28 Jan

Berbagi Prosesku Mencari Kebenaran dan Keyakinan

Kawan..

Dengan jujur, terbuka, dan sederhana aku mau berbagi dengan kalian sobat!

Tentang Keyakinan yang kuyakini dan terus berusaha menerapkannya dalam hidupku 🙂

IMG_20150204_103331

Ya.. bahasa umumnya, adalah Keyakinan yang dipegang, Agama yang dipeluk 🙂

Aku adalah seorang pemuda yang terus belajar dan berusaha, dalam hidupku, untuk meyakini dan menerapkan Ajaran Baha’i.

Sobat semua pernah tau atau bahkan pernah mendengar tentang Baha’i? 🙂

Apapun kondisi kalian sobat.. pernah mendengar, pernah tau, atau belum tau sama sekali.. ini aku sekedar berbagi informasi yang sebenarnya tentang Baha’i, dan juga berbagi sedikit pandanganku dan prosesku dalam meyakininya. 🙂

Oh ya.. bisa juga membaca informasinya di website resmi Baha’i Internasional dan website resmi Baha’i Indonesia 🙂

Itu sekilas informasi yang ada di website resmi Baha’i 🙂 Ajaran yang sedang terus kupelajari dan kuupayakan untuk lebih meyakini dan lebih menerapkan Ajarannya dalam hidupku..

Di sini aku juga akan berbagi..

Ajaran Baha’i adalah Ajaran yang dibawakan oleh Baha’u’llah (yang berarti Kemuliaan Tuhan), yang kami umat Baha’i yakini adalah Pembawa Wahyu Agama Baha’i.

Prinsip dasar dari Ajaran Sang Suci Baha’u’llah adalah..

Keyakinan pertama, bahwa Tuhan adalah Esa. Tuhan adalah Tunggal. Tuhan adalah Sang Pencipta segala sesuatu. Sumber Ilahi yang Maha Mulia, Maha Kuasa, dan Maha Tak Terbatas, yang tak akan mampu dipahami oleh siapapun.

Karena Cinta Tuhan pada manusia. Tuhan menghendaki agar manusia mampu mengenal dan menyembah-Nya. Itulah bentuk Cinta Tuhan pada manusia. Dan cara memperkenalkan Tuhan pada manusia adalah melalui Ajaran Agama yang diamanahkan Tuhan pada para Utusan Tuhan untuk menyampaikan pesan kepada manusia. Lalu, Ajaran Agama yang mana? 🙂 Karena di dunia ini kita tau banyak sekali Agama kan sobat..

Keyakinan bahwa semua Agama bersumber dari Satu Sumber Ilahi adalah keyakinan kedua dari Ajaran Baha’u’llah. Bahwa Agama adalah tunggal, karena bersumber dari Sumber Ilahi yang Tunggal. Bahwa tujuan diturunkannya Agama adalah untuk mendidik manusia untuk mengenal dan menyembah Tuhan.

Keyakinan ketiga, adalah bahwa umat manusia, yang diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa dan dibimbing-Nya melalui Ajaran Agama, adalah satu keluarga umat manusia. Manusia adalah tunggal.

Jadi kawan..

Prinsip dasar Ajaran Baha’u’llah adalah Tuhan satu, Agama adalah satu, dan umat manusia satu 🙂

Nah sekali lagi, itu sekilas aku berbagi sesuai pemahamanku saat ini ya kawan, tentang Ajaran dari Baha’u’llah..

Di sini aku juga akan berbagi sama kalian, kawan.. bagaimana prosesku mengenal dan mencari kebenaran ini 🙂

Karena setiap manusia adalah dalam prosesnya masing-masing mencari kebenaran..

Aku mengenal Ajaran Baha’i dari orang tuaku. Khususnya dari ayahku yang mengenal pertama kali, lalu ibuku juga mengimani.

Jangan anggap hanz kecil dulu lantas menurut dan ikut apa keyakinan orang tuanya. Aku dulu berontak, kawan 🙂 Meskipun berontaknya gak berlebihan, gak sampe keluar rumah lah 😀 ya soalnya aku masih usia 6 tahunan.. hehe

Berontaknya hanya sekedar, “Kenapa kita Baha’i sih Pak, Buk? Aku gak punya teman lho!!!” Ya celoteh anak berumur 6 tahun sepertinya wajar karena merasa sendirian sedangkan teman-temannya hampir semua sama agamanya.

Jadinya, sejak kecil.. aku ketakutan kalau teman-temanku mulai membahas Agama. Aku jadi sangat tertutup. Terus berpura-pura menganut Agama tertentu.

Semua terjadi seperti itu sampai kelas 3 SMP. Jadi, teman-temanku dari SD sampai SMP nggak tau tentang aku yang beragama Baha’i. Dan mereka semua terkejut setelah tau, setelah aku terbuka sejak SMA..

Ya kawan.. aku mulai berani terbuka, sejak SMA.. 🙂

Dan sejak masa itulah, aku mulai berproses mencari dan mulai menemukan kebenaran, menurut keyakinanku sendiri! Bukan karena kedua orang tuaku 🙂

Karena salah satu prinsip Ajaran Baha’u’llah adalah, ‘Pencarian Kebenaran secara independen, setiap orang akan menemukan kebenaran melalui dirinya sendiri, tanpa dipengaruhi maupun dipaksa oleh orang lain’.

Apa yang membuatku berubah saat itu? Saat SMP yang penuh ketakutan dan tertutup, menjadi pemuda SMA yang mulai berani terbuka tentang keyakinannya?

Adalah..

Aku mulai menemukan bentuk, bukti, makna dan keindahan dari Ajaran Baha’u’llah.

Ajaran-Nya yang membimbing tentang cinta dan kesatuan umat manusia..

Aku mulai menemukannya saat itu..

Saat aku mulai merasakan indahnya bergaul dan belajar bersama teman-temanku yang berasal dari umat beragama berbagai keyakinan lainnya. Aku belajar bahwa setiap Ajaran Agama adalah kebenaran, karena bersumber dari satu Kebenaran Yang Tunggal.

Dan juga, saat aku mulai merasakan cinta yang murni saat aku berinteraksi dengan beragam manusia, beragam suku bangsa. Aku mulai bertemu manusia dari suku bangsa Afrika, Amerika, kulit hitam, kulit putih, kulit coklat, dan beragam manusia lainnya. Kalau cuma ketemu, tak ada bedanya kita ketemu turis wisatawan di tempat wisata mancanegara sobat! 😀

Yang kurasakan adalah.. semangat cinta dan kesatuan! Bahwa kita adalah keluarga besar umat manusia, bahwa indahnya keanekaragaman manusia layaknya keindahan bunga-bunga yang beraneka warna, bentuk dan wanginya di satu taman.

Dan itulah jiwa dari Ajaran Sang Suci Baha’u’llah.

Sejak saat itu, aku mulai yakin.. bahwa inilah Rencana Tuhan untuk umat manusia.

Dan aku akan terus berusaha, untuk ikut menyumbang pada Rencana Maha Agung itu, pada terciptanya kesatuan umat manusia di masa depan.

Ya.. aku, dan sesungguhnya lah setiap umat manusia.. sedang berjuang! Menuju ke sana 🙂

“Kawan, inilah kisah sederhanaku berproses menemukan kebenaran dan keyakinanku. Bahwa sebenarnya kita sendiri, saya sendiri, yang akan terus berusaha mencari dan menemukan kebenaran 🙂 ” lukmanhanz

One thought on “Berbagi Prosesku Mencari Kebenaran dan Keyakinan

  1. Pingback: Berbagi Prosesku Menerapkan Kebenaran | lukmanhanz

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *