12 May

Puisi: Doa di Hutan Pinus

_20160629_204502

hembusan dingin angin senja

menembus sela pepohonan pinus

menerpaku

sadarkanku akan kerinduan

kehendak yang harus dihadapi

kehendak akan diri

dan kehendak lepaskan diri.

sungguh..

wewangian harum tebaran hutan segarkan jiwa

belaian lembut tanah berbukit bangkitkan perasaan

rona jingga pancaran langit tenangkan pikiran

oh.

seketika kedamaian karunia hutan semakin mendesakku

tak biarkanku pejamkan mata rebahkan raga, jiwa pun meronta.

Pulang lah raih mimpimu engkau pejuang asa!

lambai dedaunan gemulai.

Lanjutkan penjelajahanmu wahai jiwa musafir muda!

bisik angin yang semakin berisik.

Baiklah.

dalam tentram jemariku kan bangkitkan keluhuran impian.

dalam damai keyakinanku kan selalu berjalan di jalan yang lurus.

Baiklah hutan pinus.

05 Jan

Perubahan Iklim yang Ekstrim. Apa yang Terjadi? Apa yang Harus Dilakukan?

Apakah kalian mengamati cuaca, suhu, atau iklim di sekitar kalian, dalam keseharian kalian, sobat?

Menurut kalian, apa yang kalian amati? 🙂

Di satu sisi cukup air. Di sisi lain kurang air. Pengaruh perubahan iklim yang semakin ekstrim?
Di satu sisi cukup air. Di sisi lain kurang air. Pengaruh perubahan iklim yang semakin ekstrim?

Di sini aku mau berbagi tentang perubahan iklim yang ekstrim, dari apa yang aku amati, kawan.. Dan jelas berbagi opini, berbagi pandangan 🙂

Sekarang ini, aku sedang di Jogjakarta, kawan. Cuacanya dalam seminggu terakhir ini sangat panas. Jarang sekali hujan, padahal saat ini kan saatnya musim hujan.

Tapi saat sekitar awal Desember 2015, setiap hari kota Jogja diguyur hujan, bahkan tidak pilih-pilih pagi-siang-malam, hujan turun tak terduga. Kok bisa perubahan seperti ini?

Itu salah satu contoh yang kuambil dari pengamatanku langsung, di kota dimana aku tinggal. Jelas banyak sekali contoh lainnya tentang perubahan cuaca atau iklim yang tidak normal, bahkan ekstrim.

Pemanasan global sudah menjadi isu di mana-mana. Dataran es sudah mulai mencair, berdampak meningginya permukaan air laut. Hal seperti itu sudah menjadi pemberitaan dan banyak orang mengetahuinya.

Apa yang terjadi? Aku sedikit berbagi analisa dan pandanganku, kawan 🙂

Perubahan iklim yang ekstrim adalah permasalahan global, tantangan dunia. Permasalahan ini menyerang di tempat mana saja, merata, tidak memilih-milih, bahkan negara mana, siapa pun orangnya, semua sama rata menghadapi persoalan ini.

Perubahan iklim jelas saja bukan proses yang secara tiba-tiba instan terjadi. Perubahan iklim terjadi karena akumulasi dari proses-proses kerusakan alam, yang mana faktor terbesar adalah karena faktor manusia. Alam memang bisa rusak karena bencana alam, tapi kerusakannya tak sedahsyat yang diakibatkan manusia.

Perbuatan manusia, mulai dari hal kecil seperti membuang sampah sembarangan, sampai hal besar seperti membakar hutan, perbuatan-perbuatan kita lah, yang terakumulasi oleh waktu, menjadikan alam tak bersahabat lagi dengan kita. Alam mulai mengancam. Perubahan iklim yang ekstrim adalah ancaman awal. Bisa kita bayangkang, kawan.. ancaman mengerikan seperti apa nantinya saat alam benar-benar murka.

Itu sedikit aku berbagi tentang apa yang terjadi menurut pandanganku, kawan 🙂 Silahkan kalian menambahkan pandangan kalian, untuk kita memperkaya pemahaman.

Lalu, apa yang harus dilakukan? Nah ini aku juga akan berbagi pandangan, kawan 🙂

Menyambung dari paparanku tentang penyebab terjadinya kerusakan alam dan perubahan iklim, yang mana adalah karena akumulasi perbuatan kita, umat manusia, setiap dari kita, tidak dibedakan asal suku bangsanya, ras, agama, maupun latar belakang apa saja. Kita semua bertanggung jawab atas hal-hal yang terjadi di dunia. Terkenal ada suatu ungkapan bijak, ‘Bumi adalah suatu amanah untuk manusia, jagalah!’ Kiranya seperti itu.

Berarti, saat kita menghadapi permasalahan global, tantangan dunia, dalam hal ini adalah kerusakan alam yang berdampak perubahan iklim hingga ekstrim, bukankah itu menjadi tanggung jawab kita bersama, kita semua, umat manusia?

Mungkinkah permasalahan yang global dan menyeluruh ini terselesaikan apabila solusi dari kita saat ini yang bertindak berdasarkan sekat-sekat atau batasan-batasan yang kini menjadi realita dunia, contohnya saja batasan negara, batasan seolah ada orang berkepentingan dan tidak berkepentingan, batasan orang pandai dan tidak pandai, batasan berkeyakinan dan beragama, mungkinkah? Sebagaimana kerusakan alam dan perubahan iklim yang ekstrim tak mengenal batasan, semua diterjang.

Hal paling fundamental adalah, pemahaman dan kesadaran, bahwa ini adalah permasalahan dan tantangan umat manusia bersama, jadi harus bersama-sama juga lah menghadapinya. Dengan pemahaman dan kesadaran fundamental itu, kita akan bisa menciptakan upaya bersama, untuk menanggulangi, memperbaiki, dan memperbarui dunia 🙂

Dengan ulasan ini, semoga aku pribadi juga sedang terus berusaha menyumbang dalam membangun kesadaran bersama, menciptakan upaya bersama. Terus berusaha, ya! Aku, kalian, kita bersama 🙂

Wah, bersemangat sekali aku, sobat! 😀 Ayo bagikan pandanganmu..

“Permasalahan perubahan iklim yang ekstrim, adalah sebab kita bersama, jadi harus kita bersama juga lah, menghadapinya!” lukmanhanz

12 Oct

Rekonseptualisasi Hubungan Manusia dengan Alam

Sebenarnya sudah lama aku berpikir tentang hal ini kawan..

Tentang alam, tentang bagaimana hubungan kita, para manusia, dengan alam! 🙂

Nah, aku terinspirasi lagi, dan mau berbagi dengan sobat semua, setelah sekilas melihat Expo yang diselenggarakan UGM Yogyakarta.
IMG_20150928_144429-1-1Dalam Expo itu aku melihat banyak foto tentang alam dan lingkungan hidup (meski tidak banyak yang aku foto, kawan) ini beberapa fotonya..

Saat sebagian manusia mengeruk keuntungan alam, sebagian manusia menderita karena kerusakan alam
Saat sebagian manusia mengeruk keuntungan alam, sebagian manusia menderita karena kerusakan alam
Kerugian, kerusakan, ancaman, sudah tak bisa disembunyikan lagi dari mata dunia. Inikah awal dari kengerian masa depan? Atau peringatan agar kita segera berubah untuk masa depan lebih bahagia?
Kerugian, kerusakan, ancaman, sudah tak bisa disembunyikan lagi dari mata dunia. Inikah awal dari kengerian masa depan? Atau peringatan agar kita segera berubah untuk masa depan lebih bahagia?
Sang matahari yang selama ini memberikan kasih sayangnya pada dunia keberadaan, kini berubah menjadi bola raksasa ganas yang perlahan-lahan membakar dunia.
Sang matahari yang selama ini memberikan kasih sayangnya pada dunia keberadaan, kini berubah menjadi bola raksasa ganas yang perlahan-lahan membakar dunia.

Dari foto itu bisa kita lihat dan refleksikan kondisi alam saat ini.

Terlebih lagi saat ini banyak sekali berita tentang tindakan yang sangat merusak dan merugikan alam dan kehidupan, seperti penambangan liar, kebakaran hutan yang tak jelas sebabnya, dan berbagai eksploitasi pada alam yang punya beragam motif dan berbagai bentuk eksploitasi.

Lantas, pertanyaan besarnya. Ada apa, umat manusia, kenapa kita melakukan semua hal yang sebenarnya hanya merugikan kita sendiri?

Sudah banyak penjelasan panjang lebar tentang dampak eksploitasi dan kerusakan alam kawan 🙂 aku tidak fokus bahas itu di sini..

Yang mau aku diskusikan bersama kalian, sobat.. tentang dasar kita semua melakukan semua ini.

Konsep dasar yang dimiliki umat manusia saat ini.

Okey.. coba kita refleksikan, bagaimana kira-kira konsep dasar dari hubungan manusia dengan alam?

Konsep saat ini..

Manusia adalah penguasa alam. Ini dalam konteks bahwa manusia adalah makhluk yang derajatnya paling tinggi di dunia ini. Ya, aku setuju. Manusia adalah makhluk yang punya derajat paling tinggi di alam keberadaan ini. Lebih tinggi dari setiap makhluk tumbuhan, lebih tinggi dari setiap makhluk hewan.

Konsep dasar seperti ini tercermin dari setiap hal yang kita, umat manusia lakukan pada alam. Kita mengeksploitasi, merusak, menjarah, memanfaatkan kekayaan alam untuk kepentingan sesaat.

Ya.. memang konsep dasar dari hubungan manusia dengan alam saat ini seperti itu.

Kita, umat manusia, merasa bahwa, alam dan kekayaan seluruh isinya itu dianugerahkan pada kita, jadi ya harus kita manfaatkan.. wajar, kan? Toh kalau tidak dimanfaatkan, lalu untuk apa semua kekayaan ini?

Ya.. itu semua pemikiran dan tindakan yang berdasarkan konsep dasar bahwa manusia adalah penguasa alam, manusia diberi anugerah kekayaan alam.

Namun, dengan konsep dasar, pemikiran, maupun tindakan yang seperti itu, apa yang kita dapatkan saat ini?

Kerugian, kerusakan, ancaman, yang justru membahayakan kehidupan umat manusia.

Jelas, konsep dasar itu tidak tepat!

Sangat perlu merubah konsep dasar itu! Perlu rekonseptualisasi menyeluruh terkait hubungan manusia dengan alam.

Tidak kah kita pernah merenung..
Apa makna dan hikmah di balik kita, umat manusia, diberi berkah dan kekayaan alam yang melimpah?

Dan, kita coba refleksikan, bahwa kita adalah makhluk yang memiliki derajat tertinggi di alam keberadaan ini.

Bukankah, derajat yang tinggi dan berkah yang diberikan, memberi suatu tanggung jawab yang besar? Yang ditujukan untuk umat manusia? 🙂

Jawaban atas persoalan umat manusia itu juga sedang terus kita semua, umat manusia, cari dan jawab seiring kondisi kritisnya dunia kita.

Tanggung jawab yang diberikan kepada kita, umat manusia, untuk mampu menjaga alam, melindungi alam.

Ya.. sangat perlu proses rekonseptualisasi menyeluruh pada semua umat manusia, bahwa kita umat manusia sebagai makhluk derajat tertinggi dan mengemban tanggung jawab untuk dunia.

Dan proses itu sangat panjang kawan 🙂 proses peradaban.

Ayo kita mulai..

Menerapkan konsep dasar, pemikiran, dan tindakan, yang mencerminkan, bahwa kita adalah manusia pelindung alam, pelestari alam 🙂

Itu kawan.. ide yang aku sangat ingin bagikan ke kita semua 🙂

Ayo! Kita semua harus berkontribusi!

Akupun sedang terus belajar menerapkan konsep dasar, pemikiran, dan tindakan itu.
SAM_5358Benih ini adalah awal dari komitmenku, sebagai bentuk kontribusi menjaga dan melestarikan alam untuk masa depan dunia yang lebih baik 🙂

“Rekonseptualisasi hubungan manusia dengan alam, bahwa kita, umat, manusia, adalah pelindung, pelestari alam!” lukmanhanz

07 Oct

Gunung Bromo

Today was mountain day!

Ya.. itu kawan tema hari ini 😀

Ya karena petualangan hari ini lanjut ke gunung, Gunung Bromo! 😀
IMG_20151007_091022-1Perjalanan kali ini aku dengan mas Tohir. Kita sahabat beda usia dan beda status 😀 dia bapak anak 3, dia sangat tertarik dengan musik dan lagu. Aku belajar banyak darinya 🙂

Kita mau berkunjung ke kerabat kita Suku Tengger di Desa Ngadas. Suku Tengger sedang merayakan Hari Raya Karo.

Sebagai kerabat dan saudara bagi mereka, yang mana mereka juga menganggap dan memperlakukan kita sebagai saudara.. sudah selayaknya kita berkunjung kesana kawan 🙂

Nah.. perjalanan menuju Desa Ngadas juga seru sobat! Ini nih aku abadikan dalam bingkai gambar sederhana..

Mulai merasakan suasana desa yang sejuk dan asri
Mulai merasakan suasana desa yang sejuk dan asri
Aroma pegunungan!
Aroma pegunungan!
Membentang!
Membentang!
Mulai mendekati Desa Ngadas. Wonokerto, desa sebelum Ngadas.
Mulai mendekati Desa Ngadas. Wonokerto, desa sebelum Ngadas.

Sampai juga di Desa Ngadas kawan..

Tapi, yang membuat kita berdua kaget.. orang-orang kok udah pada ke ladang. Sedangkan, saat Hari Raya Karo (sekitar 15 hari) Suku Tengger libur bekerja.

Wah ternyata kita telat 🙁 Karo berakhir tanggal 4 Oktober. Sedangkan ini tanggal 7 Oktober.

Meski terlambat, saya mengucapkan Selamat Hari Raya Karo untuk saudaraku Suku Tengger :)
Meski terlambat, saya mengucapkan Selamat Hari Raya Karo untuk saudaraku Suku Tengger 🙂

Maaf, saudara-saudaraku Suku Tengger..

Tapi.. untung saja kita masih bisa ketemu dan berkunjung ke rumah pak Agus dan pak Riki.

Meski beliau sedang sibuk di ladang. Tapi, begitulah mereka kawan.. menyempatkan waktunya demi kita, saudaranya 🙂

Saking serunya bercengkrama ya.. aku sampai lupa abadikan momentnya 😀
Hahaha, biasanya ya.. kalo nggak ada foto disebut ‘hoax’ 😀

Ya gimana lagi, lupa larut dalam kehangatan bercengkrama.. moment hangat bersama sahabat tak bisa diungkapkan dengan kata-kata indah, ataupun sekedar foto belaka 😀

Setelah lama bercengkrama, trus makan bersama..

Hari sudah mulai sore.. kita pamit.

IMG_20151007_132203-1

Ini jalan turun apa naik, hayoo?

Kita pasti kembali ke saudara-saudara di Tengger 🙂

What a wonderful and happy day!

07 Aug

Margoyoso, Pati

Sobat!

Hari ini luar biasa! 🙂

Ayo tersenyum, tertawa, bahagia kawan!

Masih bersama aku, lukmanhanz *lho kok kayak penyiar radio, haha!

Masih di Margoyoso, Pati!

Pagi tadi, seperti biasa (ya biasanya sih, ehtapi kadang-kadang, atau malah jarang 😛 ) aku jalan kaki pagi hari..

Asik sobat!

PicsArt_1438913689504

Nah pas jalan-jalan pagi, liat sesuatu yang menarik.. yang udah jarang liat..

Dokar, atau andong!

IMG_20150807_085541

Damaiii rasanya.. saat setiap hari mendengar suara mesin motor, eh ini tadi bisa mendengarkan alunan langkah kaki kuda dan suara khas lonceng tradisonal *criing..criing..*

Hmmm.. oya, hari ini aku mau membantu teman-teman untuk persiapan presentasi besok, 8 Agustus. Yah seperti yang aku kemarin cerita itu ya kawan.. presentasi tentang Agama Bahai ke beberapa rekan di Kudus, Jawa Tengah.

Oya.. saat aku berjalan di sela-sela keteduhan karena sinar mentari tertutupi dedaunan pohon..

Ku menatap ke atas.. kutemukan makna sederhana..

IMG_20150807_124826-1

Makna sederhananya..

‘Dalam hidup, selalu ada penghalang.. tapi penghalang itu tak akan mampu halangi kecemerlangan sinar sejati.’

Dedaunan bisa jadi penghalang, tapi tak bisa halangi terangnya sinar matahari 🙂

Well..

Balik lagi soal persiapan kita untuk presentasi besok..

Kita sudah persiapkan sebaik mungkin dan musyawarah bersama untuk presentasi dan diskusi besok.

PicsArt_1438956247197

Setelah persiapan sudah selesai, lanjut jalan-jalan keluar! Kita jalan-jalan ke tambak! 😀

Setelah kerja di depan laptop, kita main ke alam! :D

Setelah kerja di depan laptop, kita main ke alam! 😀

Lewat jalan.. mulai jalan aspal sampai jalan tanah berbatu

Lewat jalan.. mulai jalan aspal sampai jalan tanah berbatu

Di perjalanan, kita melihat beberapa hal unik asik menarik, ini beberapa foto aku abadikan.. 😉

Anak-anak kecil cari ikan, jadi ingat masa kecil :D

Anak-anak kecil cari ikan, jadi ingat masa kecil 😀

Cantiknya pintu yang sederhana :)

Cantiknya pintu yang sederhana 🙂

Sungai mulai surut di musim kemarau :(

Sungai mulai surut di musim kemarau 🙁

😀 Nah selanjutnya.. ini foto tambak yang ada di wilayah desa Cibolek. Tambak bandeng kawan! (Fotonya nggak terlalu bagus yaa.. maklum masih fotografer belajaran, dan terus belajar 😀 )

IMG_20150807_162947-1

IMG_20150807_163001-1

Hari yang indah sobat!

Lelah tapi bahagia 🙂

Dan malam pun akan kulalui dengan tidur lelap.

Selamat malam.. 🙂