17 Dec

Persahabatan Universal

Dear friends, wherever you are..

1402465445264

How are you guys? πŸ™‚

You have a great day, right? nice!

Wah.. wah.. gaya banget hanz in english? hehehe, bukannya gaya sobat, tapi kita kan belajar universal.. Nah bahasa yang universal kan english πŸ˜‰

Selain bahasa yang universal, ayo kita belajar menjalin persahabatan universal, kawan..

‘Bumi hanyalah satu tanah air dan umat manusia penduduknya’

Dunia yang universal saat ini sudah sangat jelas terlihat kan.. Dunia yang semakin menuju ke arah bersatunya manusia..

So, dengan begitu semua manusia adalah sekeluarga, keluarga manusia.. Ayo kita sama-sama menunjukkan semangat persahabatan dan persaudaraan manusia.. πŸ™‚

Gimana cara kalian menunjukkan persahabatan universal kalian guys? Ayo kita berbagi cerita..

“Bersahabat dengan umat manusia, indahnya persahabatan universal..” hanz

16 Dec

Bersahabat dengan Alam. Berkemah di Alam

Bagi kita yang menyatakan pecinta alam, bagaimana pun ekspresi cinta itu, pasti sepakat kalau menyatakan bersahabat dengan alam, harus mendekatkan diri ke alam, hidup membaur dengan alam.

Itu kenapa aku mau berbagi dan diskusi dengan kalian tentang berkemah di alam, kawan! πŸ™‚

SAM_4248

Karena berkemah di alam adalah salah satu ekspresi konkret dari bersahabat dengan alam, mendekatkan diri dan hidup membaur bersama alam. Saat berkemah di alam, kita benar-benar mengetahui realita, setidaknya belajar untuk peka dan memahami realita alam.

Jelas saja, kepekaan dan pemahaman itu akan terus meningkat kalau kita sering mendekatkan diri ke alam. Gampangnya, sering camping, lah πŸ˜€

SAM_2418

Kalau aku sendiri, kawan.. masih sangat minim lah pengalamanku. Yah di sini aku mau share sesuai pengalamanku berkemah di alam yang masih bisa dihitung jari, hehe.

SAM_2428

Tapi semangat berbagi nggak membatasi hal itu, kan πŸ˜€ Makanya aku juga minta kalian, sobat, untuk berbagi juga, memperluas perspektif dan pengalaman πŸ™‚

Penjelajahan alamku masih selevel mengagumi keindahan alam, dan terus berusaha ikut melestarikan alam. Pengalamanku berkemah di alam masih sebatas di atas gunung, bukit, pantai dan taman nasional. Belum seekstrim kayak nge-camp di hutan belantara gitu lah, haha..

Makanya, aku mau terus belajar nantinya, semakin mendekatkan diri ke alam, sehingga bisa memahami alam, peka akan realita alam, dan pada akhirnya benar-benar melestarikan alam.

Nih aku mau share, apa yang aku dapatkan dengan berkemah di alam..

Semakin mengenal dan memahami alam.

Alam yang kita lihat di tv, gambar poster, atau pun foto, jelas sangat berbeda dengan versi sebenarnya. Saat kita mengagumi gambar alam versi cetakan manusia untuk diabadikan, itu sangat berbeda dengan perasaan kita saat berada dan dekat dengan alam itu sendiri.

Tak hanya takjub atau kagum. Bagi kita yang benar-benar berusaha menjiwai alam, hati dan kalbu kita seperti terkoneksi dengan jiwa alam. Ya! Karena kita sebenarnya bersahabat. Kita, manusia dan alam adalah karya Sang Pencipta. Hubungan manusia dan alam itu karib.

