11 Dec

Cerita Masa Kecil: Aku Hilang!

Kawan.. Semoga hari kita menyenangkan 🙂

Kalau kita ada beberapa masalah hari ini, it’s okey.. Ayo berusaha untuk senyum, walau agak maksa gak apa, daripada manyun, hehehe..

So, aku mau cerita yang asik-asik deh, tentang pengalaman masa kecilku yang pernah hilang!

Hah? Hilang? Yah, asik, seru sekaligus menegangkan, kayak di film, hehehe..

Mungkin karena bandelnya aku waktu kecil ya.. sukanya maiiin aja, akhirnya hilang beneran deh, hehe.. Yah meskipun hilang cuman 5 jam, tapi bagi anak seumuran kelas 3 SD sendirian, malam-malam di tempat seram, hiiiii…

Awalnya saat itu sekitar jam 6 sore, aku sudah diperingatkan ibuku, “jangan main!”. Eh malah bandel tetap aja keluar alias kabur sembunyi-sembunyi, hahaha..

Sebenarnya aku main gak jauh dari rumah, masih tetangga lah.. Dia punya video game, makanya aku main ke sana. Nah di sana aku ketemu salah satu temanku yang biasa aku pinjam sepedanya.

Sepedanya memang bagus, sama seperti punyaku. Tapi karena aku tadi keluarnya sembunyi-sembunyi, jadi ya nggak bawa sepeda. Apalagi sore yang cerah saat itu, jadi pengen muter-muter naik sepeda, hehe..

Ketegangan dimulai di sini, hiiii…

Baru naik sepeda 50 meteran lah, tiba-tiba ada mas-mas yang manggil, “Eh dek, sini.. kamu suka burung dara? Mas mau kasih ke kamu, mau? Soalnya sama istri mas suruh buang!”

“Wah rejeki nomplok nih!” spontan pikirku dalam hati, karena memang saat itu aku suka sekali pelihara burung dara. Ya meskipun aku gak kenal mas-mas tadi itu, masa bodoh! hahaha..

Aku mengikuti mas itu yang juga naik sepeda pulang ke rumahnya.. Yang aku pikirkan cuman, “Asik dapat burung dara gratis!!” Dasar! 😀

Aku diajak keliling-keliling, karena memang jalanan masih ramai sore jam segitu, makanya sering lewat jalan tembusan. Paling sekitar 1 sampai 2 km pertama aku masih tau jalan-jalannya, karena juga sering aku lewati mbolang, hehehe..

Nah, mulai menjauh, aku mulai nggak mengenal jalannya. Aku mulai nanya-nanya, “Mas mana rumahnya? Burung daranya di mana?” Sekedar menenangkanku, dia bilang “Sabar.. bentar lagi dek”

Mungkin itu sudah sejauh 5 kilometeran, soalnya kakiku sudah mulai pegal, mana belum makam malam tadinya. Hmmm… Aku mulai kuatir, “Mas aku pulang aja ya.. nanti dicari ibuku!”

“Yah dek, tinggal bentar lagi kok, sabar ya.. kamu nggak sayang sama burung daranya?” Aku sudah mulai nggak percaya sama mas yang aku juga nggak tau namanya itu. “Aku pulang aja mas, belum makan soalnya..”

Eh mas itu berbaik hati mampir di warung dan membelikanku gorengan dan es. Lumayan lah buat ganjal perut, hehe.. dan aku sudah nggak kuatir sama mas itu karena dia ternyata orang yang baik.

“Sepedamu taruh warung sini dulu, kamu mas gonceng, karena takut istri mas marah nanti ajak anak orang. Nanti kamu mas titipkan ke saudara mas, kamu tunggu di situ, mas ambilkan burung daranya” Begitu penjelasan mas itu setelah makan di warung.

Aku percaya saja saat itu (antara bodoh atau polos ya? hehehe). Aku mulai digonceng naik sepedanya, lewat sawah-sawah, jalannya gelap.. Hmmm, mulai jam 9an malam saat itu. Aku pasrah saja.

Trus sampailah kita di rumah saudaranya mas itu. Karena saudaranya masih di dalam, aku disuruh nunggu di luar. Aku dikasih pisang dan air putih. “Tunggu di sini ya, mas ambil burung daranya” begitu bilangnya, dan dia pergi..

Sekitar setengah jam aku nunggu di luar, dingin, sepi, gelap.. Haduuhh, cuman gara-gara burung dara! Tiba-tiba saudara mas itu keluar.. “Ada apa dek?” Tanya seorang bapak heran melihatku.

“Ini pak, saya nunggu mas yang tadi ngasih pisang itu, katanya mau dikasih burung dara” jawanku polos mengharap belas kasihan, hahaha..

“Wah Paijo – begitu bapak itu memanggil mas itu, pasti dia kumat lagi.. Kamu ke sini naik apa dek?” Bapak itu masih heran. “Aku naik sepeda pak, ohh mas Paijo, kumat gimana pak?” Aku masih gak nyambung, hehehe..

“Dia itu kebiasaan maling dek, dia ponakan bapak yang paling bandel! Kamu dibohongi, emang sudah banyak anak kecil dia bohongi dan ambil barang-barangnya.. Sepedamu di mana, ayo cepat bapak antar!” Aku shock dan takut mendengar cerita bapak itu..

Ya ampuuunnn.. Aku jadi ingat, pasti ini gara-gara kualat sama ibuku tadi :(. Lalu aku diantar bapak itu melewati jalan sawah yang gelap sama seperti yang kulewati tadi..

“Naaahhhh… Paijooo, kena kamu!” Aku yang di belakang bapak kaget tiba-tiba bapak ngomong gitu, dan kulihat di depan ada mas Paijo bawa sepeda temanku tadi.. Huaaaa, legaaaa…

Hahaha, sudah bisa senyum lagi lah.. Bapak yang baik hati tadi mengantarku pulang. Dan, sesampainya di rumah bapak dan ibuku yang cemas langsung memeluk dan menjewerku, hehehe..

Tetangga-tetangga juga belum tidur pada ngumpul nyari aku, termasuk temanku yang punya sepeda itu.. Dia tetap saja sabar memaafkan dan masih mau jadi temanku. Terima kasih atas kesetiakawananmu, sobat! 🙂

Kulihat jam sudah jam 11 malam, 5 jam aku bertualang, hilang, ditipu orang, hahaha..

“Yah kejadian hilang yang menegangkan itu untuk pelajaran dan petualangan masa kecil yang gak akan terlupakan, hahaha”

One thought on “Cerita Masa Kecil: Aku Hilang!

  1. Pingback: Hanz Kecil dkk | lukmanhanz

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *