15 Oct

Rekaman Masa Lalu

“Emilia, bagaimana kamu bisa selalu tersenyum?” Lena memulai percakapan pada jam istirahat sekolah. “Aku mengamatimu yang setiap saat selalu bahagia. Aku mau tahu caranya. Bisakah kamu memberi tahuku? Aku ingin bahagia sepertimu.” Lena lantas menunduk dan tersedu-sedu.

“Lena..” Emilia merangkul lembut bahu Lena. “Ayo ikut aku.” Mereka berdua melangkah menuju taman sekolah yang jauh dari kebisingan teman-temannya. Mereka duduk di bangku taman di bawah pohon yang rindang.

“Lena..” Dia masih tersedu-sedan. “Ada apa? Silakan cerita padaku.” Kelembutan Emilia dan keasrian suasana taman mampu menenangkan Lena.

“Aku sangat bersedih, Lia..” Lena mulai bisa mengontrol dirinya. “Saat ini aku hanya mau bahagia, sepertimu yang selalu bahagia.”

“Baiklah.. Kalau boleh tahu, apa yang membuatmu sangat bersedih? Silakan bercerita..” Emilia mengelus lembut bahu Lena dan siap mendengarkannya dengan penuh perhatian. Read More

15 Sep

Apa yang Membuat Koper Bahagia?

Akhirnya aku akan meninggalkan tempat ini. Aku dibeli seseorang dan akan bersamanya ke mana-mana.

Berakhir sudah lamanya aku menunggu di toko koper ini. Aku bosan diam terus dan hanya berteman dengan teman-teman koper yang terpajang menawan.

Aku tahu semua koper berkualitas tinggi dan mewah, termasuk aku. Tapi aku tidak suka dengan kesombongan mereka. Untung saja aku akan segera pergi meninggalkan tempat ini.

Setelah aku pikirkan lagi, bukan kesombongan teman-teman yang membuatku jenuh selama berada di toko ini.

Aku tak tahu apa yang kurasakan. Sangat lama aku menunggu di toko ini. Dan aku tidak menemukan apa yang membuatku bahagia. Aku belum menemukannya sejak aku diciptakan dan kemudian diletakkan di toko ini. Read More

15 Aug

Lahan Kosong Tersisa

Sekumpulan remaja belia sedang bermain sepak bola di lahan sempit yang tersisa dari padatnya pembangunan kota, dan mereka sangat menikmati permainan di sore yang mendung gelap itu, sangat menikmati sekali, karena mereka sadar ini akan menjadi hari-hari terakhir mereka menikmati bermain sepak bola, sejak pondasi bangunan sudah mantap terpasang mengelilingi lahan itu, dan tak akan ada lagi lahan kosong tersisa untuk mereka.

Hari ini, pekerjaan proyek bangunan sedang libur. Itu sebabnya mereka tak membuang kesempatan bersenang-senang bermain bola, sebelum proyek dilanjutkan dan kokohnya beton menyirnakan keceriaan masa-masa remaja mereka.

Tetapi ada yang aneh dari keceriaan penuh tawa mereka. Keceriaan yang diselimuti persaingan dan kebencian. Keceriaan yang hanya terjadi antar kelompok. Dan dari nuansa persaingan tampak dua kelompok yang saling membenci. Tentu saja mereka saling melawan, terus mencoba mencetak sebanyak mungkin gol, mencoba bertahan sebaik mungkin, dan tak jarang permainan kasar muncul. Ya, mereka sangat menikmati permainan, tapi suasana panas juga tak terelakkan. Read More

15 Jun

Berlari

Sore yang segar ini aku berlari kelilingi GSP UGM. Di sini salah satu tempat favoritku berlari. Udara sejuk dan rindangnya pepohonan, yang jadi alasan kenapa aku suka berlari di sini, kuharap bisa mendinginkan hatiku yang panas saat ini.

Jogging kali ini pikiranku penat. Tak kuperhatikan banyaknya orang, entah mahasiswa atau bukan, yang juga sedang marak berlari sore ini. Aku hanya ingin merenung, menenangkan diri, dan terus berlari.

Ini sudah putaran ke sembilan aku berlari di atas jalanan paving kelilingi GSP. Sudah setengah jam lebih kakiku berayun mengikuti ritme yang stabil. Aku memang sudah terbiasa berlari, itu kenapa sudah sejauh ini staminaku masih cukup terjaga. Tetap stabil. Itu prinsipku dalam berlari.

Tapi.. kali ini kurasakan kondisiku mulai goyah. Pasti karena beban hati dan pikiran ini. Ah! Kenapa bisa seemosi ini! Read More