14 Jan

Galau dan Bahagia Hari ini

Kawan!

Hari ini aku merasakan kegalauan dan kegembiraan di hari yang sama. Aku sadar, keduanya bermakna, berhikmah untuk hariku, hidupku ๐Ÿ™‚

Ya kawan.. petualangan hidup kan juga ada sedihnya, senangnya. Tapi petualangan terus berlanjut, kan! ๐Ÿ˜€

Okey deh.. aku ceritakan sedihnya dulu ๐Ÿ˜€

Jadi ceritanya aku kehilangan HP. Smartphone punyaku Vivo Y28. Sebenarnya bukan hanya hilangnya HP yang buatku sedih *tapi HP hilang juga buatku sedih sih ๐Ÿ™ buatku serba susah juga* tapi ada ceritanya. Ceritanya agak panjang, tapi kuringkas saja ya..

Mulai dari dua hari yang lalu, aku ketemu sama teman baru di Bis Trans Jogja. Ya seperti halnya yang kuceritakan dalam semangat petualanganku, kawan. Aku juga suka bergaul dan berinteraksi dengan sahabat baru, orang yang baru dikenal.

Dengan semangat itu, jelas aku harus berusaha untuk bersahabat tanpa berprasangka, karena aku berkeyakinan bahwa kita semua manusia satu keluarga, bahwa pada dasarnya manusia itu mulia. Tapi, keyakinan itu bukan berarti membiarkan kita, aku sendiri, dimanfaatkan orang lain. Dengan semangat persahabatan universal, tapi tetap waspada untuk menghindari ketidakbaikan.

Okey.. itu dasarnya ya.. dan karena semangat itu, aku berkenalan dengannya. Aku tak mau sebut namanya. Biarlah jadi rahasia ๐Ÿ™‚ kita ternyata bisa cepat akrab. Eh dia juga berasal dari kota asalku, Surabaya. Aku percaya, karena logatnya yang khas Suroboyo. Muncullah perasaan sesama Arek Suroboyo. Tujuan dia datang ke Jogja adalah untuk mencari kakaknya, yang mana itu adalah permintaan ibunya yang sedang sakit keras.

Terlepas dari ceritanya itu benar atau salah, aku tidak tau kawan. Yang jelas, aku turut bersimpati. Aku berikan kontakku, aku bersedia membantu sebisaku kalau dia perlu bantuan. Sudah. Kita berpisah saat aku turun di halte Trans Jogja tujuanku.

Di malam yang sama itu, dia langsung mengontakku. Dia minta bantuan untuk menginap di tempatku, karena dia tak punya kerabat atau saudara di Jogja. Dengan berusaha tanpa prasangka, aku membantunya menginap di tempatku. Oke lah, aku juga coba membantunya untuk mencari saudaranya. Ternyata tak ketemu karena alamat yang dituju sudah tak berpenghuni lagi. Mungkin orang yang dicarinya sudah pindah lagi, atau entah lah aku tak tau.

Dua malam dia menginap di tempat kosku. Dia mulai kupercaya karena dia juga menunjukkan sikap dan itikad baik, kita juga semakin bersahabat, mengobrol banyak hal tentang kehidupan, dia juga mengatakan kalau nanti di Surabaya persahabatan dan silaturahmi kita akan berlanjut. Dan, kesalahanku dimulai saat aku ceroboh tak mengunci kamarku saat sedang mandi.

Setelah aku selesai mandi, dia langsung menghilang, tanpa pamit. Dengan panik kuperiksa kamarku. HPku dan chargernya hilang. Uang di dompet yang saat itu nggak terlalu banyak juga hilang, yang mana aku belum ambil uang cash di ATM. Untungnya barang berharga lainnya gak diambilnya, seperti dompet yang berisi kartu-kartu penting seperti KTP, SIM, ATM, dan juga Laptop yang kutaruh di dalam tas yang tidak dibongkarnya.

Semoga saja niat dia mengambil beberapa barangku, dengan tidak membongkar dan mengambil barang berharga lainnya, itu karena dia โ€˜kepepetโ€™ (terdesak) dan karena kita sudah mulai bersahabat baik, jadi dia tak mau terlalu merugikanku. Semoga saja.

Dan, sudah lah.. aku belajar ikhlas dan juga belajar untuk lebih waspada lagi ke depannya. Kuakui memang kesalahanku. Dan aku yakin ada hikmahnya untuk memperingatkanku menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Jadinya, HP yang selama beberapa bulan ini (belum ada setahun HP itu) menemani petualanganku, mengabadikan foto-foto yang lumayan keren, hilang sudah, berpindah tangan. So.. untuk sementara waktu, waktu yang belum bisa ditentukan, tak ada foto-foto yang aku tampilkan dalam postingan di blog ini ๐Ÿ˜€

Sedih sih.. tapi, itโ€™s okey.. aku akan berusaha terus updates berupa cerita dan kata-kata. Sampai nanti rezeki datang lagi untuk HP dan kamera baru yang menemani petualanganku ๐Ÿ˜€

Tapi hari ini nggak berakhir dengan kesedihan, kawan!

Ada satu hal yang membahagiakanku ๐Ÿ™‚ karena memang hari ini aku mengundang beberapa sobatku untuk berdoa bersama. Ya, dari beberapa hari sebelumnya aku sudah mengundang dan berdiskusi dengan mereka.

Karena keyakinan dan penerapan dari doa bersama adalah upaya untuk menciptakan keharmonisan dan kesatuan di masyarakat. Bahwa doa adalah makanan roh kita. Juga bahwa saat kita berdoa bersama, meski kita mempunyai keyakinan yang berbeda-beda, pada hakikatnya kita memohon Rahmat pada Tuhan yang Esa. Maka Rahmat Tuhan akan meliputi hamba-hambanya yang hidup dalam keselarasan dan kesatuan ๐Ÿ™‚

Indah kawan. ๐Ÿ™‚ kita berdoa bersama di Taman Pasca Sarjana UGM. Setelah berdoa bersama, kita sama-sama berdiskusi tentang peran kita sebagai anak muda untuk mengabdi di masyarakat. Dan bagaimana upaya itu bisa berkelanjutan.

Hmm.. bahagia rasanya.

Hari yang bermakna untukku, kawan.. Mengalami kegalauan karena kehilangan HP dan sahabat baru, yang mana itu bermakna dan berhikmah. Juga merasakan kebahagiaan karena perasaan spiritual bisa berbagi dan berdiskusi dalam suasana doa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *