19 Jan

Banyuwangi – Memahami Makna Kemauan dan Pengorbanan

Hari ini jalani petualangan yang mencari makna, sobat!

Masih belum ada foto ya πŸ˜€ belum beli HP lagi, yang hasil fotonya layak lah di post di blog πŸ˜€

Anyway, setiap hari kita selalu menjalani hari untuk mencari makna, bukan?

Bukan? Oh mungkin Anda termasuk orang yang sudah menemukan makna dari hidup πŸ™‚

Kalau saya sih, masih terus mencari, hehe..

Aku rasa, ini salah satu cara menikmati hidup, kawan.. dengan bertualang mencari makna.

Nah, hari ini aku masih di Banyuwangi. Tepatnya di desa Yosomulyo. Aku bersama beberapa sahabat-sahabatku, mulai dari yang muda sampai orang dewasa dan orang tua, laki-laki dan perempuan, sama-sama belajar dan berdiskusi. Mendiskusikan makna dan penerapan.

Makna akan kehidupan spiritual, kawan πŸ™‚ Jadi ini tentang petualangan spiritual πŸ˜€

Mendiskusikan tentang kekuatan dari kemauan.

Kita bisa melakukan sesuatu itu karena suatu dorongan. Ada motif atau pendorong, yaitu sesuatu yang membuat (mendorong) kita melakukan suatu hal tertentu.

Apa sesuatu itu?

Sesuatu itu ada di dalam diri kita, bersumber dari lubuk hati. Kemauan. Kemauan adalah wujud dari keyakinan yang mulai diterapkan. Penerapan dimulai. Keyakinan tak hanya di dalam jiwa. Kemauan mulai terapkan keyakinan dalam jiwa menjadi kenyataan tindakan.

Apapun keyakinan kita, kawan. Keyakinan dalam hidup ini selalu ada dalam hati setiap orang. Kekuatan kemauan lah yang mengeluarkan keyakinan itu menjadi tindakan.

Semakin besar kemauan, semakin besar juga upaya untuk menerapkan keyakinan, kawan. Jadi.. cara terbaik menguji keyakinan kita adalah dengan mengeluarkan kekuatan kemauan hingga terealisasi menjadi tindakan nyata.

Dalam hal ini, konteksnya adalah tentang spiritual, kawan. Saat kita yakin pada kesatuan umat manusia, maka keyakinan itu harus diterapkan. Kemauan untuk mengabdi pada sesama adalah dasar untuk memunculkan langkah-langkah selanjutnya untuk kebaikan umat manusia πŸ™‚

Selanjutnya, mendiskusikan tentang makna dari pengorbanan.

Kawan. Setiap upaya itu perjuangan. Kenapa mau berjuang, pasti ada suatu dasar yang sangat kuat. Dasar yang sangat kuat itu adalah cinta. Itulah Anugrah Sang Pancipta kepada kita. Cinta menjadi dasar utama kita melalukan sesuatu, sesuatu yang sangat kita cintai.

Saat kita mencintai sesuatu yang sangat kita cintai, adalah sejatinya kita mengorbankan hal lainnya, melepaskan hal lainnya (ini menarik, melepaskan bukan berarti secara ekstrim sama sekali melupakan dunia, tapi bermakna ketidakterikatan pada dunia), untuk sesuatu yang sangat kita cintai. Itu makna cinta sejati, kawan. Dan cinta sejati sejatinya tertuju kepada Sumber Cinta Sejati, Yang Maha Cinta dan Maha Pengasih.

Membuktikan cinta kita kepada Sang Kekasih Sejati membutuhkan pengorbanan, keterlepasan, ketidakterikatan pada dunia materi. Karena hati manusia memang ditetapkan untuk mencintai Kekasih Sejatinya.

Jadi.. sedang terus belajar, kawan πŸ™‚

Petualangan penuh makna hari ini!

Semoga hari kita selalu dinaungi Anugrah dari Sang Kekasih Sejati, kawan..

17 Jan

Perjalanan ke Banyuwangi dan Percakapan Bermakna Selama Perjalanan

Sobat!