Jadi jelas, kita semakin mengenal, memahami, mencintai alam, saat kita bersahabat dan berinteraksi langsung dengannya. Berkemah salah satu caranya πŸ™‚

Mengatur alam untuk bersahabat dengan alam

Kita hidup terbiasa mengatur segala sesuatunya. Manusia memang tercipta mempunyai kemampuan intelektual untuk mengatur kehidupannya. Itu kenapa jalannya peradaban manusia itu terus maju, sedangkan alam akan selalu demikian.

Tapi, uniknya kita tidak bisa mengubah alam. Sifat alam akan selalu demikian. Air mengalir, udara berhembus, api membakar, tumbuhan tumbuh. Kita tak bisa mengubahnya, itu hukum alam.

Tapi, kita sebagai manusia, memang diberi amanah untuk bisa mengaturnya untuk kebaikan peradaban. Aliran air kita atur sehingga bisa didistribusikan ke tempat yang membutuhkan, cuaca kita pelajari untuk bisa diprediksi bukan untuk mengubahnya sesuka hati.

Itu menariknya, kawan. Saat kita bersahabat dengan alam, kita bisa belajar mengaturnya untuk kebaikan bersama, bukannya mengubah seolah untuk keuntungan semata.

Itu yang kupelajari saat berkemah ke gunung, kawan. Memahami cuaca yang ada di gunung. Saat itu, cuaca sedang tak bersahabat. Sedang musimnya hujan badai. Karena kita belajar memahami alam, jadinya kita tidak menuruti ambisi kita untuk mencapai puncak, tapi keselamatan bersama.Β Itu yang kudapatkan saat belajar bersahabat dengan alam. Dan kita mendiskusikan hal itu di dalam kemah yang hangat dengan berselimut sleeping bag πŸ™‚ , sedangkan di luar kabut tebal yang dingin menutupi eloknya alam.

Lestarikan alam, manusia adalah pelestari alam.

Kita sahabat alam. Manusia dan alam adalah sama-sama karya Sang Pencipta. Itu kodratnya. Bukannya manusia penjajah alam, yang bisa seenaknya mengeksploitasi dan mengeruk kekayaan alam untuk keuntungan manusia. Dari situ sudah sangat jelas melencengnya, kawan. Bedakan tujuan eksplorasi dan eksploitasi!

Ekplorasi adalah kita benar-benar memahami alam dengan mempelajarinya menggunakan ilmu pengetahuan dan pengalaman yang berkelanjutan, sehingga mendapatkan pemahaman dan penerapan untuk kebaikan manusia maupun kebaikan alam. Sedangkan, eksploitasi jelas-jelas merusak alam dengan mengeruk kekayaan alam untuk kekayaan manusia.

Dengan pemahaman ini, berkemah pun juga harus dengan semangat eksplorasi alam, lestarikan alam. Tak merusak, mengotori, menggangu ekosistem, malahan lebih bagus lagi kalau kita belajar dan menerapkan lebih lagi untuk mengeksplorasi dan melestarikan alam. Berkemah di alam bisa menjadi salah satu cara untuk itu. Aku pun juga akan belajar lebih lagi, kawan. πŸ™‚

Well.. menarik banget ya topik ini. πŸ™‚ Ayo diskusi bersama, para pecinta dan pelestari alam! Untuk tingkatkan pemahaman, tingkatkan penerapan.

β€œBerkemah di alam sebagai bentuk bersahabat dengan alam. Berkemahlah dengan semangat belajar memahami, mengatur, mengeksplorasi dan melestarikan alam. Kita bersama lah pelestari alam.” lukmanhanz

15 Dec

Belajar Bersahabat dengan Hewan

Sobat!

Apakah kalian pecinta hewan? Hewan peliharaan atau binatang yang hidup di alam? Atau keduanya? Atau malah nggak pecinta keduanya? πŸ˜€

Well.. di sini aku mau berbagi perspektifku, kawan.. sebagai pecinta petualangan, akan share tentang bersahabat dengan hewan.

