18 Oct

Berusaha Sehat Jasmani Rohani

Hari minggu yang indah sobat! 🙂

Gimana hari minggumu? Penuh petualangan pastinya!

Hari ini kuawali hari dengan berusaha menggapai tujuan hidup.

Goal of life!

IMG_20151018_211015-1

Disimbolkan gawang futsal 😀

Ya.. pagi ini kita main futsal sob.. Seru banget! 😀 IMG_20151018_110157-1Ini nih tim futsal Lempuyangan FC yang anti mainstream, karena main futsal tanpa sepatu, nyeker semua kita 😀

Yes.. olahraga! Biar tubuh sehat! 🙂

Cara nikmatin minggu pagi yang sedeeep.

Saat hari mulai siang, mulai panas.. kerindangan masih ada kawan.

Pohon ini ingatkanku tentang masa kecilku :D
Pohon ini ingatkanku tentang masa kecilku 😀

Ini nih aku berteduh dari kepanasan kota Jogjakarta di siang bolong.

Ceritanya mau jemput salah satu temenku. Kita mau belajar tentang spiritual kawan 🙂

Yeah.. sehat jasmani udah tadi pagi. Siang sampe sorenya kita nikmati hari untuk berusaha sehat rohani juga kawan 🙂 IMG_20151018_193501Kita belajar dan berdiskusi tentang ‘Renungan tentang Kehidupan Roh’.

Kawan.. kita belajar, sebagai manusia yang memiliki roh yang mulia untuk hidup dalam kehidupan pengabdian.. Kita sama-sama sedang terus belajar dan berusaha menerapkan bimbingan Ilahi itu. 🙂

Yah.. bahagia rasanya.. Saat berusaha menerapkan ilmu spiritual dan material.

Ya hidup kita memang terus berusaha menerapkan dan memajukan kedua aspek itu kawan 🙂

Semangat berjuang!

Dan malamnya.. yang membuat malam istimewa, aku nonton film keren.. Kenshin Samurai X.

Ini Kenshin Part II. Yang Part I aku udah nonton. Keren!
Ini Kenshin Part II. Yang Part I aku udah nonton. Keren!

What a day! 🙂

Have a beautiful day ya guys!

20 Aug

Sikap Belajar, Semangat Belajar!!!

Guys.. apa kabar? 🙂 Hari yang menyenangkan? kalau enggak, yuk dibuat senang aja, hehehe.. Aku mau share tentang yang namanya ‘Sikap Belajar’..

Sikap Belajar Semangat Belajar

Belajar? Nah! langsung kaget, takut, atau alergi kayaknya *lebay* hahaha..

Iya kawan.. menurutku sih arti kata belajar sekarang ini jadi sempit. Sepertinya hanya anak sekolah saja yang bisa disebut belajar.. hanya kalau membaca buku saja yang disebut belajar.. atau hanya di dalam gedung saja bisa dibilang belajar..

So.. mungkin itu yang jadi penyebab ‘belajar’ itu bosenin, malesin, nyeremin, nakutin.. lha selalu dibatasin.. *whaaa* 😀

Ya memang itu sudah jadi pola pikir umum 🙂

Aku nggak mau bahas soal mana yang salah dan benar, tapi ayo diskusi untuk membuka pola pikir bersama.. Tentang belajar, dan sikap belajar!

Kalau belajar hanya di momen atau waktu tertentu, menggunakan cara tertentu, dan karena motif dan tujuan tertentu, jadinya ya belajar itu seolah hal yang sempit, terbatas..

Keseharian kita sebenarnya kesempatan yang sangat luas untuk belajar banyak hal. Nah, pola pikir ‘banyak kesempatan untuk belajar banyak hal‘ yang menjadikan belajar itu tak terbatas! 🙂

Pola pikir yang seperti itu pastinya mempengaruhi sikap kita guys.. Sikap belajar, gimana kita bersikap saat menemukan banyak kesempatan untuk belajar banyak hal..

Sikap belajar, akan menjadikan hari-hari kita bersemangat untuk belajar banyak hal.. sikap belajar bukan hanya sekedar benar dan salah, sukses dan gagal.. tapi kita akan terus bersikap belajar..

Aku juga sharing deh hari-hariku yang bersemangat dengan sikap belajar..

Aku semangat belajar untuk berteman, semangat belajar untuk berimaginasi, semangat belajar untuk berpetualang, belajar dengan alam, belajar bahasa-bahasa lainnya, belajar musik dan seni, belajar olahraga, sama yang terbaru yang membuatku juga bersemangat, belajar untuk masak! hehehe.. Dan juga hal-hal seru lainnya, aku belajar untuk bersemangat belajar!

Wah, wah.. banyak banget hanz, yakin bisa?

Ya kan belajar optimis.. belajar juga buat mengatur dan melakukan semua hal menyenangkan itu, juga belajar menikmatinya 😉

Kalau kalian gimana sobat? Lagi semangat belajar apa aja nih? hehe.. Ayo sharing!

“Yuk kita tanamkan sikap belajar, ada kesempatan tak terbatas untuk belajar.. Ayo lakukan dengan semangat belajar!” lukmanhanz

14 Feb

Semangat Pengabdian Berawal..

Semangat pengabdianSobat! Izinkan aku berbagi pengalaman yang menginspirasiku, tentang semangat pengabdian! Semoga kita semua akan selalu belajar untuk mengabdi pada kebaikan bersama, sobat! 🙂

Semangat pengabdian, yang selama ini kupelajari, berusaha kuterapkan, dan juga berusaha kurefleksikan, lalu belajar lagi, usaha-bertindak lagi, refleksi lagi, begitu seterusnya siklus pembelajaran kapasitas hidup ini untuk terus berkembang.. tentunya tak serta merta datang begitu saja..

Ada proses awalnya, gimana proses pengembangan kapasitas untuk mengabdi ini berawal, kawan..

Yes! Apapun semangat hidup itu, itu juga bentuk semangat pengabdian, kawan 🙂 Karena hidup kita ini untuk mengabdi. Coba bayangkan, hidup kita, pekerjaan kita, pikiran kita, itu selalu kita upayakan, baik untuk diri kita sendiri, maupun juga untuk kebahagian orang lain.. itu pengabdian, kawan.. 🙂

Okey, back to topic 😉

Aku akan berbagi tentang cerita awalku merasakan semangat pengabdian..

Sederhana sekali kawan..

Dulu, waktu aku hanya sibuk memikirkan diriku sendiri.. ya mungkin bisa dikatakan wajar bagi anak seumuran SMP, masa-masa remaja.. tak pernah terpikir di benakku untuk memikirkan orang lain, membahagiakan orang lain. Ya, kalau orang tua, pastinya ingin membuat mereka selalu tersenyum. Tapi orang lain? Tak pernah!

Masa-masa itu, tentunya sibuk dengan dirinya sendiri, belajar, main, pulang ke rumah, main lagi, kadang-kadang belajar, tidur, sekolah, main lagi *kok banyak mainnya ya, hehehe.. Iya, pusatnya.. untuk diri sendiri!

Saat melakukan rutinitas sehari-hari saja, ya yang barusan kusebut, sudah membuatku senang.. jadi ngapain repot-repot mikirin orang lain?

Ya.. itu dulu yang kurasakan kawan!

Jadi, saat itu, tiba-tiba mulai ada kesempatan untuk mengabdikan diri untuk orang lain, mendidik anak-anak.

Jelas, aku acuh tak acuh.. lha pikirku, merepotkan.. anak-anak itu menyebalkan..

Jadi, hilang lah kesempatan itu.. untuk sesaat.

Beberapa waktu berlalu, dan aku masih keras kepala dengan pandanganku..

Lalu, hal sederhana terjadi..

Temanku, yang memang dia sangat antusias mendidik anak-anak.. meminta pertolonganku. Sebagai teman, tentu aku mau..

Dia tidak bisa menjemput beberapa anak, tapi dia masih bisa mengajar mereka di rumahnya. Makanya dia memintaku untuk menjemput beberapa anak itu.

Dan aku mengiyakan permintaannya, masih dengan syarat.. jangan pernah mengajakku mengajar mereka, mendidik anak-anak.. *hahaha kalau diingat, lucu juga sikapku waktu itu, haduhhh…

Dan, saat aku menjemput anak-anak itu, dengan wajah tanpa senyum yang menunjukkan berat hatiku.. anak-anak itu malah berlarian kearahku, dengan antusias mereka menyambutku..