Setelah seharian kemarin aku dan kawan-kawanku sibuk bersama-sama belajar menggali makna dan penerapan akan kesatuan umat manusia, jadinya sampai gak sempet bercerita petualangan kemarin πŸ˜€

Tapi intinya sudah aku ceritakan kemarin tanggal 15 Januari ya πŸ˜€ hehe..

Hari ini saatnya lanjutkan perjalanan. Ke tetangga sebelahnya Jember aja sih. Yeah, menuju Banyuwangi πŸ™‚ salah satu kota yang berkesan di hatiku.

Hari ini sampai siang saja pembelajarannya bareng teman-teman muda-mudi. Trus melanjutkan perjalanan ke Banyuwangi.

Kali ini aku sendiri yang ke Banyuwangi. Temanku Reza kembali ke Jogja. Dan beruntungnya ada teman dari Banyuwangi yang mengajakku pulang bersamanya. Mas Bambang nama sahabatku yang tinggal di Banyuwangi itu, kawan.

Petualangan kali ini nggak naik bis, kereta, motor atau jalan kaki, kawan πŸ˜€ tapi naik mobilnya Mas Bambang menuju Banyuwangi.

Yah.. serunya sih, selain gratis, hehe.. juga bisa mengamati pemandangan dan juga nggak kehujanan, kan lagi musim hujan πŸ˜€

Tapi, seru yang sebenarnya sih saat banyak ngobrol sama Mas Bambang, kawan. Sepanjang perjalanan kita ngobrol banyak hal, mulai dari topik kehidupan dan pekerjaan, hobi, sampai kebahagiaan hidup yang sejati πŸ™‚ Sampai nggak kerasa perjalanan sekitar 2 jam naik mobil dari Jember ke Banyuwangi.

Aku akan sedikit share obrolan kita, kawan πŸ™‚

Mas Bambang teringat masa mudanya saat ngobrol denganku, kawan. Yang dia ingat adalah bahwa masa itu adalah masa-masa perjuangan awalnya. Meskipun dia berjuang mulai dari awal, tapi dia sangat menikmati masa mudanya. Yang mana sekarang ini dia menikmati masa kesuksesannya, meskipun perjuangan terus berlanjut dia bilang πŸ˜€

Yah, memang bener! Toh aku sedang masa-masa penuh perjuangan saat ini πŸ˜€ Semangat muda ini yang dilihat Mas Bambang, yang membuatnya teringat masa mudanya.

Oya, Mas Bambang ini salah seorang Banker sukses di Banyuwangi, kawan. Jadi, perjuangan yang kita bicarakan ya tentang dunia perbankan dan dunia perekonomian. Yah, aku juga masih ada background keilmuan ekonomi, kan lulusan Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga *membanggakan Almamater (gak apa, sedikit.. hehe)

Makanya obrolan kita masih nyambung lah ya.. meskipun aku sudah beberapa tahun terakhir ini nggak begitu mengikuti perkembangan dunia ekonomi, karena aku anak ekonomi yang mengambil bidang yang lebih spesifik, kawan. Ekonomi fantasi πŸ˜€ Ya kan bidangku sekarang ini dunia imaginasi, hehe..

Nah, obrolan yang seru juga adalah tentang kebahagiaan hidup yang sejati, kawan. Kita saling share, kalau kebahagiaan di dunia ini memang sifatnya sementara. Okey, kita bisa meraih sukses, mencapai prestasi, tapi kebahagiaan itu sepertinya belum lengkap. Seperti ada kebahagiaan yang belum dirasakan.

Ya, terlepas dari sifat manusia yang selalu merasa tidak puas. Kebahagiaan ini lain dari pada kebahagiaan yang dikarenakan hal materi. Kebahagiaan ini adalah kebahagiaan batin.

Mas Bambang bercerita pengalaman masa kecilnya, yang mana keluarganya pada saat itu mengalami penderitaan dikarenakan keyakinan yang dianutnya. Berteguh hati pada keyakinannya adalah sumber kebahagiaan mereka pada saat itu, meskipun secara jasmani mengalami kekurangan.

Dengan semangat pengabdian pada apa yang diyakininya, dan juga berusaha menerapkan apa yang diyakininya, yaitu berusaha menunjukkan cinta kasih kepada sesama manusia, keluarga Mas Bambang merasakan kebahagiaan sejati.

Aku juga sangat setuju, kawan. Kebahagiaan yang muncul dari semangat mengabdi untuk sesama adalah kebahagiaan yang sejati πŸ™‚

Itu yang aku rasakan saat aku sedang dan terus berusaha mengabdikan diri sesuai keyakinanku akan kesatuan umat manusia, ya.. kebahagiaan sejati πŸ™‚

Hmm.. percakapan yang bermakna dan obrolan penuh semangat persahabatan kurasakan selama perjalanan. Itu yang seru! πŸ˜€

Anyway, itu caraku menikmati petualangan hari ini, kawan..

29 Oct

Diantar Sritanjung dari Jogja ke Banyuwangi

Siapa Sritanjung hanz?

Judulnya kayaknya heboh πŸ˜€
Haha.. Ya sesekali aja pengen bikin judul gitu πŸ˜€

Yang pasti sih kayaknya kalian banyak yang kenal sama Sritanjung, sob.. πŸ˜€

Yiuukk.. Ini dia Sritanjung..
IMG_20151029_065133-1Dia sobat yang selalu baik hati mengantarkan perjalananku dari Jogjakarta ke Banyuwangi, dan sebaliknya.

Kereta api juga sobatku, kawan! πŸ™Œ

Tapi Sritanjung hari ini tak seceria biasanya.. Muram, sedih.. Itu karena dia kesepian kawan..

Nih dia kesepian..
IMG_20151029_065201-1Sepi kan? πŸ˜€

“Santai, Njung.. Sritanjung πŸ˜€ aku bakal enjoy kok selama kamu anter dalam perjalananku”

Dan memang bener, sepinya nggak hanya pas dari Lempuyangan, stasiun awal keberangkatan di Jogja, tapi juga hampir sepanjang perjalanan dari Jogja-Banyuwangi.

Hmmm.. Unlucky day for you bro Sritanjung..

Tapi sepanjang perjalanan aku tetep enjoy kok.
Meski memang nggak banyak foto yang kuambil, tapi dua hal utama ini yang kulakukan dalam perjalanan..

Bersahabat dan belajar dari teman baru, dan berimaginasi untuk berkarya..

Saat bersahabat dengan teman baru di kereta, aku ngobrol banyak hal dengan salah satu Bapak yang duduk di depanku.

Kita ngobrol tentang spiritual, pekerjaan, dan pengabdian.
Aku berbagi tentang makna spiritual bahwa kita umat manusia adalah satu keluarga, keluarga umat manusia πŸ™‚

Aku juga belajar pada beliau, yang mana beliau adalah Konsultan Agrobisnis, wah keren! Aku belajar bisnis pertanian dan perkebunan organik dari beliau.

Yah, ada impian sih, suatu saat aku mau berinvestasi dan berkontribusi dalam bidang pertanian atau perkebunan πŸ™‚ semoga suatu saat nantiπŸ™

Dan nggak lupa, aku berimaginasi untuk berkarya.. Yah aku lanjutin imaginasiku untuk karya yang akan selalu aku bagikan di Blog ini πŸ™‚

Hmmm.. Kedua hal itu memang nggak akan membuat perjalananku membosankan, kawan.. πŸ˜€

Lamanya perjalanan sekitar 13 jam.. Wah itu termasuk lebih cepat daripada naik bis yang bisa-bisa 16-20 jam, kalo macet πŸ˜€

Berangkat dari Jogja jam 7 pagi, sampai Banyuwangi jam 8 malam. Gitu juga jadwalnya kalo rute Banyuwangi-Jogja.
Tarif Sritanjung 100ribu. Murah! 😁

Well.. Perjalanan hari ini, menyenangkan.

Sampe juga di Banyuwangi! πŸ™Œ

Setelah naik kereta.. Aku menuju rumah kawanku naik bis kota. Kasihan kalo minta dia jemput malem-malem..

Gini nih naik bis kota malam hari di Banyuwangi..
IMG_20151029_195503-1Gimana? Horor ya 😁

Keep happy keep healthy ya guys, have a beautiful night!

