25 Oct

Solo, Semangat Pengabdian Berlanjut

Hi kawan!

Gimana kabarmu di hari minggu ini? Hari ini aku menuju Solo! 🙂

Yaapp, sesuai judul, semangat pengabdian berlanjut di Solo 😀 Nanti aku bakal cerita gimana itu berlanjutnya semangat pengabdian 🙂

Pagi ini, kakiku membawaku melangkah menuju Stasiun Lempuyangan Jogjakarta! IMG_20151025_071316-1Yes.. rencananya ke Solo naik Kereta Prameks Jogja-Solo.

Sampai stasiun, wiihh.. macet. IMG_20151025_082756-1Macet manusia 😀

Tapi ini yang keren dan patut diapresiasi. IMG_20151025_082838-1Budaya tertib! 🙂

Oya.. Kereta Api Prameks ini punya jadwal yang tetap kok, bisa dilihat infonya di www.prameks.com IMG_20151025_190611-1Kereta cepat Jogja-Solo PP yang murah meriah, 8ribu saja 🙂

Di dalam kereta yang cukup penuh, oiya ya ini hari minggu jadi banyak orang jalan-jalan, akhirnya bisa duduk lesehan, enak tenan 😀

Bareng sobat-sobat baruku dari Boyolali. Foto blur karena getaran kereta :D
Bareng sobat-sobat baruku dari Boyolali. Foto blur karena getaran kereta 😀

Dan yang bikin seru, banyak temennya yang lesehan. Ajak foto deh, trus kita ngobrol banyak hal. Eh mereka juga sukanya petualangan. Jadi deh kita ngobrol sana sini soal petualangan 😀

Akhirnya, sampai juga di Solo! IMG_20151025_102528-1“Ing Setasiun Balapan, Kuto Solo sing dadi kenangan” lho lho kok tiba-tiba nyanyi gini 😀

Tujuanku ke Solo ini ke sini kawan, Bengawan Solo.

Bengawan Solo itu, legenda..

Ini secuil sisi yang kuabadikan.

Salah satu dari sekian jembatan, di atas Bengawan Solo "musim kemarau tak sbrapa airmu"
Salah satu dari sekian jembatan, di atas Bengawan Solo “musim kemarau tak sbrapa airmu”
Pemantau pasang surut Bengawan Solo
Pemantau pasang surut Bengawan Solo
Dan aku berada di sini
Dan aku berada di sini

Tidak banyak yang kuabadikan kawan..

Nah, Bengawan Solo sebenarnya hanya tempat buat kita, aku dan temenku ketemu.

Ya karena Bengawan Solo itu legenda Solo, dan di pinggir Bengawan asik juga suasananya.. nih!
IMG_20151025_192227-1Kita ketemu buat berdiskusi tentang membangun kapasitas pengabdian. Karena temanku di Solo, jadi konkritnya gimana membangun kapasitas pengabdian di Solo, dengan masyarakat Solo 🙂

Kita berdiskusi dan belajar dari buku Renungan tentang Kehidupan Roh, kawan..

Dari buku itu kita sama-sama belajar untuk memahami dan menerapkan bahwa kita adalah manusia yang mulia, manusia itu makhluk spiritual.

Saat kita terus berusaha memahami dan menerapkan hal itu, kita sedang berusaha mengabdi, mengabdi pada masyarakat, masyarakat sekitar kita 🙂

Kenapa kubilang semangat pengabdian berlanjut, karena dari diskusi awal ini kawan, kita akan melanjutkan diskusi dan pembelajaran itu dengan teman-teman lainnya di Solo.

Semoga bisa berlanjut ya.. aku bakal share nantinya 🙂

See you!

Besok rencananya balik ke Jogja!