31 Dec

Refleksi Akhir Tahun

Hi kawan!

Sudah tanggal 31 Desember ya, akhir tahun! πŸ™‚

Kalau aku sih nggak mau larut dalam perdebatan soal boleh nggak boleh, baik nggak baiknya membuat evaluasi, refleksi dan resolusi hidup, maupun perayaan. πŸ™‚

Well, okey.. Aku memang setuju kalau semua hal-hal itu akan lebih baik kalau tidak kita lakukan secara berlebihan. Cukup sederhana dan bermakna, meskipun juga masih fun πŸ˜€

Okey, di momen pergantian tahun ini aku mau sedikit share tentang beberapa hal yang aku alami dan pelajari selama 2015, kawan!
#2015bestnineoflukmanhanzYaa.. 2015 memang banyak sekali momen bahagia dan bermakna, nggak bisa disebutkan semua πŸ˜€

Ini beberapa cuplikannya.

Momen bersama keluarga. Ya, momen kebersamaan dengan orang tua, bapak dan ibuku, sangat bermakna dan membahagiakan. πŸ™‚ meskipun aku jarang di rumah karena tugasku, sehingga aku selalu bertualang untuk mengabdikan diri, aku selalu berusaha meyempatkan waktu untuk orang tua.

Berbagi keseharian hidup, diskusi dan musyawarah, meskipun dalam interaksi yang sederhana, tapi merasakan suasana penuh cinta.

Kita (bapak, ibu, adikku dan aku) selalu bersama berkumpul dan berdoa, lalu bermusyawarah tentang keluarga kita dan apa yang keluarga kita akan sumbangkan untuk kebaikan masyarakat bersama. Keluarga kita pun sedang terus belajar dan berusaha. πŸ™‚Β Tak hanya percakapan bermakna, sering kali ruangan dipenuhi tawa kita bersama πŸ˜€

Momen pengabdian. Dimana tugasku adalah bersama-sama dengan mitra kerjaku untuk terus belajar dan menerapkan Ajaran Baha’u’llah tentang kesatuan umat manusia, kesatuan di masyarakat, jadinya kita akan terus berusaha menerapkan itu di masyarakat.

Tugasku memang memobilisasi pengalamanan dan pembelajaran sehingga kita dapat berkoordinasi dan menyatukan visi dan tindakan untuk membangun kapasitas bersama πŸ™‚

Itu yang membuatku selalu bertualang, kawan.. Mobile kesana kemari πŸ˜€

Selain itu, kusadari sejak kecil memang jiwa dan hasratku adalah bertualang.

Momen hijrah. Nah, di tahun ini pula, aku berpindah dari Banyuwangi, salah satu kota yang sangat berkesan untukku yang mana sudah 2 tahun aku belajar dan mengabdi bersama masyarakat di sana, pindah ke kota karya Jogjakarta.

Ya, kawan.. Selain memang basis tugasku berpindah, aku juga belajar untuk lebih berkontribusi dan mengabdi di kota karya Jogjakarta. πŸ™‚

Well.. Petualangan hidup terus berlanjut. Berjuang dan terus belajar untuk mengabdi dan berkarya!

Dan sesungguhnya lah, saat mengabdi pada kesatuan dan kesejahteraan masyarakat, baik secara spiritual dan material, kita juga sedang mengabdi dan berjuang untuk kemajuan bangsa, juga menyumbang untuk kemajuan peradaban umat manusia.

Itu yang kurefleksikan di tahun 2015, kawan πŸ˜€

Tantangan selalu ada, perjalanan tidak mudah, tapi petualangan harus terus berlanjut!

Dan aku siap! πŸ™‚

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *