27 Nov

Belajar dan Bermusyawarah Bersama tentang Peran Muda-Mudi di Masyarakat, Lawang – Malang

Sobat!

Petualanganku hari ini berkumpul dan belajar bersama beberapa kawan muda-mudi dari beberapa daerah di Jawa Timur 😀

1480262305791

Kita berkumpul bersama di Lawang, Malang.. Sungguh menggembirakan 😀

Kita belajar tentang peran pemuda-pemudi dalam menyumbang pada membangun persatuan di masyarakat, sobat..

Berdiskusi dan belajar bersama dalam kelompok besar

Berdiskusi dan belajar bersama dalam kelompok besar

Karena sebenarnya, kita semua manusia adalah satu keluarga.

Kita belajar memahami arti dari satu itu, kawan..

Kita semua sedang belajar. Diskusi dalam kelompok kecil untuk lebih meningkatkan partisipasi setiap orang dalam mengeksplorasi pemahaman bersama.

Kita semua sedang belajar. Diskusi dalam kelompok kecil untuk lebih meningkatkan partisipasi setiap orang dalam mengeksplorasi pemahaman bersama.

Diskusi kelompok kecil (2)

Diskusi kelompok kecil (2)

Diskusi kelompok kecil (3)

Diskusi kelompok kecil (3)

Dari ajaran Baha’u’llah, kita belajar bahwa sejatinya manusia adalah makhluk rohani, ciptaan yang sebenarnya mencerminkan sifat-sifat rohani seperti cinta, kejujuran, dan kesatuan.

Manusia mempunyai dua kehidupan, kehidupan jasmani dan kehidupan roh.

Bahwa realitanya, secara jasmani manusia itu berbeda-beda baik dalam ras, warna kulit, dan budaya. Baha’u’llah mengajarkan bahwa roh manusia pada dasarnya adalah satu, tidak ada perbedaannya.

Dengan bersama-sama kita belajar memahami konsep itu, kawan.. Kita belajar menyumbang pada kebaikan masyarakat bersama.

Kita belajar juga, bahwa sebagaimana kehidupan jasmani membutuhkan makan untuk terus hidup dan berkembang, maka kehidupan rohani juga membutuhkan makan. Makanan roh adalah doa.

Saat kita berdoa, kita sedang memohon dan melakukan percakapan yang penuh cinta dengan Pencipta kita. Itu kenapa, saat berdoa adalah saat paling manis di dalam alam wujud ini, kawan.. 🙂

Dan menariknya, kehidupan roh kita akan merefleksikan kehidupan kita sehari-hari, kehidupan kita dalam mengabdi pada kebaikan bersama.

Pada saat kita berusaha mengembangkan kapasitas rohani melalui doa, sifat-sifat rohani seperti cinta, kesabaran, keramahan, dan kebaikan akan diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat..

Dengan begitu, kita akan bersama-sama memahami dan belajar menerapkan persatuan di masyarakat, kawan 🙂

Itu yang kita pelajari bersama, sobat!

Silakan share pemikiran kalian ya…

Akan sangat menarik kalau kita bisa diskusi bersama 😀

17 Nov

Rangkaian Kata Sederhana untuk Jogja

Sobat!

Aku sekedar mau mengungkapkan ekspresiku teruntuk kota yang berkesan sekali bagiku dalam setahun terakhir ini, di mana aku tinggal untuk belajar mengabdi dan belajar berkarya..

img_20160815_175623

Ya.. Jogja..

Sejak masa kuliah aku memang sudah mulai sering sowan ke Jogja..

Menemui para sahabat, kerabat, dan mereka yang sudah menjadi seperti keluargaku..

Baru sejak setahun yang lalu, aku tinggal di Jogja.

Apa yang kita lakukan adalah, saling memupuk persahabatan dan kekeluargaan.. sikap saling belajar untuk bersama mengabdi, menerapkan nilai, bahwa kita semua sebenarnya bersaudara, satu keluarga..

Kita semua, baik orang terdekat maupun orang yang belum dikenal, saudara maupun orang asing, kita semua sedang belajar menerapkan nilai itu, nilai persaudaraan..

Nilai persaudaraan mempunyai makna yang sakral, sebagaimana kita semua sebagai manusia adalah makhluk yang sejatinya mulia, makhluk rohani, sehingga persaudaraan ini bermakna spiritual.. meskipun jelas kita semua tak bisa terpisah dari kehidupan material di dunia ini.

Ya, kita semua, bersaudara di Jogja, belajar menerapkan itu.. saling belajar bersama..

Masa yang singkat..

Bahkan masih banyak tempat penuh petualangan yang belum terjelajahi.

Tak apa.. Itu pertanda kalau suatu saat memang harus kembali lagi ke Jogja, berjumpa para saudara dan melanjutkan petualangan yang tertunda.

Di Jogja, yang selalu kusebut kota karya, aku benar-benar belajar memahami makna dari berkarya.

Setiap sisi Jogja menggambarkan karya, karya yang memukau tetapi dibalut dalam kesederhanaan.. Begitu kata hatiku.

Mungkin karena aku sangat menyukai kesederhanaan, itu kenapa Jogja sangat berkesan bagiku.

Barisan rumah-rumah kuno mengingatkanku pada masa lalu yang jelas saja tak kualami. Sayangnya, aku tak setua itu, sobat! 😀

Imajinasiku saja pergi ke masa lalu..

Jalanan di Jogja memunculkan karakter. Karakter yang bagiku adalah ketenangan dan ketulusan. Itu kurasakan selama kakiku melangkah dan roda motorku menjelajahi Jogja.

Untuk urusan makan dan tongkrongan, Jogja teristimewa..

Suasana bersahabatnya, ramah dan murahnya, selalu menghadirkan gelak tawa bagi siapa saja yang berkumpul bersama, maupun refleksi penuh perenungan bagi siapa saja yang menikmati kesendiriannya..

Nuansa yang seperti itu, Jogja menurut kata hatiku, mengiringiku yang baru saja menyadari semangat berkarya, untuk terus mengembangkan jiwa dalam berkarya.

Perjalanan masih panjang, dan akan berlanjut untuk terus belajar..

Perjalanan hidupku berlanjut dalam semangat mengabdi dan berkarya di ibu kota.

Ya.. Begitu lah kawan..

Masa singkatku berada di kota karya Jogjakarta, menjadi bagian kecil yang istimewa dalam perjalanan hidup untuk berusaha berteguh dalam semangat pengabdian dan semangat berkarya..

Jogja. Lempuyangan. 17 November 2016.