29 Jan

Berbagi Prosesku Menerapkan Kebenaran

Kawan..

Di postingan yang lalu aku sedikit berbagi tentang prosesku mencari kebenaran.. Nah sekarang aku akan lanjutkan sedikit berbagi tentang bagaimana prosesku terapkan kebenaran yang kuyakini itu πŸ™‚

IMG_20150204_103331

Kita bisa diskusi saling terbuka, kawan. Kebenaran itu untuk didiskusikan bersama, sehingga kita semakin memperkaya pemahaman kita. Bukannya seolah memperdebatkan untuk mencari mana yang paling benar dari kebenaran itu. πŸ™‚

Well.. sebagai pengantar, aku akan share suatu analogi, tentang kebenaran.

Kebenaran itu tunggal. Itu konsep dasarnya. Dan itu keyakinanku πŸ™‚ Tenang saja, kawan.. aku tak berusaha memaksakan keyakinan itu. Tapi biarlah aku sedikit berbagi penjelasannya..

Bagaikan kita sedang mengamati desain rumah. Ada dari kita yang mengamati dari sisi depan. Ada juga yang amati dari sisi samping. Ada yang amati sisi belakang. Juga ada yang amati sisi atas.

Setiap pengamat itu jelas punya versi sesuai sisi pengamatannya. Tapi, sebenarnya.. apa yang mereka lihat? Yang mana meskipun pengamatan mereka berbeda-beda? Ya.. benda yang sama, wujud yang sama. Rumah. πŸ™‚

Sekarang, bandingkan.. kalau di antara pengamat itu saling berdebat mengklaim bahwa versinya adalah yang paling tepat untuk menggambarkan desain rumah. Apa yang terjadi? Ya nggak akan ada selesainya. Karena hanya perdebatan.

Tapi, kalau saja dintara pengamat saling bekerja sama sesuai versi pengamatannya dan berkolaborasi dengan pengamat lain.. jadilah versi rumah yang utuh. Dan proses ini adalah proses yang konstruktif, saling melengkapi. Karena yang dinyatakan setiap pengamat adalah benar tentang desain rumah. Saat semua berkolaborasi, desain rumah menjadi jelas. Rumah siap dibangun. πŸ™‚

Ya.. analogi pengamatan desain rumah itu bagaikan memahami kebenaran.

Itu sedikit berbagi, kawan.. kalau kita bisa saling diskusi untuk semakin memahami dan memperkaya pemahaman akan kebenaran.

Yeah! Balik ke topik ya πŸ˜€ *sorry sedikit kepanjangan, hehe*

Menerapkan apa yang kita yakini itu punya tantangan tersendiri, kawan. Itu proses.

Sedangkan keyakinan saja juga proses. Keyakinan berproses menjadi lebih yakin, dan semakin yakin.

Keyakinan dan penerapan itu berkaitan. Keduanya tak bisa dipisahkan.

Saat aku yakin, bahwa Tuhan adalah satu. Tuhan Yang Maha Esa..

Aku berusaha untuk lebih mengenal, bahwa sesungguhnya, kita, hamba-hamba-Nya, diciptakan oleh-Nya dengan Cinta. Itulah bukti cinta Sang Pencipta kepada kita, ciptaannya. Maka dari itu, kita semua, termasuk aku sendiri, berusaha lebih mengenal Tuhan melalui Ajaran-ajaran-Nya untuk umat manusia, meskipun jelas kita adalah ciptaan yang tidak mungkin memahami Sang Pencipta. Melalui Ajaran-ajaran Tuhan lah kita bisa mengenal-Nya.

Aku berusaha untuk lebih menerapkan, bahwa sesungguhnya, kita, hamba-hamba-Nya, menyembah ke Tuhan yang Tunggal tersebut. Berusaha tetap berteguh untuk menerapkan Ajaran-ajaran Tuhan. Dan sejatinya, Ajaran-ajaran itu untuk kebaikan manusia sendiri. Aku pribadi terus berusaha, kawan. Untuk terus berproses memupuk Cinta Sejati pada Kekasih Sejati. Menyembah Tuhan adalah wujud Cinta Sejati.

Mengenal dan menyembah Tuhan, Sang Kekasih Sejati, itu proses kita semua, umat manusia, untuk menerapkan keyakinan pada Tuhan Yang Esa.

Saat aku yakin, bahwa Agama adalah satu. Agama yang bersumber dari Sumber Ilahi, Tuhan Yang Satu..

Aku berusaha untuk lebih memahami akan kebenaran setiap Agama, yang mana Ajarannya berbeda-beda. Ya, setiap Ajaran Agama memang berbeda-beda karena mempunyai Ajaran tersendiri. Tetapi, saat kita semakin menggali makna dan kebenarannya, kita semakin menemukan bahwa pada hakikatnya, Hakikat setiap Ajaran adalah sama, adalah untuk kebaikan, cinta, dan kesatuan. Ya, itulah makna bahwa setiap Ajaran itu bersumber dari Satu Sumber Ilahi.

Jadinya, aku berusaha untuk belajar dari kebenaran yang disampaikan dan diterapkan oleh saudara-saudaraku yang lainnya, meskipun dikatakan kita berbeda keyakinan, tetapi hakikatnya kita adalah hamba-hamba dari Tuhan yang Satu. Dengan begitu, kita akan bersama-sama berusaha bergaul dengan semangat cinta dan kesatuan πŸ™‚

Saat aku yakin, bahwa manusia adalah satu. Manusia adalah satu keluarga besar, dan bumi ini adalah rumahnya..

Aku semakin berusaha untuk menerapkan semangat cinta dan kesatuan kepada setiap orang dari setiap latar belakang, setiap kalangan, setiap bangsa. Untuk menerapkan hal itu juga tidak mudah, kawan. Ada tantangan utamanya, yaitu prasangka. Oleh karena itu, kita berusaha untuk menghapuskan prasangka. Dan itu memerlukan proses yang panjang. Dimulai dari diri sendiri dan lingkungan sekitar, kita akan berusaha πŸ™‚

Dari setiap penerapan akan keyakinan itu, kawan.. ada satu pondasi yang akan memperkuat dan mengokohkannya. Ketaatan.

Ya.. berusaha untuk taat. πŸ™‚

Itu sedikit berbagi dariku, kawan.. tentang prosesku menerapkan kebenaran. Dan sangat jelas, ada banyak pandangan dari kita semua. Ayo kita saling berbagi! πŸ˜€

β€œPenerapan dari keyakinan adalah tak terpisahkan. Layaknya jiwa dan raga. Ketaatan lah pengikat kesatuan itu.” lukmanhanz

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *