16 Dec

Bersahabat dengan Alam. Berkemah di Alam

Bagi kita yang menyatakan pecinta alam, bagaimana pun ekspresi cinta itu, pasti sepakat kalau menyatakan bersahabat dengan alam, harus mendekatkan diri ke alam, hidup membaur dengan alam.

Itu kenapa aku mau berbagi dan diskusi dengan kalian tentang berkemah di alam, kawan! πŸ™‚

SAM_4248

Karena berkemah di alam adalah salah satu ekspresi konkret dari bersahabat dengan alam, mendekatkan diri dan hidup membaur bersama alam. Saat berkemah di alam, kita benar-benar mengetahui realita, setidaknya belajar untuk peka dan memahami realita alam.

Jelas saja, kepekaan dan pemahaman itu akan terus meningkat kalau kita sering mendekatkan diri ke alam. Gampangnya, sering camping, lah πŸ˜€

SAM_2418

Kalau aku sendiri, kawan.. masih sangat minim lah pengalamanku. Yah di sini aku mau share sesuai pengalamanku berkemah di alam yang masih bisa dihitung jari, hehe.

SAM_2428

Tapi semangat berbagi nggak membatasi hal itu, kan πŸ˜€ Makanya aku juga minta kalian, sobat, untuk berbagi juga, memperluas perspektif dan pengalaman πŸ™‚

Penjelajahan alamku masih selevel mengagumi keindahan alam, dan terus berusaha ikut melestarikan alam. Pengalamanku berkemah di alam masih sebatas di atas gunung, bukit, pantai dan taman nasional. Belum seekstrim kayak nge-camp di hutan belantara gitu lah, haha..

Makanya, aku mau terus belajar nantinya, semakin mendekatkan diri ke alam, sehingga bisa memahami alam, peka akan realita alam, dan pada akhirnya benar-benar melestarikan alam.

Nih aku mau share, apa yang aku dapatkan dengan berkemah di alam..

Semakin mengenal dan memahami alam.

Alam yang kita lihat di tv, gambar poster, atau pun foto, jelas sangat berbeda dengan versi sebenarnya. Saat kita mengagumi gambar alam versi cetakan manusia untuk diabadikan, itu sangat berbeda dengan perasaan kita saat berada dan dekat dengan alam itu sendiri.

Tak hanya takjub atau kagum. Bagi kita yang benar-benar berusaha menjiwai alam, hati dan kalbu kita seperti terkoneksi dengan jiwa alam. Ya! Karena kita sebenarnya bersahabat. Kita, manusia dan alam adalah karya Sang Pencipta. Hubungan manusia dan alam itu karib.

Jadi jelas, kita semakin mengenal, memahami, mencintai alam, saat kita bersahabat dan berinteraksi langsung dengannya. Berkemah salah satu caranya πŸ™‚

Mengatur alam untuk bersahabat dengan alam

Kita hidup terbiasa mengatur segala sesuatunya. Manusia memang tercipta mempunyai kemampuan intelektual untuk mengatur kehidupannya. Itu kenapa jalannya peradaban manusia itu terus maju, sedangkan alam akan selalu demikian.

Tapi, uniknya kita tidak bisa mengubah alam. Sifat alam akan selalu demikian. Air mengalir, udara berhembus, api membakar, tumbuhan tumbuh. Kita tak bisa mengubahnya, itu hukum alam.

Tapi, kita sebagai manusia, memang diberi amanah untuk bisa mengaturnya untuk kebaikan peradaban. Aliran air kita atur sehingga bisa didistribusikan ke tempat yang membutuhkan, cuaca kita pelajari untuk bisa diprediksi bukan untuk mengubahnya sesuka hati.

Itu menariknya, kawan. Saat kita bersahabat dengan alam, kita bisa belajar mengaturnya untuk kebaikan bersama, bukannya mengubah seolah untuk keuntungan semata.

Itu yang kupelajari saat berkemah ke gunung, kawan. Memahami cuaca yang ada di gunung. Saat itu, cuaca sedang tak bersahabat. Sedang musimnya hujan badai. Karena kita belajar memahami alam, jadinya kita tidak menuruti ambisi kita untuk mencapai puncak, tapi keselamatan bersama.Β Itu yang kudapatkan saat belajar bersahabat dengan alam. Dan kita mendiskusikan hal itu di dalam kemah yang hangat dengan berselimut sleeping bag πŸ™‚ , sedangkan di luar kabut tebal yang dingin menutupi eloknya alam.

Lestarikan alam, manusia adalah pelestari alam.

