15 Aug

Lahan Kosong Tersisa

Sekumpulan remaja belia sedang bermain sepak bola di lahan sempit yang tersisa dari padatnya pembangunan kota, dan mereka sangat menikmati permainan di sore yang mendung gelap itu, sangat menikmati sekali, karena mereka sadar ini akan menjadi hari-hari terakhir mereka menikmati bermain sepak bola, sejak pondasi bangunan sudah mantap terpasang mengelilingi lahan itu, dan tak akan ada lagi lahan kosong tersisa untuk mereka.

Hari ini, pekerjaan proyek bangunan sedang libur. Itu sebabnya mereka tak membuang kesempatan bersenang-senang bermain bola, sebelum proyek dilanjutkan dan kokohnya beton menyirnakan keceriaan masa-masa remaja mereka.

Tetapi ada yang aneh dari keceriaan penuh tawa mereka. Keceriaan yang diselimuti persaingan dan kebencian. Keceriaan yang hanya terjadi antar kelompok. Dan dari nuansa persaingan tampak dua kelompok yang saling membenci. Tentu saja mereka saling melawan, terus mencoba mencetak sebanyak mungkin gol, mencoba bertahan sebaik mungkin, dan tak jarang permainan kasar muncul. Ya, mereka sangat menikmati permainan, tapi suasana panas juga tak terelakkan. Read More

03 Jul

Edisi Spesial e-Book [Fiksi 12 Kata] – Free Download

Kawan,

Setelah menikmati proses berimajinasi dan menuangkannya dalam karya fiksi yang berisi 12 kata, [Fiksi 12 Kata] Edisi Spesial e-Book, telah selesai dibuat! 😀

Fiksi 12 Kata (cover)

Jadi, dengan bersuka cita aku mau berbagi persembahan karya yang sederhana dan unik ini, Kawan..

Bagiku, ini adalah langkah awal untuk secara bertahap terus belajar dan berkontribusi dalam bidang bahasa dan sastra.

Edisi Spesial e-Book [Fiksi 12 Kata] ini aku bagikan untuk kawan-kawanku.

Free Download [Fiksi 12 Kata].

Enjoy!

15 Jun

Berlari

Sore yang segar ini aku berlari kelilingi GSP UGM. Di sini salah satu tempat favoritku berlari. Udara sejuk dan rindangnya pepohonan, yang jadi alasan kenapa aku suka berlari di sini, kuharap bisa mendinginkan hatiku yang panas saat ini.

Jogging kali ini pikiranku penat. Tak kuperhatikan banyaknya orang, entah mahasiswa atau bukan, yang juga sedang marak berlari sore ini. Aku hanya ingin merenung, menenangkan diri, dan terus berlari.

Ini sudah putaran ke sembilan aku berlari di atas jalanan paving kelilingi GSP. Sudah setengah jam lebih kakiku berayun mengikuti ritme yang stabil. Aku memang sudah terbiasa berlari, itu kenapa sudah sejauh ini staminaku masih cukup terjaga. Tetap stabil. Itu prinsipku dalam berlari.

Tapi.. kali ini kurasakan kondisiku mulai goyah. Pasti karena beban hati dan pikiran ini. Ah! Kenapa bisa seemosi ini! Read More

15 May

Pengemis, Perempuan, dan Pendidikan

Seorang gadis desa biasa. Dengan wajah tertunduk lesu, dia duduk termenung di halte menunggu bus yang akan mengantarkannya ke sekolah pagi ini. Dan seketika itu juga datang seorang nenek pengemis menghampiri gadis yang duduk sendirian itu, mengulurkan tangannya dan berharap rasa iba.

Si gadis hanya diam. Berharap nenek pengemis segera pergi meninggalkan dia yang sedang sibuk dalam kesedihannya.

“Izinkan mbah menemani kesedihanmu, ya Nduk?” Uluran tangan meminta-minta berubah menjadi belaian kasih sayang pada bahu si gadis. Jelas saja si gadis menatap curiga nenek itu, dan segera duduk agak menjauh. Read More