku ingin terlibat karena ingin lebih belajar pada ranah diskursus sosial, kawan.. Yaitu ranah yang menjadi topik-topik di masyarakat dan mempengaruhi pemikiran masyarakat luas.

Dan, tentang forum ini.. Sebagaimana namanya, Wednesday Forum, adalah forum akademis yang terbuka untuk publik yang diadakan setiap hari rabu untuk mengundang para partisipan untuk berdialog terkait tema-tema sosial dan masyarakat, khususnya kehidupan masyarakat yang beraneka ragam. Ya, kawan.. Semangat pluralisme adalah yang diusung forum ini.

Berbagai topik tentang keragaman masyarakat, seperti agama, kepercayaan, suku dan ras, gender, dan budaya semua dikaji dan didiskusikan secara akademis. Tapi yang menarik, bukan hanya akademisi yang boleh terlibat. It’s an open space! And interesting thing is, it’s full english dialogue! 😀 Kan sekalian latihan bahasa inggris, hehe..

_20160810_224430

So.. Topik wednesday forum hari ini adalah realitas gender dalam budaya Minangkabau.

Topik ini dibawakan oleh Professor Jennifer Fraser dari Oberlin College USA dari hasil penelitiannya terkait peran pria dan wanita dalam isu gender dalam budaya Minangkabau, khususnya budaya musik, di Sumatera Barat.

Professor Jennifer menampilkan salah satu budaya Minangkabau, Pantun.

Professor Jennifer menampilkan salah satu budaya Minangkabau, Pantun.

Diskusi menarik yang aku dapatkan, adalah tentang budaya musik tradisional, yang menggunakan alat musik Saluang (suling Minangkabau), yang bisa mempengaruhi budaya kesetaraan gender, bahkan yang lebih ekstrim adalah pembahasan moral dalam kehidupan masyarakat terkait budaya musik ini, kaitannya pada penampilan musik ini pada larut malam dan penyanyinya adalah para perempuan.

Suasana diskusi

Suasana diskusi

So, diskusinya pada ranah gender, adat, moral, kebudayaan, dan kehidupan masyarakat setempat. Bagiku yang belum tau sama sekali budaya Sumatra, jadi lebih tertarik untuk mengerti 🙂

Apresiasi untuk Professor Jennifer

Apresiasi untuk Professor Jennifer

Selain itu, petualangan hari ini berlanjut, kawan..

Aku mengundang beberapa kawanku untuk berdoa bersama.

Buku doa

Buku doa

Seperti yang pernah aku bagikan tentang doa bersama, 🙂 doa bersama adalah suatu ruang bersama untuk bersatu dalam doa, dalam semangat persahabatan dan kerohanian, karena kita saling melantunkan doa, sesuai keyakinan kita masing-masing tentunya, dengan keyakinan bahwa sebenarnya kita berdoa pada Tuhan Yang Maha Esa, Yang Maha Penyayang pada semua umatnya 🙂

So.. Doa bersama adalah ruang kita bersama, setiap orang dari berbagai latar belakang bisa terlibat untuk berdoa, yang mana tujuannya adalah untuk menciptakan kesatuan dan keharmonisan kita bersama, untuk menumbuhkan kehidupan rohani dalam masyarakat, dan memohon berkah dari Tuhan untuk kebaikan kita bersama 🙂

Suasana gembira dan harmonis dalam berdoa bersama

Suasana gembira dan harmonis dalam berdoa bersama

Kesederhanaan dan kebersamaan dalam berdoa bersama

Kesederhanaan dan kebersamaan dalam berdoa bersama

Well, menarik sobat! 😀 Aku sih tadi mengundang sekitar 10 kawanku, tapi kesempatan saat ini hanya ada 5 orang saja. Ada sahabat dari Islam, Katolik, dan Baha’i. Berapa pun jumlahnya nggak jadi masalah, asalkan kita saling bergembira dan bersatu dalam doa 🙂

Yah, itulah guys.. Petualanganku hari ini! 😀

Yuk terus bersemangat dalam hidup yang penuh petualangan ini!