Kita sahabat alam. Manusia dan alam adalah sama-sama karya Sang Pencipta. Itu kodratnya. Bukannya manusia penjajah alam, yang bisa seenaknya mengeksploitasi dan mengeruk kekayaan alam untuk keuntungan manusia. Dari situ sudah sangat jelas melencengnya, kawan. Bedakan tujuan eksplorasi dan eksploitasi!

Ekplorasi adalah kita benar-benar memahami alam dengan mempelajarinya menggunakan ilmu pengetahuan dan pengalaman yang berkelanjutan, sehingga mendapatkan pemahaman dan penerapan untuk kebaikan manusia maupun kebaikan alam. Sedangkan, eksploitasi jelas-jelas merusak alam dengan mengeruk kekayaan alam untuk kekayaan manusia.

Dengan pemahaman ini, berkemah pun juga harus dengan semangat eksplorasi alam, lestarikan alam. Tak merusak, mengotori, menggangu ekosistem, malahan lebih bagus lagi kalau kita belajar dan menerapkan lebih lagi untuk mengeksplorasi dan melestarikan alam. Berkemah di alam bisa menjadi salah satu cara untuk itu. Aku pun juga akan belajar lebih lagi, kawan. πŸ™‚

Well.. menarik banget ya topik ini. πŸ™‚ Ayo diskusi bersama, para pecinta dan pelestari alam! Untuk tingkatkan pemahaman, tingkatkan penerapan.

β€œBerkemah di alam sebagai bentuk bersahabat dengan alam. Berkemahlah dengan semangat belajar memahami, mengatur, mengeksplorasi dan melestarikan alam. Kita bersama lah pelestari alam.” lukmanhanz

15 Dec

Belajar Bersahabat dengan Hewan

Sobat!

Apakah kalian pecinta hewan? Hewan peliharaan atau binatang yang hidup di alam? Atau keduanya? Atau malah nggak pecinta keduanya? πŸ˜€

Well.. di sini aku mau berbagi perspektifku, kawan.. sebagai pecinta petualangan, akan share tentang bersahabat dengan hewan.

SAM_0189

Belajar bersahabat dengan hewan

Ya jelas, karena hewan adalah bagian dari alam. Dan sudah jelas juga, seperti yang sudah aku bagikan sebelumnya, manusia dan alam itu bersahabat erat. Erat banget. Erat beud *ngalay dikit* πŸ˜€

Kalau aku pribadi sih, belum begitu bersahabat erat dengan hewan, kawan. Makanya dari judulnya saja sudah aku perjelas, belajar! πŸ™‚

Dari kecil aku memang tidak begitu akrab dengan hewan, ya selain di rumah tidak terlalu sering memelihara hewan peliharaan, juga jarang berinteraksi dengan hewan (jarang ke kebon binatang maksudnya πŸ˜› ). Tapi juga nggak benci-benci amat trus jadinya kayak anti (atau malah yang ekstrim sampai jijik πŸ˜€ ) sama hewan. Jadi yah, anggap saja aku sama hewan netral-netral saja lah πŸ˜€

Tapi sekarang-sekarang ini, aku mulai menyadari kawan.. kalau bersahabat dengan hewan itu juga bagian penting dari bersahabat dengan alam. Jadi, setidaknya, meski pengalamanku belum begitu akrab dengan hewan, yang mana sama-sama sebagai hasil karya Sang Pencipta, aku akan mulai belajar memahami dan mencintai hewan. Sama seperti memahami dan mencintai alam.

Ada beberapa perspektif yang muncul, dan aku coba terapkan..

Pola pikir

Pola pikirku di sini, adalah sama seperti manusia itu bersahabat dengan alam. Jadinya, manusia itu sahabatnya hewan. Meskipun, jelas, kalau derajat manusia itu lebih tinggi dari hewan. Tapi bukan berarti kalau manusia itu bisa berkuasa atas hewan dan berbuat sesukanya, seperti penganiayaan hewan ataupun eksploitasi hewan untuk keuntungan.

Pola pikir bahwa manusia itu bersahabat dengan hewan adalah bagaimana manusia sebagai pelindung dan pelestari hewan. Sama halnya manusia sebagai pelindung dan pelestari alam. Sang Pencipta menciptakan hewan jelas ada maknanya. Setelah kita pelajari dan eksplorasi, ternyata hewan berperan penting untuk keseimbangan alam. Jadi, hewan dan alam tak terpisahkan. Saat lestarikan alam, lindungi juga hewan, kawan πŸ™‚

Mulai berinteraksi dengan hewan

Saat hewan adalah sahabat manusia, bersahabat itu perlu berinteraksi. Ya seperti berinteraksi dengan alam dengan cara menjelajahi dan mengeksplorasi alam, berinteraksi dengan hewan mengharuskan kita dekat dengan hewan.

