30 Jan

Bertualang di Taman Kota dan Berdoa Bersama

Hari ini, yang mana aku masih ada di kota asalku, sobat.. Surabaya! Aku mencoba bernostalgia πŸ˜€

Kan petualang yang jarang pulang tuh, hehe..

Yah, mumpung masih di Surabaya, aku coba napak tilas masa lalu *halah berasa sejarah aja πŸ˜›

Nostalgia lah lebih tepatnya..

Salah satu yang bikin kangen dari Surabaya ini, selain ketemu keluarga dan sobat-sobat, juga bertualang ke taman kotanya πŸ™‚

Jujur, sob! Dulu aku lebih sering ke taman kota dari pada ke mall πŸ˜€

Yah, sama-sama ademnya sih. Tapi ademnya beda. Adem alami dan adem buatan πŸ˜€

Dan memang karena aku lebih menikmati suasana alam dan ruang terbuka. Ya sesekali aja bertualang ke mol πŸ˜€

Sore ini aku sempatkan mampir dan menjelajah ke taman kota Kebun Bibit I Surabaya, yang berada di daerah Bratang. Kenapa namanya Kebun Bibit I? Karena ada juga Kebun Bibit II πŸ˜€ di daerah Wonorejo, kawan. Tapi aku belum pernah ke sana, haha.

By the way.. belom ada foto ya.. belum beli HP lagi, hehe..

Jadi, bayangkan dan imaginasikan saja ceritaku ini, kawan πŸ˜€

Waahh.. Saat aku bertualang di Kebun Bibit I ini, rasa kangenku terbayar saat menikmati suasananya. Adem rasanya pikiran, hati, dan mata.

Mengenang masa lalu..masa SMA dan masa kuliah, kan aku sering banget ke sini.

Saat seru-seruan bareng sobat-sobatku. Have fun bareng. Nongkrong dan becanda, belajar dan diskusi, main games outbond, seru deh.

Pernah juga kisah cinta masa muda kulalui di sini, haha *jadi malu* yah karena aku suka suasana alam, dia yang aku sayangi selalu aku ajak menjelajah taman kota. Yah, biar nggak cuman belanja di mall doang lah *katanya, hemat beb πŸ˜€

Dan juga, saat aku pengen meluangkan waktuku sendiri dan menikmati alam, aku sering ke taman kota. Merasakan kesejukan dan bisa mencari inspirasi.

Yah begitu lah nostalgia πŸ™‚

Setelah secara jasmani terasa tersegarkan. Aku lanjutkan petualangan hari ini dengan bergabung sama kawan-kawanku para pemuda-pemudi yang mengadakan doa bersama. Nice, saatnya menyegarkan jiwa.

Aku ikut berdoa bersama dengan beberapa pemuda. Nggak terlalu banyak yang hadir hari ini. Tapi aku tetap merasakan kebahagiaan yang bersumber dari hati, karena memang doa adalah makanan rohani, kawan πŸ™‚ Jadinya roh tersegarkan karena anugrah doa.

Setelah berdoa bersama, kita beberapa pemuda, juga bermusyawarah tentang bagaimana peran dan upaya kita untuk mengabdikan diri di masyarakat kita. Mengabdikan diri untuk secara berproses menyumbang pada kemajuan spiritual dan material masyarakat.

Very nice for adventure today!

Petualangan taman kota yang segarkan raga, dan petualangan spiritual yang segarkan jiwa.

Hope you guys can try it πŸ™‚

29 Jan

Berbagi Prosesku Menerapkan Kebenaran

Kawan..

Di postingan yang lalu aku sedikit berbagi tentang prosesku mencari kebenaran.. Nah sekarang aku akan lanjutkan sedikit berbagi tentang bagaimana prosesku terapkan kebenaran yang kuyakini itu πŸ™‚

IMG_20150204_103331

Kita bisa diskusi saling terbuka, kawan. Kebenaran itu untuk didiskusikan bersama, sehingga kita semakin memperkaya pemahaman kita. Bukannya seolah memperdebatkan untuk mencari mana yang paling benar dari kebenaran itu. πŸ™‚

Well.. sebagai pengantar, aku akan share suatu analogi, tentang kebenaran.

Kebenaran itu tunggal. Itu konsep dasarnya. Dan itu keyakinanku πŸ™‚ Tenang saja, kawan.. aku tak berusaha memaksakan keyakinan itu. Tapi biarlah aku sedikit berbagi penjelasannya..

Bagaikan kita sedang mengamati desain rumah. Ada dari kita yang mengamati dari sisi depan. Ada juga yang amati dari sisi samping. Ada yang amati sisi belakang. Juga ada yang amati sisi atas.

Setiap pengamat itu jelas punya versi sesuai sisi pengamatannya. Tapi, sebenarnya.. apa yang mereka lihat? Yang mana meskipun pengamatan mereka berbeda-beda? Ya.. benda yang sama, wujud yang sama. Rumah. πŸ™‚

Sekarang, bandingkan.. kalau di antara pengamat itu saling berdebat mengklaim bahwa versinya adalah yang paling tepat untuk menggambarkan desain rumah. Apa yang terjadi? Ya nggak akan ada selesainya. Karena hanya perdebatan.

Tapi, kalau saja dintara pengamat saling bekerja sama sesuai versi pengamatannya dan berkolaborasi dengan pengamat lain.. jadilah versi rumah yang utuh. Dan proses ini adalah proses yang konstruktif, saling melengkapi. Karena yang dinyatakan setiap pengamat adalah benar tentang desain rumah. Saat semua berkolaborasi, desain rumah menjadi jelas. Rumah siap dibangun. πŸ™‚

Ya.. analogi pengamatan desain rumah itu bagaikan memahami kebenaran.

Itu sedikit berbagi, kawan.. kalau kita bisa saling diskusi untuk semakin memahami dan memperkaya pemahaman akan kebenaran.

Yeah! Balik ke topik ya πŸ˜€ *sorry sedikit kepanjangan, hehe*

Menerapkan apa yang kita yakini itu punya tantangan tersendiri, kawan. Itu proses.

Sedangkan keyakinan saja juga proses. Keyakinan berproses menjadi lebih yakin, dan semakin yakin.

Keyakinan dan penerapan itu berkaitan. Keduanya tak bisa dipisahkan.

Saat aku yakin, bahwa Tuhan adalah satu. Tuhan Yang Maha Esa..

Aku berusaha untuk lebih mengenal, bahwa sesungguhnya, kita, hamba-hamba-Nya, diciptakan oleh-Nya dengan Cinta. Itulah bukti cinta Sang Pencipta kepada kita, ciptaannya. Maka dari itu, kita semua, termasuk aku sendiri, berusaha lebih mengenal Tuhan melalui Ajaran-ajaran-Nya untuk umat manusia, meskipun jelas kita adalah ciptaan yang tidak mungkin memahami Sang Pencipta. Melalui Ajaran-ajaran Tuhan lah kita bisa mengenal-Nya.

Aku berusaha untuk lebih menerapkan, bahwa sesungguhnya, kita, hamba-hamba-Nya, menyembah ke Tuhan yang Tunggal tersebut. Berusaha tetap berteguh untuk menerapkan Ajaran-ajaran Tuhan. Dan sejatinya, Ajaran-ajaran itu untuk kebaikan manusia sendiri. Aku pribadi terus berusaha, kawan. Untuk terus berproses memupuk Cinta Sejati pada Kekasih Sejati. Menyembah Tuhan adalah wujud Cinta Sejati.

Mengenal dan menyembah Tuhan, Sang Kekasih Sejati, itu proses kita semua, umat manusia, untuk menerapkan keyakinan pada Tuhan Yang Esa.

Saat aku yakin, bahwa Agama adalah satu. Agama yang bersumber dari Sumber Ilahi, Tuhan Yang Satu..

Aku berusaha untuk lebih memahami akan kebenaran setiap Agama, yang mana Ajarannya berbeda-beda. Ya, setiap Ajaran Agama memang berbeda-beda karena mempunyai Ajaran tersendiri. Tetapi, saat kita semakin menggali makna dan kebenarannya, kita semakin menemukan bahwa pada hakikatnya, Hakikat setiap Ajaran adalah sama, adalah untuk kebaikan, cinta, dan kesatuan. Ya, itulah makna bahwa setiap Ajaran itu bersumber dari Satu Sumber Ilahi.

Jadinya, aku berusaha untuk belajar dari kebenaran yang disampaikan dan diterapkan oleh saudara-saudaraku yang lainnya, meskipun dikatakan kita berbeda keyakinan, tetapi hakikatnya kita adalah hamba-hamba dari Tuhan yang Satu. Dengan begitu, kita akan bersama-sama berusaha bergaul dengan semangat cinta dan kesatuan πŸ™‚

Saat aku yakin, bahwa manusia adalah satu. Manusia adalah satu keluarga besar, dan bumi ini adalah rumahnya..

Aku semakin berusaha untuk menerapkan semangat cinta dan kesatuan kepada setiap orang dari setiap latar belakang, setiap kalangan, setiap bangsa. Untuk menerapkan hal itu juga tidak mudah, kawan. Ada tantangan utamanya, yaitu prasangka. Oleh karena itu, kita berusaha untuk menghapuskan prasangka. Dan itu memerlukan proses yang panjang. Dimulai dari diri sendiri dan lingkungan sekitar, kita akan berusaha πŸ™‚

Dari setiap penerapan akan keyakinan itu, kawan.. ada satu pondasi yang akan memperkuat dan mengokohkannya. Ketaatan.

Ya.. berusaha untuk taat. πŸ™‚

Itu sedikit berbagi dariku, kawan.. tentang prosesku menerapkan kebenaran. Dan sangat jelas, ada banyak pandangan dari kita semua. Ayo kita saling berbagi! πŸ˜€

β€œPenerapan dari keyakinan adalah tak terpisahkan. Layaknya jiwa dan raga. Ketaatan lah pengikat kesatuan itu.” lukmanhanz

28 Jan

Berbagi Prosesku Mencari Kebenaran dan Keyakinan

Kawan..

Dengan jujur, terbuka, dan sederhana aku mau berbagi dengan kalian sobat!

Tentang Keyakinan yang kuyakini dan terus berusaha menerapkannya dalam hidupku πŸ™‚

IMG_20150204_103331

Ya.. bahasa umumnya, adalah Keyakinan yang dipegang, Agama yang dipeluk πŸ™‚

Aku adalah seorang pemuda yang terus belajar dan berusaha, dalam hidupku, untuk meyakini dan menerapkan Ajaran Baha’i.

Sobat semua pernah tau atau bahkan pernah mendengar tentang Baha’i? πŸ™‚

Apapun kondisi kalian sobat.. pernah mendengar, pernah tau, atau belum tau sama sekali.. ini aku sekedar berbagi informasi yang sebenarnya tentang Baha’i, dan juga berbagi sedikit pandanganku dan prosesku dalam meyakininya. πŸ™‚

Oh ya.. bisa juga membaca informasinya di website resmi Baha’i Internasional dan website resmi Baha’i Indonesia πŸ™‚

Itu sekilas informasi yang ada di website resmi Baha’i πŸ™‚ Ajaran yang sedang terus kupelajari dan kuupayakan untuk lebih meyakini dan lebih menerapkan Ajarannya dalam hidupku..

Di sini aku juga akan berbagi..

Ajaran Baha’i adalah Ajaran yang dibawakan oleh Baha’u’llah (yang berarti Kemuliaan Tuhan), yang kami umat Baha’i yakini adalah Pembawa Wahyu Agama Baha’i.

Prinsip dasar dari Ajaran Sang Suci Baha’u’llah adalah..

Keyakinan pertama, bahwa Tuhan adalah Esa. Tuhan adalah Tunggal. Tuhan adalah Sang Pencipta segala sesuatu. Sumber Ilahi yang Maha Mulia, Maha Kuasa, dan Maha Tak Terbatas, yang tak akan mampu dipahami oleh siapapun.

Karena Cinta Tuhan pada manusia. Tuhan menghendaki agar manusia mampu mengenal dan menyembah-Nya. Itulah bentuk Cinta Tuhan pada manusia. Dan cara memperkenalkan Tuhan pada manusia adalah melalui Ajaran Agama yang diamanahkan Tuhan pada para Utusan Tuhan untuk menyampaikan pesan kepada manusia. Lalu, Ajaran Agama yang mana? πŸ™‚ Karena di dunia ini kita tau banyak sekali Agama kan sobat..

Keyakinan bahwa semua Agama bersumber dari Satu Sumber Ilahi adalah keyakinan kedua dari Ajaran Baha’u’llah. Bahwa Agama adalah tunggal, karena bersumber dari Sumber Ilahi yang Tunggal. Bahwa tujuan diturunkannya Agama adalah untuk mendidik manusia untuk mengenal dan menyembah Tuhan.

Keyakinan ketiga, adalah bahwa umat manusia, yang diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa dan dibimbing-Nya melalui Ajaran Agama, adalah satu keluarga umat manusia. Manusia adalah tunggal.

Jadi kawan..

Prinsip dasar Ajaran Baha’u’llah adalah Tuhan satu, Agama adalah satu, dan umat manusia satu πŸ™‚

Nah sekali lagi, itu sekilas aku berbagi sesuai pemahamanku saat ini ya kawan, tentang Ajaran dari Baha’u’llah..

