12 May

Puisi: Doa di Hutan Pinus

_20160629_204502

hembusan dingin angin senja

menembus sela pepohonan pinus

menerpaku

sadarkanku akan kerinduan

kehendak yang harus dihadapi

kehendak akan diri

dan kehendak lepaskan diri.

sungguh..

wewangian harum tebaran hutan segarkan jiwa

belaian lembut tanah berbukit bangkitkan perasaan

rona jingga pancaran langit tenangkan pikiran

oh.

seketika kedamaian karunia hutan semakin mendesakku

tak biarkanku pejamkan mata rebahkan raga, jiwa pun meronta.

Pulang lah raih mimpimu engkau pejuang asa!

lambai dedaunan gemulai.

Lanjutkan penjelajahanmu wahai jiwa musafir muda!

bisik angin yang semakin berisik.

Baiklah.

dalam tentram jemariku kan bangkitkan keluhuran impian.

dalam damai keyakinanku kan selalu berjalan di jalan yang lurus.

Baiklah hutan pinus.

02 Apr

Tetaplah Berpengharapan

Hari-hari selalu dihiasi kisah sedih dan bahagia. Itu memang yang telah dikehendaki Sang Pencipta pada kehidupan manusia, yaitu kehidupan insani yang dimaksud, kawan! πŸ™‚

Keduanya memang ada, sedih-bahagia, pada kehidupan insani. Realita yang tentunya tersimpan makna di balik itu. Kenapa ada keduanya, sedih-bahagia, dalam kehidupan insani manusia? Apa makna dari ini?

_20160406_113537

Kita coba hayati.. apa itu kehidupan insani. Kehidupan sementara di dunia ini, yang batasannya adalah seluruh dan seisi bumi. Inilah kehidupan insani.

Saat kehidupan insani adalah sementara, maka tentunya sedih-bahagia juga sementara sifatnya. Saat kita dihina, dicerca orang lain.. sedih sekali rasanya. Saat kita dihormati, dimuliakan sesama manusia.. bahagia dan bangga tak terkira. Saat kita hayati lagi.. keduanya itu hanya sementara saja di dunia insani, kan? πŸ™‚

Lantas apa yang perlu kita lakukan, kita cari, sebagai manusia insani yang sementara ini. Seolah saja, hidup menjadi tanpa harapan jika sudah pahami bahwa sedih-bahagia hanya sementara. Toh apa guna bersedih, apa guna berbahagia.. tak ada harapan hidup ini.

Tetaplah berpengharapan. πŸ™‚ Ini untukku maupun untuk kalian para sahabatku..

Saat kita mulai hayati makna ini, kita mulai membuka lembaran baru Buku petunjuk kehidupan ini.

Buku kehidupan tak hanya menuntun kita rasakan sedih-bahagia yang sementara. Ada lembaran-lembaran berikutnya. Mungkinkah kita tau dan pahami lembaran-lembaran selanjutnya seandainya kita nyaman saja dengan lembaran saat ini? πŸ™‚ Buku kehidupan inilah Ajaran Tuhan.

Kita semua sedang terus berusaha pahami dan hayati makna. Memang tak mudah, makanya mari bersama tetap berpengharapan πŸ™‚

Manusia tak hanya wujud fisik saja. Manusia adalah makhluk spiritual. Manusia mempunyai potensi kerohanian. Itulah karunia Sang Pencipta yang mencipta manusia yang memiliki raga dan jiwa.

Bukti adanya raga nampak nyata: tubuh manusia, jasmani yang hidup di dunia insani. Bukti adanya jiwa seolah tak nyata tetapi tak terpungkiri: roh manusia, yang pancarkan sinar Ilahi cahaya Surgawi, sehingga kita manusia mampu pahami dan terapkan cinta, kasih, kejujuran, kemuliaan, tanda sifat rohani.