Kuakui aku belum begitu dekat dengan hewan. Ya, selain belum terbiasa memelihara hewan peliharaan, aku juga jarang bertemu hewan saat menjelajah ke alam. πŸ˜€ Akan aku coba deh, memelihara hewan yang mana aku juga tak membatasi sifat sejatinya yang hidup bebas di alam. Karena menurutku, aku tidak setuju saat hewan harus dikurung. Ya, beberapa saja untuk tujuan penelitian dan penangkaran ya boleh lah. Mungkin nanti aku akan coba berinteraksi dengan ikan dulu lah πŸ˜€

Mulai belajar memahami hewan

Bersahabat untuk saling memahami. Untuk menjadi penjaga dan pelestari hewan, harus mulai belajar memahami kehidupannya. Yah, aku siap untuk mulai dan terus belajar. Ini juga bagian dari proses ikut menyumbang pada kelestariaan alam.

Bersahabat dengan hewan

Bersahabat, semoga saja bukan hanya dalam kata-kata saja. Aku juga akan terus berusaha, kawan πŸ™‚ aku yakin kalian juga akan belajar dan menerapkan hal itu. Setiap saat, setiap langkahku bertualang, akan kubawa semangatku bersahabat dengan alam untuk bersahabat juga dengan hewan.

So.. kalian para pecinta hewan, adakah pandangan atau masukan lainnya untukku yang masih newbie ini? Hehe..

β€œBertualang lah dengan semangat bersahabat dengan hewan sama halnya bersahabat dengan alam. Lestarikan alam, lindungi hewan.” lukmanhanz

03 Mar

Bersahabat dengan Hutan

sang petualang versi lukmanhanz

Kawan, aku mau berbagi opini tentang hutan, tentang bersahabat dengan hutan! Bukan berarti aku ahli kehutanan. Aku sedang terus belajar πŸ™‚

Hutan..

Bersahabat dengan hutan

Apa yang kita tau tentang hutan?

Rumah bagi flora dan fauna yang hidup di alam bebas, sumber oksigen dunia-makanya hutan disebut paru-paru dunia, sumber mineral yang kaya, hutan melindungi ekosistem, dan hutan melestarikan alam untuk generasi-generasi masa depan.

Hutan sangat penting fungsinya bagi kehidupan kita, baik sekarang maupun di masa depan. Jadi, ayo kawan! Lestarikan hutan, bersahabat dengan hutan! πŸ™‚

Gimana caranya untuk bersahabat dengan hutan? Ini aku ada beberapa opini!

Bertualang lah ke hutan!

Dengan bertualang ke hutan, sobat akan merasakan sendiri kesejukan, kedamaian, dan ketakjuban akan panorama alam yang luar biasa itu.

Sunyi, sejuk, segar, hijau, suara alam, itulah yang menyebabkan rasa takjub pada diri kita.

Tegakah kita merusak semua itu?

Tegakah kita menghancurkan keindahan alam hanya untuk keuntungan sesaat?

Semoga siapapun, termasuk aku.. tak tergoda keuntungan semata, hingga merugikan hutan tercinta! πŸ™‚

Jagalah hutan dengan sikap kita!

Saat kita bertualang atau mengunjungi hutan, jagalah sikap kita kawan! Selalu menjaga kelestarian, tidak merusak alam, atau bahkan mencemari alam. Bawa kembali sampah yang kita bawa!

Dan yang terpenting, jangan merusak ekosistem dengan mengambil flora atau fauna sembarangan atau tanpa seizin pihak yang bertanggung jawab. Kita lah manusia pelestari alam, jadi ayo jaga bersama hutan kita πŸ™‚

Ikut aktif melestarikan hutan!

Cari informasi dari Cagar Alam atau Taman Nasional terdekat. Tawarkan diri untuk ikut berpartisipasi dalam proyek pelestarian alam. Apa saja yang dibutuhkan, tenaga dan waktu sebagai relawan, itu akan jadi kesempatan emas kawan!

Selain kesempatan untuk ikut aktif dalam proyek pelestarian alam, kita akan belajar dan praktek lebih banyak lagi ilmu dan penerapan tentang lingkungan, hutan, dan alam.

Kita sering dengar istilah ini kawan..

Jika kita ramah pada alam, alam akan menunjukkan keramahannya.

Tapi jika kita tidak ramah pada alam, alam akan menunjukkan kemarahannya.

“Mengabdi untuk melestarikan hutan, itulah cara terbaik untuk bersahabat dengan hutan.” hanz