22 May

Pelajaran dari Mendaki Gunung

Mendaki GunungHallo kawan!!!

Para petualang, para pendaki gunung.. gimana kabarnya? πŸ™‚

Habis mendaki gunung mana nih? Atau ada rencana mendaki gunung dalam waktu dekat ini?

Ya kawan.. dalam hal mendaki gunung, aku yakin kalian semua sudah hebat-hebat, bahkan masternya mendaki gunung.. πŸ™‚

Kalau aku bisa dikatakan pemula, hehe.. ya karena belum terlalu banyak pengalaman maupun gunung yang kudaki.

Tapi, aku sangat menikmati belajar dan mengambil pelajaran maupun pengalaman dari para pendaki senior.

Dari mereka aku banyak belajar tentang petualangan, ilmu, persiapan, maupun trik-trik dalam mendaki gunung.

Dua pelajaran berharga yang kudapatkan dari mereka, kawan..

Pertama, tentang gunung itu sendiri.

Tentang kondisi gunung, jalur pendakian gunung, maupun seluk beluk yang terdapat di jalur pendakian gunung.

Kita bisa belajar tentang kehidupan, bahwa hidup ini seperti kita mendaki gunung. Perjalanan kita masih sangat panjang.. masih sangat tinggi.. dan banyak tantangan dan rintangan yang siap menghadang di depan.

Gunung bisa sangat bersahabat bagi kita, bisa juga teramat sangat membahayakan jiwa kita. Hal itu berkaitan dengan resiko. Hidup kita pun demikian. Pasti banyak resiko yang akan kita hadapi dalam menjalani kehidupan. Dan kita harus memilih!

Proses panjang mendaki gunung juga nggak akan lancar-lancar saja. Pasti ada jatuh bangunnya. Jatuh berkali-kali, juga harus bangkit melebihi berkali-kali kita jatuh, untuk sampai ke puncak. Nah, dalam hidup pun juga seperti itu, tak perlu kugambarkan karena kuyakin kita semua mengerti πŸ™‚

Itu kawan! Tentang gunung ibarat dunia ini, kehidupan kita. Kita sedang berjuang mengarungi pendakian panjang menuju puncak kehidupan kita.

Lantas, yang kedua adalah tentang pendakinya..

Pelajaran apa yang bisa diambil dari pendakinya?

Mendaki gunung, seperti yang disebutkan sebelumnya, butuh proses panjang, penuh tantangan dan perjuangan, dan hasilnya adalah puncak kejayaan.

Itu semua menguji para pendaki gunung untuk benar-benar membuktikan mereka pantas sampai di puncak!

Banyak orang berkata, proses lebih penting dari hasil. Ya, saat kita mencintai dan menjalani proses, hasilnya nanti akan mengikuti. Aku yakin itu.

Dan mendaki gunung, adalah tentang proses. Proses perjuangan, kesabaran, keteguhan, semangat, kesetiakawanan, dan juga menjaga dan melestarikan alam, diuji untuk menuju puncak.

Mendaki gunung, mengarungi alam, bukan soal hebat-hebatan, jago-jagoan, kuat-kuatan, cepat-cepatan..

Mendaki gunung adalah proses menguji kesabaran kita, menjaga emosi kita untuk tetap tenang, dan tanpa ambisi, mengembangkan rasa kesetiakawanan kita baik pada sesama pendaki maupun kesetiakawanan pada alam dengan melestarikannya, juga meningkatkan semangat kita untuk terus berjuang. Dan hal itu sama seperti yang kita lakukan di kehidupan.

Itu kawan! Para pendaki gunung ibarat kita semua yang sedang mengarungi kehidupan di dunia ini. πŸ™‚

Sekali lagi, aku masih menikmati proses belajar dan terus belajar..

Itu pelajaran yang kudapat dari para pendaki hebat. Terima kasih kawan atas ilmu dan pengalamanmu.

Mungkin sobat ada pelajaran berharga yang bisa dibagikan?

Ayo kita diskusi dan saling belajar kawan πŸ™‚

“Pelajaran dari mendaki gunung adalah tentang gunung sebagai dunia ini, dan para pendaki sebagai kita yang sedang mengarungi hidup di dunia ini” lukmanhanz

10 Feb

Mencari Kedamaian…

Langit yang biru damai

Langit yang biru damai

Hi kawan! Yang sedang mencari kedamaian!

Para petualang kehidupan!

Para pengagum keindahan seni kehidupan!

Dan para manusia yang menikmati hidup! πŸ˜€

Apakah harimu damai hari ini kawan? πŸ™‚ Atau masih mencari kedamaian itu?

Hari ini aku merasa sedang terus berusaha mencari kedamaian, oleh karena itu aku mau berbagi pikiran dengan kalian πŸ™‚

Di mana kita dapatkan atau mencari kedamaian?

Banyak orang banyak versi banyak pilihan.

Ada orang merasa damai saat kebutuhan utama hidup terpenuhi. Kebutuhan utama seperti sandang, pangan, papan. Tak perlu mewah, asalkan sehari-hari bisa cukup saja sudah merasa damai. Hidup damai yang sederhana.

Ada juga, setelah kebutuhan utama terpenuhi, terus berusaha mencari kedamaian dengan mencari lebih dan lebih lagi kebutuhan hidup, dan bahkan juga melebihi kebutuhan, yang akhirnya menjadi keinginan. Keinginan yang terpenuhi itu yang bagi mereka adalah kedamaian.

Tapi, ada juga beberapa kalangan yang kurang beruntung, hidup penuh keterbatasan, bahkan kekurangan.. bisa merasa damai. Meskipun jelas, dengan kondisi hidup seperti itu, manusia mana yang tak mengeluh. Mungkin saja perasaan damai itu karena perasaan pasrah. Itu realitanya.

Kalau bagi pecinta seni kehidupan, kondisi apapun yang dia hadapi, saat dimana kondisi itu tak menghalanginya dari hasratnya untuk terus berkarya, dia akan selalu merasa damai. Karena hidupnya mencari kedamaian dengan selalu berkarya.

Nah, bagi petualang, sama seperti pecinta seni kehidupan. Akan selalu mencari kedamaian dengan selalu bertualang, kemanapun jadi petualangan. Kondisi sedang bagus atau buruk pun, mereka para petualang akan tetap mencari kedamaian dengan bertualang.

Dari sini kita melihat, siapapun orang akan merasakan kedamaian saat benar-benar hidup sesuai kehendaknya.

Ya, memang banyak kehendak. Itu lah manusia, kawan πŸ™‚

Bahkan, kalau tak bisa mencapai kehendaknya, manusia akan menerima kondisi yang dialaminya. Entah pasrah entah bersyukur, tergantung yang menjalaninya. Dari situ pun juga bisa merasakan kedamaian.

Kalau aku, kawan..

Aku juga sedang terus belajar mencari kedamaian, sesuai kehendakku sendiri, karena ini hidupku. Dan aku tak mau diperbudak kehendak. Saat kehendak hanya akan menyiksaku, aku akan bersyukur dengan kondisi yang ada. Itu akan membuatku damai.

Kalau kalian, gimana kawan? πŸ™‚

“Mencari kedamaian, adalah saat kita berusaha mencapai kehendak sesuai hidup kita. Saat kehendak tak mampu diraih, bersyukur dengan kondisi yang ada juga akan merasa damai.” hanz

02 Dec

Pengabdian…

PengabdianHi kawan!

Apa kabar? πŸ™‚

Yah, aku sedang terus dan banyak belajar tentang ‘Pengabdian’.

So.. di sini aku mau berbagi dan diskusi sama-sama tentang hal itu..

Pengabdian itu, keseluruhan hidup kita..

Pengabdian untuk sesama, keluarga, diri sendiri, juga untuk lingkungan.

Dan yang paling mendasar, semua pengabdian yang disebutkan tadi sama halnya kita mengabdi untuk Sang Pencipta. Read More