Tapi realita saat ini, banyak manusia keji yang tak pancarkan cinta kasih. Itu bukan lah hakikat sejatinya roh manusia, kawan. πŸ™‚ Ibarat magnet yang sejatinya mengarah ke utara dan selatan, seandainya ada pengaruh yang sangat kuat dari besi-besi di sekitar magnet itu, sehingga akan mempengaruhi medan magnet, magnet itu akan melenceng dari sifat aslinya, dia akan mengarah ke arah pengaruh kuat di sekitarnya itu. Sama persis dengan tubuh jasmani. Apakah sakit adalah sifat sejati tubuh jasmani? Sejatinya jasmani adalah sehat. Sakit terjadi karena tubuh jasmani melenceng dari hidup sehat.

Kembali ke kehidupan manusia πŸ™‚

Inilah petunjuk selanjutnya Buku kehidupan, kawan..

Kehidupan manusia tak hanya kehidupan insani. Sebagaimana manusia adalah makhluk spiritual, kehidupan sejati manusia adalah kehidupan rohani, kehidupan Ilahi. Dan kehidupan ini kekal. Kehidupan yang membawa kebahagiaan sejati, baik ketika di dunia ini maupun di akhirat.

Bukankah sifat-sifat Ilahi seperti cinta, kasih, kejujuran, kedermawanan, kebaikan hati pada sesama manusia dan seluruh makhluk hanya akan mendatangkan kebahagiaan? Ya, meskipun bisa saja secara fisiknya mengalami pertentangan dan kepedihan, tapi tak terpungkiri jiwa akan merasakan kebahagiaan sejati.

Untuk itu, mari kita tetap berpengharapan akan kehidupan Ilahi dan selalu berusaha menerapkan sehari-hari. Dan mari meraih kebahagiaan sejati πŸ™‚

“Tetaplah berpengharapan. Hidup tak hanya sedih-bahagia sementara bentuk kehidupan insani. Mari berusaha raih kebahagiaan sejati sumber dari kehidupan Ilahi.” lukmanhanz

27 Jan

Tantangan Lagi. Bangkit Lagi!

Kawan..

Petualangan hari ini penuh tantangan..

Entah tak bisa kuekspresikan tantangan yang selama ini menantangku.

Daya imaginasiku terlemahkan. Semangatku terhempaskan. Galau niye πŸ˜€

Haha..iya, memang tantangan terbesar dari hidup ini adalah diri kita sendiri, kawan.. Aku setuju!

Tantangan yang menyerang diri sendiri dari setiap penjuru, seolah tak bisa berlari dan terdiam sendiri..

Saat imaginasiku terbiasa terbebas sebebas angin dan menemukan hikmah penjelajahannya, kini terkurung dalam sebuah kotak hitam.

Ya kawan. Aku dalam kondisi nge-blank πŸ˜€

Ini sering kurasakan.

Hingga aku berusaha temukan makna.. kenapa ini?

Apakah ini bermakna.. jika aku berusaha memfokuskan daya imaginasi, daya imaginasiku pula yang harus benar-benar diuji, benar-benar digempur.. untuk semakin memperkuat daya imaginasi. Hmm?

Mungkin begitu.. bisa jadi πŸ™‚ aku tak tau.

Haha, benar kan – nge-blank πŸ˜€

Well.. aku akui kawan.. ini tantanganku.

Jelas, hukum semesta itu berkehendak, bahwa setiap ada perjuangan selalu ada tantangan, dan juga harapan.

Tantangan kuhadapi. Harapan pula harus kuraih.

Harapan, bahwa aku bisa mengatasi kebuntuan ini dan terus berusaha bangkit lagi. Hanya bangkit lagi.

Pada saat-saat seperti ini. Aku tak bisa berpikir jauh. Aku tak bisa berimaginasi bebas. Hanya sederhana saja. Ayo, bangkit hanz.. masih ada harapan πŸ™‚

Haha.. ini curhatanku ya.. mungkin hanya aku yang paham, dan semesta πŸ˜€

Tapi aku mau share juga, kawan.. bahwa hidup selalu ada tantangan. Dan memang itu untuk diperjuangkan πŸ™‚

Semoga harimu juga begitu ya.. berjuang menghadapi tantangan dan meraih harapan!

Wanna share? Let’s discuss..

Hmm.. berjuang. Hadapi tantangan. Raih harapan.