07 Apr

Belajar Jadi Translator

Guys.. Sedikit share nih.. Pengalaman menarik saat kita sebagai tim yang berkolaborasi untuk mereview materi berbahasa Inggris yang diterjemahkan ke bahasa Indonesia..

IMG_20170407_183152_052

Ya, kawan.. Petualangan sebagai translator ini ceritanya 😀

Bagiku, ini pengalaman pertama melakukan review yang berkolaborasi dengan mitra kerja lainnya.

Seru! Bagaimana menerapkan berbagai konteks kata, kalimat, dan paragraf dari materi berbahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia, sehingga tidak kehilangan makna aslinya. Dan itu semua perlu dilakukan dalam upaya yang jelimet (nah ini bahasa Inggrisnya: rigorous, yang belum kita temukan konteks bahasa Indonesia yang sesuai dengan makna di dalam materi, jadinya kita tetap pakai kata ‘jelimet’ yang artinya seperti: upaya yang dilakukan dengan sangat detail dan teliti hingga hal-hal terkecil. Panjang ya makna dari kata ‘jelimet’ atau ‘rigorous’) 😀

Anyway, proses pembelajaran yang menarik ini menjadi kesempatan untuk terus belajar mengembangkan kapasitas. Apalagi terkait bahasa, bidang yang sedang terus kugali potensinya.. 😊

So, itu sekilas petualanganku hari ini, kawan.. Gimana petualanganmu?

04 Dec

I Love English, Why?

Aku cinta bahasa Inggris

Kawan! Curhat sedikit dari masa lalu ya, dijamin gak galau kok 😀 Ya ini kisah masa lalu, masa kelam, masa ceria, masa penuh kenangan.. Tentang kenapa aku cinta bahasa Inggris! 🙂

Jadi begini..

Dulu aku benci banget sama bahasa Inggris. Kenapa? Ya karena susah, sulit dimengerti, bosenin, dan kalau ujian selalu dapat nilai jelek, hehe..

Mungkin karena dulu benci kali ya.. jadinya sekarang aku cinta bahasa Inggris! *Nah kan benci adalah benar-benar cinta, hahaha! 😛

Sejak SD kelas 2 aku memang sudah mulai belajar bahasa Inggris. Nah dari situ aku mulai benci sama satu pelajaran ini. Widiihhh! Awalnya sih simple, karena sesuatu yang baru tau, trus kok ‘sepertinya’ syusah, jadi mayes beyajal deh.. * nostalgia masa kecil, hahaha..

Kemalasan itu terus terpelihara sampai SMP. Bahkan aku pernah dapat nilai 10 (dari 100, lho!) saat kelas 2 SMP. Bapak-Ibuku langsung keluar tanduknya waktu dimintai tanda tangan di atas kertas ujian yang bernilai 10 itu, huahahaha.. Hmm, kejadian paling tragis saat itu. 😀

“Isok gak lulus, koen!” versi Suroboyoan, bahasa Surabaya.. 😛

“Bisa tidak lulus, kamu!” versi Indonesia 😀

Mengingat saat itu sudah mau UAN (Ujian Akhir Nasional) kelas 3 SMP.

Karena kata-kata itu, dengan teramat sangat sedikit terpaksa, aku ikut les bahasa Inggris! Diberi tambahan belajar untuk pelajaran yang kubenci. Wadoohh, bahaya!

Ditambah lagi saat itu harus satu kelas dengan anak-anak rata-rata kelas 3 SD (cuma ada 2 teman seusiaku dari 20an murid), karena memang harus mulai dari level dasar. Hehehe, kalau ingat waktu itu, sebel, bingung, dan gengsi campur aduk!

Untungnya saat itu aku mau menahan ego; aku mau mencoba belajar, aku mau mendengar! Ya meskipun mulai lagi dari awal..

Eh ternyata…

English is fun! Aku semakin semangat belajar dan bisa mengatasi momok si English.

Dan mulailah aku cinta bahasa Inggris! 😀

Karena aku bisa memahami dan mengerti pelajaran bahasa Inggris, alhasil bisa lulus SMP dengan memuaskan! 🙂

Saat SMA, aku punya sahabat baru suami-istri dari US yang bekerja di Surabaya International School, Greg dan Sara namanya. Wah, aku tambah semangat belajar Bahasa Inggris saat itu, semakin aku cinta bahasa Inggris. Langsung praktek dengan native speaker, gratis pula! hehehe..

Saat itu aku sadar, bahasa itu menyenangkan jika digunakan, dipraktekkan.. Dan akan terus menjadi hal yang membosankan kalau hanya sebatas teori.

Bahasa untuk berkomunikasi, dan komunikasi sebagai alat sosial, jadi harus digunakan, bukan hanya sekedar dipelajari sebagai teori, itu pemahamanku sekarang.

Pelajaran yang aku dapat dari sini,

“Hal baru bukan untuk dibenci, tapi untuk dicoba dan dipelajari, asal kita mau!”

dan

“Bahasa itu menyenangkan, untuk digunakan dan untuk persahabatan”

Aku cinta bahasa Inggris

Yah meskipun Greg yang keturunan Jepang-China dan Sara yang berkulit putih sudah balik lagi ke US, kita masih sering keep in touch via video call.

You’re rock, guys.. Big thanks!

Hope everything’s fine and have a great life! 🙂

“Saat dipadukan untuk dipelajari dan dipraktekkan, semakin aku cinta bahasa Inggris! 🙂 ” hanz