Di sini aku juga akan berbagi sama kalian, kawan.. bagaimana prosesku mengenal dan mencari kebenaran ini πŸ™‚

Karena setiap manusia adalah dalam prosesnya masing-masing mencari kebenaran..

Aku mengenal Ajaran Baha’i dari orang tuaku. Khususnya dari ayahku yang mengenal pertama kali, lalu ibuku juga mengimani.

Jangan anggap hanz kecil dulu lantas menurut dan ikut apa keyakinan orang tuanya. Aku dulu berontak, kawan πŸ™‚ Meskipun berontaknya gak berlebihan, gak sampe keluar rumah lah πŸ˜€ ya soalnya aku masih usia 6 tahunan.. hehe

Berontaknya hanya sekedar, “Kenapa kita Baha’i sih Pak, Buk? Aku gak punya teman lho!!!” Ya celoteh anak berumur 6 tahun sepertinya wajar karena merasa sendirian sedangkan teman-temannya hampir semua sama agamanya.

Jadinya, sejak kecil.. aku ketakutan kalau teman-temanku mulai membahas Agama. Aku jadi sangat tertutup. Terus berpura-pura menganut Agama tertentu.

Semua terjadi seperti itu sampai kelas 3 SMP. Jadi, teman-temanku dari SD sampai SMP nggak tau tentang aku yang beragama Baha’i. Dan mereka semua terkejut setelah tau, setelah aku terbuka sejak SMA..

Ya kawan.. aku mulai berani terbuka, sejak SMA.. πŸ™‚

Dan sejak masa itulah, aku mulai berproses mencari dan mulai menemukan kebenaran, menurut keyakinanku sendiri! Bukan karena kedua orang tuaku πŸ™‚

Karena salah satu prinsip Ajaran Baha’u’llah adalah, ‘Pencarian Kebenaran secara independen, setiap orang akan menemukan kebenaran melalui dirinya sendiri, tanpa dipengaruhi maupun dipaksa oleh orang lain’.

Apa yang membuatku berubah saat itu? Saat SMP yang penuh ketakutan dan tertutup, menjadi pemuda SMA yang mulai berani terbuka tentang keyakinannya?

Adalah..

Aku mulai menemukan bentuk, bukti, makna dan keindahan dari Ajaran Baha’u’llah.

Ajaran-Nya yang membimbing tentang cinta dan kesatuan umat manusia..

Aku mulai menemukannya saat itu..

Saat aku mulai merasakan indahnya bergaul dan belajar bersama teman-temanku yang berasal dari umat beragama berbagai keyakinan lainnya. Aku belajar bahwa setiap Ajaran Agama adalah kebenaran, karena bersumber dari satu Kebenaran Yang Tunggal.

Dan juga, saat aku mulai merasakan cinta yang murni saat aku berinteraksi dengan beragam manusia, beragam suku bangsa. Aku mulai bertemu manusia dari suku bangsa Afrika, Amerika, kulit hitam, kulit putih, kulit coklat, dan beragam manusia lainnya. Kalau cuma ketemu, tak ada bedanya kita ketemu turis wisatawan di tempat wisata mancanegara sobat! πŸ˜€

Yang kurasakan adalah.. semangat cinta dan kesatuan! Bahwa kita adalah keluarga besar umat manusia, bahwa indahnya keanekaragaman manusia layaknya keindahan bunga-bunga yang beraneka warna, bentuk dan wanginya di satu taman.

Dan itulah jiwa dari Ajaran Sang Suci Baha’u’llah.

Sejak saat itu, aku mulai yakin.. bahwa inilah Rencana Tuhan untuk umat manusia.

Dan aku akan terus berusaha, untuk ikut menyumbang pada Rencana Maha Agung itu, pada terciptanya kesatuan umat manusia di masa depan.

Ya.. aku, dan sesungguhnya lah setiap umat manusia.. sedang berjuang! Menuju ke sana πŸ™‚

“Kawan, inilah kisah sederhanaku berproses menemukan kebenaran dan keyakinanku. Bahwa sebenarnya kita sendiri, saya sendiri, yang akan terus berusaha mencari dan menemukan kebenaran πŸ™‚ ” lukmanhanz

27 Jan

Tantangan Lagi. Bangkit Lagi!

Kawan..

Petualangan hari ini penuh tantangan..

Entah tak bisa kuekspresikan tantangan yang selama ini menantangku.

Daya imaginasiku terlemahkan. Semangatku terhempaskan. Galau niye πŸ˜€

Haha..iya, memang tantangan terbesar dari hidup ini adalah diri kita sendiri, kawan.. Aku setuju!

Tantangan yang menyerang diri sendiri dari setiap penjuru, seolah tak bisa berlari dan terdiam sendiri..

Saat imaginasiku terbiasa terbebas sebebas angin dan menemukan hikmah penjelajahannya, kini terkurung dalam sebuah kotak hitam.

Ya kawan. Aku dalam kondisi nge-blank πŸ˜€

Ini sering kurasakan.

Hingga aku berusaha temukan makna.. kenapa ini?

Apakah ini bermakna.. jika aku berusaha memfokuskan daya imaginasi, daya imaginasiku pula yang harus benar-benar diuji, benar-benar digempur.. untuk semakin memperkuat daya imaginasi. Hmm?

Mungkin begitu.. bisa jadi πŸ™‚ aku tak tau.

Haha, benar kan – nge-blank πŸ˜€

Well.. aku akui kawan.. ini tantanganku.

Jelas, hukum semesta itu berkehendak, bahwa setiap ada perjuangan selalu ada tantangan, dan juga harapan.

Tantangan kuhadapi. Harapan pula harus kuraih.

Harapan, bahwa aku bisa mengatasi kebuntuan ini dan terus berusaha bangkit lagi. Hanya bangkit lagi.

Pada saat-saat seperti ini. Aku tak bisa berpikir jauh. Aku tak bisa berimaginasi bebas. Hanya sederhana saja. Ayo, bangkit hanz.. masih ada harapan πŸ™‚

Haha.. ini curhatanku ya.. mungkin hanya aku yang paham, dan semesta πŸ˜€

Tapi aku mau share juga, kawan.. bahwa hidup selalu ada tantangan. Dan memang itu untuk diperjuangkan πŸ™‚

Semoga harimu juga begitu ya.. berjuang menghadapi tantangan dan meraih harapan!

Wanna share? Let’s discuss..

Hmm.. berjuang. Hadapi tantangan. Raih harapan.

22 Jan

Pulang ke Surabaya. Melanjutkan Berkarya.

Petualangan hari ini.. Pulang!

Pulang ke Surabaya, menemui keluarga, orang tua, sanak saudara, tetangga, kerabat dan sahabat, dan tak lupa.. masih melanjutkan berkarya! πŸ˜€ *Kisah yang mau aku bukukan masih berproses, kawan. Nggak mudah ternyata membukukan suatu kisah πŸ™‚ Tetap berusaha.

Yah! Setelah dari Banyuwangi, mengabdi dan belajar bersama sahabat-sahabat dan para keluargaku di sini, aku menuju kembali ke Surabaya.

Sepertinya aku akan menghabiskan beberapa hari yang cukup lama di Surabaya, mengingat masih ada beberapa tugas dan pekerjaan yang harus diselesaikan. Yah, bagian dari pengabdian dan juga pekerjaanku, kawan πŸ™‚ Dan juga, tetap berkarya!

Oya, hari ini aku naik kereta api Sritanjung dari Sumber Wadung, Banyuwangi.. menuju Gubeng, Surabaya πŸ™‚ Tarifnya jauh-dekat sama euy, kayak angkot, hehe.. 100 ribu, sama saja kayak Jogja-Banyuwangi. Yah, kangen tarif kereta Sritanjung yang dulu, Jogja-Banyuwangi cuman 50 ribu πŸ˜€

Well, seperti biasa sih, perjalanan hari ini dimulai pagi hari. Kereta berangkat jam 8 pagi. Di dalam kereta, kali ini aku tidak terlalu banyak berinteraksi. Karena selain orang yang di sebelahku memang sedang asik sendiri dan nampaknya nggak mau diganggu, aku juga sedikit disibukkan dengan proyek karyaku.

Aku masih merevisi kerangka karyaku. Jadi di perjalanan pun juga masih bisa berkarya, sobat! πŸ˜€ kalau di kereta sih masih enak, karena lebih stabil dan tak terlalu terguncang. Tapi kalau naik bis, beuh! Goyang terus.. Goncangan badai πŸ˜€ Tapi ya seru juga, haha! Malahan aku sering mendapat ide saat naik bus. Intinya, di mana pun, aku berusaha berkarya πŸ™‚

Yeah.. petualangan hari ini cukup sekian, kawan. Sekarang aku sudah di rumah. Berbagi kisah dan kasih dengan keluarga.