15 May

Pengemis, Perempuan, dan Pendidikan

Seorang gadis desa biasa. Dengan wajah tertunduk lesu, dia duduk termenung di halte menunggu bus yang akan mengantarkannya ke sekolah pagi ini. Dan seketika itu juga datang seorang nenek pengemis menghampiri gadis yang duduk sendirian itu, mengulurkan tangannya dan berharap rasa iba.

Si gadis hanya diam. Berharap nenek pengemis segera pergi meninggalkan dia yang sedang sibuk dalam kesedihannya.

“Izinkan mbah menemani kesedihanmu, ya Nduk?” Uluran tangan meminta-minta berubah menjadi belaian kasih sayang pada bahu si gadis. Jelas saja si gadis menatap curiga nenek itu, dan segera duduk agak menjauh. Read More

02 Mar

Penulis yang Moody atau … ?

Sobat! Aku mau sedikit share nih. 😀

Kali ini tentang petualangan menulis.

IMG_20170302_113350_802

Menurutku ya.. Sejauh mana sampai saat ini kunikmati proses dalam dunia kepenulisan, ada dua tipe penulis.

Penulis yang menulis di kala sedang moody, dan penulis yang berusaha menulis setiap hari.

Standar penulis, yang memang benar-benar berhasrat menulis, seyogyanya menerapkan tipe yang kedua.

Bagiku saat ini, yang sedang terus berusaha untuk konsisten menulis, pilihan pertama masih tetap mengujiku, moody masih menghantuiku dalam proses kreatif menulis. Saat semangat, semangat sekali. Saat mager, ya pensil pun ikut mager, haha!

Padahal imajinasi sudah menari-nari, kerangka karya fiksi sudah jadi. Nah, selanjutnya harus konsisten gerakkan jemari.

Well, ini kali ya yang namanya passion pun harus diuji untuk benar-benar menjadi passion.

Gimana dengan petualanganmu, sobat?
Apa passion-mu? Dan apa yang menguji passion-mu?

Yuk saling share dan meningkatkan passion sama-sama 😀