SAM_0189

Belajar bersahabat dengan hewan

Ya jelas, karena hewan adalah bagian dari alam. Dan sudah jelas juga, seperti yang sudah aku bagikan sebelumnya, manusia dan alam itu bersahabat erat. Erat banget. Erat beud *ngalay dikit* πŸ˜€

Kalau aku pribadi sih, belum begitu bersahabat erat dengan hewan, kawan. Makanya dari judulnya saja sudah aku perjelas, belajar! πŸ™‚

Dari kecil aku memang tidak begitu akrab dengan hewan, ya selain di rumah tidak terlalu sering memelihara hewan peliharaan, juga jarang berinteraksi dengan hewan (jarang ke kebon binatang maksudnya πŸ˜› ). Tapi juga nggak benci-benci amat trus jadinya kayak anti (atau malah yang ekstrim sampai jijik πŸ˜€ ) sama hewan. Jadi yah, anggap saja aku sama hewan netral-netral saja lah πŸ˜€

Tapi sekarang-sekarang ini, aku mulai menyadari kawan.. kalau bersahabat dengan hewan itu juga bagian penting dari bersahabat dengan alam. Jadi, setidaknya, meski pengalamanku belum begitu akrab dengan hewan, yang mana sama-sama sebagai hasil karya Sang Pencipta, aku akan mulai belajar memahami dan mencintai hewan. Sama seperti memahami dan mencintai alam.

Ada beberapa perspektif yang muncul, dan aku coba terapkan..

Pola pikir

Pola pikirku di sini, adalah sama seperti manusia itu bersahabat dengan alam. Jadinya, manusia itu sahabatnya hewan. Meskipun, jelas, kalau derajat manusia itu lebih tinggi dari hewan. Tapi bukan berarti kalau manusia itu bisa berkuasa atas hewan dan berbuat sesukanya, seperti penganiayaan hewan ataupun eksploitasi hewan untuk keuntungan.

Pola pikir bahwa manusia itu bersahabat dengan hewan adalah bagaimana manusia sebagai pelindung dan pelestari hewan. Sama halnya manusia sebagai pelindung dan pelestari alam. Sang Pencipta menciptakan hewan jelas ada maknanya. Setelah kita pelajari dan eksplorasi, ternyata hewan berperan penting untuk keseimbangan alam. Jadi, hewan dan alam tak terpisahkan. Saat lestarikan alam, lindungi juga hewan, kawan πŸ™‚

Mulai berinteraksi dengan hewan

Saat hewan adalah sahabat manusia, bersahabat itu perlu berinteraksi. Ya seperti berinteraksi dengan alam dengan cara menjelajahi dan mengeksplorasi alam, berinteraksi dengan hewan mengharuskan kita dekat dengan hewan.

Kuakui aku belum begitu dekat dengan hewan. Ya, selain belum terbiasa memelihara hewan peliharaan, aku juga jarang bertemu hewan saat menjelajah ke alam. πŸ˜€ Akan aku coba deh, memelihara hewan yang mana aku juga tak membatasi sifat sejatinya yang hidup bebas di alam. Karena menurutku, aku tidak setuju saat hewan harus dikurung. Ya, beberapa saja untuk tujuan penelitian dan penangkaran ya boleh lah. Mungkin nanti aku akan coba berinteraksi dengan ikan dulu lah πŸ˜€

Mulai belajar memahami hewan

Bersahabat untuk saling memahami. Untuk menjadi penjaga dan pelestari hewan, harus mulai belajar memahami kehidupannya. Yah, aku siap untuk mulai dan terus belajar. Ini juga bagian dari proses ikut menyumbang pada kelestariaan alam.

Bersahabat dengan hewan

Bersahabat, semoga saja bukan hanya dalam kata-kata saja. Aku juga akan terus berusaha, kawan πŸ™‚ aku yakin kalian juga akan belajar dan menerapkan hal itu. Setiap saat, setiap langkahku bertualang, akan kubawa semangatku bersahabat dengan alam untuk bersahabat juga dengan hewan.

So.. kalian para pecinta hewan, adakah pandangan atau masukan lainnya untukku yang masih newbie ini? Hehe..

β€œBertualang lah dengan semangat bersahabat dengan hewan sama halnya bersahabat dengan alam. Lestarikan alam, lindungi hewan.” lukmanhanz

13 Dec

Bersahabat dengan Sang Pagi

Heyyy sobat!!! πŸ˜€

Gimana harimu? Bersemangat pagi ini? πŸ˜€

Semangat Pagi!

Semangat Pagi!

Yang bersemangat, yuk toss dulu lah! Yang masih ngantuk, nggak semangat, aku nggak bisa kasih solusi kawan πŸ˜€ Motivasi paling powerful itu dari diri sendiri *cie kata mutiara.

Yess.. Aku mau share tentang semangat di pagi hari, sobat.. Aku menyebutnya, bersahabat dengan sang pagi πŸ˜€

Agak susah susah gampang – gampang gampang susah nih, soal bersahabat dengan sang pagi. Anak muda saat ini sebagian besar pasti paham πŸ˜€ lika-likunya bersahabat dengan sang pagi.

Sang pagi yang indah dan cantik itu, bisa disambut dengan hangat dan bersemangat bagi sebagian orang. Tapi bisa juga dianggap momok menakutkan bagi sisa dari sebagian orang itu.

Aku termasuk yang mana? Bisa dua-duanya sih! Hahaha!

Saat bersemangat dengan sang pagi, aku bersahabat karib sekali dengan sang pagi. Nah pas penyakit malas menyerang, udah deh, rasa-rasanya pengen sembunyi dari sang pagi.

Hmm.. Itu salah satu tantanganku πŸ™‚ Tetap semangat, hanz.. hadapi tantangan buat lebih akrab bersahabat dengan sang pagi πŸ™‚

So.. Ini nih aku bakal share, apa saja yang bisa kita dapatkan saat kita bersahabat akrab dengan sang pagi.

Semangat menjalani hari. Beneran! Beda banget rasanya kalau kita bisa bangun pagi. Mood rasanya good banget. Beda banget kalau bangun kesiangan. Mood langsung jadi bad banget. Semamgat pagi itu bisa memacu semangat hidup, bekerja dan berkarya untuk seharian itu.

Perasaan jadi happy πŸ™‚ Ya karena bersemangat dan akrab banget sama sang pagi, jadinya hati juga happy πŸ™‚ Wah.. lihat tuh senyum di wajahmu secerah sinar mentari pagi πŸ˜€

Sehat. Nah semangat sudah pasti, happy lagi di hati, kebiasaan ini kan kebiasaan sehat tuh. Asal dengan catatan tidurnya cukup ya. Nggak berarti bangun pagi, eh baru tidurnya jam 3 pagi πŸ˜€ Ada temenku yang kayak gitu. Bukannya semangat, happy, sehat, malah lemah, letih, lunglai πŸ˜€

Dan yang paling utama, kawan..

Kita bisa mengawali hari dengan berinteraksi dengan Kekasih Sejati kita, Sang Pencipta. πŸ™‚ Kita bisa mengucap syukur, berdoa, dan berharap supaya kita bisa menjadi individu yang lebih baik lagi, dan berusaha menjadi individu yang melakukan upaya terbaik untuk kebaikan.

Dan juga, kita bisa berbagi cinta dan kasih pada setiap makhluk dan semesta hasil karya Sang Pencipta. Keluarga, saudara, sahabat, dan makhluk hidup, juga semesta sekitar kita, kawan.

Wah.. Wah.. Luar biasa ya bersahabat dengan sang pagi!

“Ayo kawan! Aku dan kamu.. Jadikan ini inspirasi kita πŸ˜€ Untuk selalu bersahabat akrab dengan sang pagi!” lukmanhanz

12 Dec

Kuekspresikan Secercah Kata untuk Peradaban Manusia

Kawanku.. Hal yang mau aku bagikan kali ini lebih bermakna, kawan πŸ™‚

Bermakna, dan semoga bisa jadi topik menarik buat kita diskusikan bersama ya πŸ˜€ aku sangat terbuka dan menikmati diskusi bersama πŸ™‚

Membahas tentang manusia itu memang sangat menarik kawan. Karena kitalah subjek, yaitu pelaku utamanya. Juga objek, yang diteliti, diamati, dipahami πŸ™‚

Peradaban manusia

Peradaban manusia

Manusia, dari masa ke masa.. masa sejarah, masa kini, dan masa depan.. tidakkah kita melihat suatu perjalanan, kawan? Ya.. perjalanan umat manusia.

Kalau kita melihat proses perjalanan umat manusia, hal utama apa yang kita lihat, kawan? Ya.. kemajuan!

Perjalanan umat manusia terus maju, dari waktu ke waktu.

Sudah pasti bagi kita yang mencari bukti, mempelajari, dan memahami sejarah, yaitu sejarah umat manusia, tidak bisa dipungkiri lagi kalau umat manusia nenek moyang kita berasal dari kehidupan primitif, peradaban awal. Beragam teori bermunculan, entahlah mana yang benar. Karena aku di sini bukan membahas mana yang benar dan salah πŸ˜€

Bukti-bukti kehidupan primitif yang ditemukan lah sebagai secercah sumber pengetahuan tentang asal usul kita. Telah ditemukan, bahwa memang kehidupan dahulu kala memang masih sangat sederhana. Kehidupan, corak budaya, alat-alat kehidupan, bisa kita bayangkan betapa sederhananya peradaban.

Tapi perjalanan manusia tidak berhenti di situ, atau dalam arti akan begitu seterusnya dan selamanya. Tidak..

Peradaban mulai berjalan, perjalanan umat manusia berlanjut..

Jika saja ada pertanyaan, kenapa peradaban manusia berjalan dan mengalami kemajuan? Kenapa bukan kehidupan yang primitif seperti dahulu kala berlangsung selamanya? Bukannya seperti kehidupan tumbuhan dan hewan, yang dari dahulu sampai seterusnya akan tetap sama dan tak berubah?

Menarik, kawan πŸ™‚ pertanyaan-pertanyaan seperti itu pasti pernah terlintas di benak kita..

Dan aku yakin.. Itulah Kehendak Sang Pencipta. Pencipta segala alam, Pencipta manusia.

Bahwa Sang Pencipta berkehendak peradaban manusia akan terus berjalan mengalami kemajuan. Bahwa kehidupan primitif dahulu adalah awal perjalanan, bukan kehidupan yang akan begitu selamanya. Bahwa derajat peradaban manusia lebih tinggi dari tumbuhan dan hewan. Ya, Kehendak Sang Pencipta, kawan πŸ™‚

Manusia diciptakan untuk memajukan peradaban yang terus maju.

Dan buktinya bisa kita lihat saat ini.. kehidupan dahulu kala yang mana sebagai asal muasal kita, dari waktu ke waktu.. perjalanan panjang umat manusia, mulai maju.

Kita, manusia, belajar dan diajarkan, mulai mengenal dan menyembah Sang Pencipta kita, mulai memahami dan menerapkan ilmu pengetahuan, mulai mengekspresikan berbagai seni menakjubkan, mulai membangun budaya dan peradaban yang semakin kompleks seiring kemajuan zaman.

Luar biasa perjalanan ini kawan πŸ™‚

Perjalanan panjang umat manusia.. nenek moyang kita, kita saat ini, dan generasi kita masa depan, semuanya menjadi bagian dari perjalanan ini.

Hmm.. selayaknya kita merenung..

“Saat kita, saya sendiri, sedang ambil bagian dalam perjalanan umat manusia, apa kontribusi kita, saya, untuk perjalanan peradaban yang terus maju ini?” lukmanhanz