15 Sep

Jajag, Banyuwangi

Kawan!

Seperti yang sudah kubilang kemarin.. aku udah di Banyuwangi..

So.. inilah nuansa Banyuwangi!

IMG_20150915_141133-1
Panen di Desa Jajag Banyuwangi

Lagi musim panen nih sob! πŸ™‚ syukurlah, semoga berkah melimpah untuk para petani..

Jalan-jalan di jalanan tanah dan batu, berasa sensasinya πŸ˜€ IMG_20150915_141640-1Melewati perkebunan yang segar. Meski panas terik matahari, tapi ijo royo royo tetap bikin suasana adem πŸ™‚

Jalanan perkebunan memang khas.. bikin ati ayem tentrem πŸ™‚ IMG_20150915_141700-1Ya kawan.. salah satu cara atasi stress, coba keluar ke alam, amati kehijauan dan keasrian alam.

Pikiran akan ikut adem πŸ™‚ Coba deh!

Hari ini belum ada aktivitas yang memadati jadwal sih.. So, jalan-jalan menikmati alam saja dulu..

Ini nih beberapa momen yang tertangkap kameraku..

Pintu rezeki pemilik kebun jeruk
Pintu rezeki pemilik kebun jeruk
Langkah 'flash' kaki
Langkah ‘flash’ kaki
Demi bertahan hidup saat kemarau
Demi bertahan hidup saat kemarau
Sore sempurna tuk olahraga! Tak ada lapangan, sawah pun jadi, tuk main voli.
Sore sempurna tuk olahraga! Tak ada lapangan, sawah pun jadi, tuk main voli.
Apa ini? Titik-titik itu layang-layang. Maklum ya kamera nggak bagus2 amat :D
Apa ini? Titik-titik itu layang-layang. Maklum ya kamera nggak bagus2 amat πŸ˜€

Smoga hari kita keren slalu sobat! πŸ˜‰

14 Sep

Ke Banyuwangi

Hallo kawan! πŸ™‚

Hari ini nih..

Aku bakal melanjutkan perjalanan.. lanjutkan petualangan πŸ™‚

Dari Jogja.. menuju Banyuwangi πŸ™‚
IMG_20150914_195609-1Wah.. ada apa ke Banyuwangi hanz?

Iya.. aku mau ikut terlibat dan bantu acara Reuni Muda-Mudi di Banyuwangi kawan πŸ™‚

Perjalanan 12 jam lebih πŸ˜€

Jadi ngapain aja di kereta hanz?

Gini nih..
IMG_20150914_084434-1Selfie sambil nyari inspirasi πŸ™‚

Salah satu passion-ku kan memang berkarya menghasilkan kisah kawan πŸ˜‰

Tapi selain selfie.. aku ya jalan-jalan di luar kereta (pas kereta berhenti di stasiun lho..)
IMG_20150914_164118-1Nah loh pada keburu masuk pas kereta mau jalan πŸ˜€

Yah lumayan capek juga perjalanan jarak jauh! Tapi tetep semangat keleus! πŸ˜€

Ada hal unik yang aku potret di dalam kereta api kelas ekonomi ini kawan..

Dulu.. dulu ya.. dulu.. kalo dengar soal kereta ekonomi itu kan, langsung terbesit, kotor, sumpek, panas, dan sebagainya komplain negatifnya.

Ini kawan.. salah satu bentuk kecil Revolusi Kereta Api Indonesia πŸ™‚
IMG_20150914_195736-1Slogan itu gak hanya slogan, kereta api memang sudah berubah jadi lebih baik πŸ™‚

Salut untuk Kereta Api Indonesia πŸ™‚
Semoga ke depan jadi lebih baik lagi!

Waahh perjalanan panjang yang asik hari ini..

Akhirnya, sampai juga di stasiun Sumber Wadung Banyuwangi.
IMG_20150914_200623-1Di sini aku bermalam di rumah salah satu sobatku πŸ™‚

Selamat malam kawan, istirahat yang nyenyak ya..

Apalagi aku, yang baru dari perjalanan jauh! πŸ˜€