Ya ampun… hati sekeras apa yang mampu bertahan dengan kondisi seperti itu, kawan..

Sejak saat itu, aku mulai terkesan, merasakan apa itu cinta dan semangat pengabdian.. dari hal sederhana, menjemput mereka..

Dari situ, aku semakin merasakan gimana nikmatnya mengabdikan diri kita untuk kebahagiaan orang lain, kawan..

Dan sejak saat itulah, semangat pengabdian berawal.. Aku mulai mau belajar dan terus belajar mengabdikan diri..

Semangat pengabdian

Dan semangat pengabdian akan terus mengiringi hidup, saat kita terus belajar dengan kemurnian dan kerendahan hati untuk mengabdi..

Jadi.. ayo kawan, kita mulai dan terus belajar mengabdi 🙂

Gimana?

“Semangat pengabdian, berawal saat kita merasakan cinta dan pengabdian, dan itu akan terus mengiringi hidup kita” hanz

04 Feb

Pengabdian Masyarakat di Jawa Tengah

HEEEYYY KAWAN!!! 😀

Antusias banget hanz?

Yes! Jadikan harimu antusias, kawan! 😉

Well, aku akan lanjutin cerita tentang ‘Masa Pengabdian‘.

Seperti yang aku bilang dari cerita Masa Pengabdian itu, tugas dan kesempatanku untuk melakukan pengabdian masyarakat berada di wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Bali.

1381277_171020466426999_1865141621_n-1

Nah, sekarang aku mau cerita pengalaman dan pembelajaran yang aku dapatkan selama melakukan pengabdian masyarakat di Jawa Tengah. 🙂

Di Jawa Tengah, aku bekerja sama dengan beberapa rekan kerja di beberapa kota, antara lain: Pati, Semarang, Solo, Karang Anyar, Klaten, Magelang, Bantul, Sleman, dan Jogjakarta.

Apa yang kita semua lakukan?

Ya.. bersama-sama, siapapun kita, apapun latar belakangnya, membangun kesatuan, baik pikiran dan tindakan, untuk berpartisipasi dalam pengabdian masyarakat untuk membangun kesatuan masyarakat. 🙂

1402465338604Misalnya yang kita lakukan di Pati, Klaten, Karang Anyar, Bantul dan Magelang.. bersama-sama dengan orang-orang dewasa dan pemuda di sana, kita bermusyawarah, menganalisa realita masyarakat untuk menentukan pengabdian masyarakat apa yang bisa kita lakukan di masyarakat tersebut, untuk kebaikan bersama. Ya, kita bermusyawarah dan bertindak bersama, karena kita yakin semua orang yang ada di dalam masyarakat bisa mengambil peranan penting dalam pengabdian.

SAM_4426Dan pengalaman di Semarang, Solo, Sleman, dan Jogja.. kita bersama-sama pemuda, para mahasiswa, dan juga orang dewasa, belajar bersama, bermusyawarah, dan juga bertindak melakukan pengabdian masyarakat untuk membangun kesatuan masyarakat.

Meskipun yang kita lakukan masih langkah awal dan tentunya belum meluas dan mempengaruhi perbaikan secara besar-besaran, tapi keyakinan dari usaha kita adalah bahwa kita sedang menyumbang ke kesatuan masyarakat, dan kita berusaha bersama-sama para anggota masyarakat sekitar untuk melakukan pengabdian masyarakat itu.

Perjuangan untuk mengabdikan diri ke masyarakat membutuhkan proses panjang dan konsistensi untuk terus berusaha berkelanjutan, untuk mewujudkan kesatuan masyarakat.

Melalui musyawarah, bertindak, dan refleksi bersama dari tindakan itu untuk belajar lebih lagi, kita sedang terus berupaya.. 🙂

Gimana menurut kalian sobat? Ada pendapat tentang pengabdian masyarakat dan upaya membangun kesatuan masyarakat? 🙂

Yes! Bagi kita semua yang pasti peduli pada masyarakat kita, dan mengharapkan perbaikan pada masyarakat 🙂

Let’s discuss…

“Ayo kawan bersama-sama belajar dan melakukan pengabdian masyarakat di Jawa Tengah, untuk kesatuan masyarakat! 🙂 ” hanz

04 Dec

I Love English, Why?

Aku cinta bahasa Inggris

Kawan! Curhat sedikit dari masa lalu ya, dijamin gak galau kok 😀 Ya ini kisah masa lalu, masa kelam, masa ceria, masa penuh kenangan.. Tentang kenapa aku cinta bahasa Inggris! 🙂

Jadi begini..

Dulu aku benci banget sama bahasa Inggris. Kenapa? Ya karena susah, sulit dimengerti, bosenin, dan kalau ujian selalu dapat nilai jelek, hehe..

Mungkin karena dulu benci kali ya.. jadinya sekarang aku cinta bahasa Inggris! *Nah kan benci adalah benar-benar cinta, hahaha! 😛

Sejak SD kelas 2 aku memang sudah mulai belajar bahasa Inggris. Nah dari situ aku mulai benci sama satu pelajaran ini. Widiihhh! Awalnya sih simple, karena sesuatu yang baru tau, trus kok ‘sepertinya’ syusah, jadi mayes beyajal deh.. * nostalgia masa kecil, hahaha..

Kemalasan itu terus terpelihara sampai SMP. Bahkan aku pernah dapat nilai 10 (dari 100, lho!) saat kelas 2 SMP. Bapak-Ibuku langsung keluar tanduknya waktu dimintai tanda tangan di atas kertas ujian yang bernilai 10 itu, huahahaha.. Hmm, kejadian paling tragis saat itu. 😀

“Isok gak lulus, koen!” versi Suroboyoan, bahasa Surabaya.. 😛

“Bisa tidak lulus, kamu!” versi Indonesia 😀

Mengingat saat itu sudah mau UAN (Ujian Akhir Nasional) kelas 3 SMP.

Karena kata-kata itu, dengan teramat sangat sedikit terpaksa, aku ikut les bahasa Inggris! Diberi tambahan belajar untuk pelajaran yang kubenci. Wadoohh, bahaya!

Ditambah lagi saat itu harus satu kelas dengan anak-anak rata-rata kelas 3 SD (cuma ada 2 teman seusiaku dari 20an murid), karena memang harus mulai dari level dasar. Hehehe, kalau ingat waktu itu, sebel, bingung, dan gengsi campur aduk!

Untungnya saat itu aku mau menahan ego; aku mau mencoba belajar, aku mau mendengar! Ya meskipun mulai lagi dari awal..

Eh ternyata…

English is fun! Aku semakin semangat belajar dan bisa mengatasi momok si English.

Dan mulailah aku cinta bahasa Inggris! 😀

Karena aku bisa memahami dan mengerti pelajaran bahasa Inggris, alhasil bisa lulus SMP dengan memuaskan! 🙂

Saat SMA, aku punya sahabat baru suami-istri dari US yang bekerja di Surabaya International School, Greg dan Sara namanya. Wah, aku tambah semangat belajar Bahasa Inggris saat itu, semakin aku cinta bahasa Inggris. Langsung praktek dengan native speaker, gratis pula! hehehe..

Saat itu aku sadar, bahasa itu menyenangkan jika digunakan, dipraktekkan.. Dan akan terus menjadi hal yang membosankan kalau hanya sebatas teori.

Bahasa untuk berkomunikasi, dan komunikasi sebagai alat sosial, jadi harus digunakan, bukan hanya sekedar dipelajari sebagai teori, itu pemahamanku sekarang.

Pelajaran yang aku dapat dari sini,

“Hal baru bukan untuk dibenci, tapi untuk dicoba dan dipelajari, asal kita mau!”

dan

“Bahasa itu menyenangkan, untuk digunakan dan untuk persahabatan”

Aku cinta bahasa Inggris

Yah meskipun Greg yang keturunan Jepang-China dan Sara yang berkulit putih sudah balik lagi ke US, kita masih sering keep in touch via video call.

You’re rock, guys.. Big thanks!

Hope everything’s fine and have a great life! 🙂

“Saat dipadukan untuk dipelajari dan dipraktekkan, semakin aku cinta bahasa Inggris! 🙂 ” hanz